Adibio

Adibio Follow

🇮🇩Travel Blogger
Klik link di bawah 👇👇👇

http://perjalananadibio.com/

930 Followers  825 Follow

Share Share Share

Sedang mengamati traffic blog yang tidak kunjung ada peningkatan
.
.
Tulisan terbaru tentang tempat yang ada di gambar ini sudah dituangkan ke dalam blog. Link di bio. Terima kasih.
Hempas angin menerbangkan segala rasa. Berhamburan hinggap di pepohonan yang kian renta. Segala cerita telah tertuang di antara rerumputan hijau nan indah. Menua tanpa jejak yang tertinggal sungguh sangat memilukan. Andaikata waktu sengaja mempermainkan rasa, mungkin aku akan tetap menuliskan bait-bait tak berguna yang pada akhirnya terkapar di pojok ruang. Ah, aku lupa bahwa hidup hanya rentetan peristiwa yang akan menimpa kita. Tinggal menunggu kapan terjadinya lalu menggapai segala cara untuk menemukan bahagia. Sebab sedih tetap sedih, tak pernah dicari dan tak pernah ditangisi.
Sekeras apapun aku teriak di tepi pantai akan kalah dengan suara ombak. Sekeras apapun aku teriak di atas gunung, suara tersebut akan hilang, melayang bersama udara. Pada akhirnya suaramu akan sia-sia, namun tidak dengan tulisan.
Mendaki gunung semeru merupakan pengalaman pertama kalinya aku mendaki gunung yang memakan waktu cukup lama, sekitar 4 hari 3 malam. Pada waktu itu aku hanya mendaki berdua saja bersama @faisalrman. Awalnya ga boleh sama petugas registrasi karena katanya minimal harus 3 orang. Jadilah kami harus cari rombongan lain supaya boleh. Setelah dapet rombongan lain akhirnya kami berdua boleh naik gunung semeru.
.
Perjalanannya memang sangat panjang. Selama 4 hari 3 malam kami harus mengatur suku cadang makanan supaya tidak kehabisan. Hari pertama ngecamp di ranu kumbolo, hari kedua ngecamp di kalimati dan hari ketiga ngecamp lagi di ranu kumbolo. Yang berkesan waktu di semeru adalah ketika melakukan summit. Jalurnya bener2 cuman pasir dan itu ngebuat kita harus tetap fokus. Banyak istirahatnya ketimbang jalannya. Namun pada akhirnya ada matahari yang menghangatkan perjalanan summit waktu itu, sehingga trek pasir berasa seperti pasir.
.
Di hari keempat, kami pun pulang menuju basecamp. Semeru banyak meninggalkan kesan dan pesan. Next aku ingin mendaki gunung Argopuro yang dari kapan tau belum kesampaian.
@ismailhasan0_0 @munajat_asoy @syafiilanm.
#MTFujiChallenge2019 #BeraniMendakiFuji
@histravelindonesia
Rasanya pertama kali aku naik merbabu pada tahun 2014 lalu. Sejak saat itu aku benar-benar mengaguminya sampai saat ini. Tempat terbaik selalu mempunyai tempat khusus di dalam hati.
.
Ada tulisan terbaru di blog. Silakan dicek 🙏
Jadi Minggu kemarin aku lagi bingung mau ngapain dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke @gamplong_studio. Pengen pergi kesitu karena katanya habis dibuat syuting film Bumi Manusia. Jadilah rasa penasarannya semakin tinggi. Setelah sampai situ ternyata ga nyesel sama sekali. Htmnya masih seikhlasnya dan bayar goceng karena bawa kamera. Setelah itu foto-foto deh biar ada bukti kalo pernah kesini.
.
Ohya di blog udah aku ceritain tempat @gamplong_studio. Selengkapnya bisa cek link di bio.
📷@apkarina
Setiap langkah yang telah mengayun akan selalu ada cerita yang harus disusun. Aku mempercayai itu sampai sekarang sehingga aku abadikan di blog pribadiku.
.
.
Klik link di bio untuk cerita gunung Semeru part 2.
Di sepanjang jalan harapan aku melihat ada kekecewaan yang berceceran. Jurang tak bertuan serta kicauan burung menari di atas pikiran, membuai angan yang sempat aku pendam. Lantas untuk apa aku melihat hijaunya gunung jika aku tetap tidak bisa melihat indahnya bola matamu?.
(Caption dibuat saat di semeru)
.
.
Cek link di bio, ada tulisan terbaru. Terima kasih!
Sungguh nikmat rasanya bisa merasakan suasana di ranu kumbolo. Ada toilet, ada api unggun serta ada warung yang senantiasa menemani di kala sedang malas memasak.
Seperti biasa, mentari terbit dari arah timur untuk menyapa semesta. Langkah kaki bergegas menapaki batu demi batu untuk mencapai puncak gunung slamet pada waktu itu. Di sekitar jalur summit tidak ada satu orang pun, hanya aku dan temanku @hamdanwahyulhadi yang sedang sibuk menikmati indahnya mentari dari atas sini.
.
Pendakian ke gunung slamet via baturaden merupakan salah satu pendakian yang berkesan bagiku. Bagaimana tidak, selain jalurnya yang terbilang masih sepi dan pepohonan yang masih tertutup rapat, di sini pertama kalinya aku berkenalan dengan salah satu makhluk Tuhan yang bernama pacet. Di setiap pos kami selalu memeriksa badan kami satu sama lain agar mengetahui bahwa ada pacet yang hinggap di tubuh dan menyerap darah. Ketika ada pacet, maka kami bergegas untuk membakarnya dengan korek lalu menyentilnya hingga terlepas dari tubuh.
.
Traveling memang selalu mengajarkan kita arti memahami diri sendiri. Di pendakian gunung slamet ini aku mempelajari bahwa sejatinya aku hanyalah manusia biasa yang sedang singgah di semesta ciptaan Tuhan yang sangat luas. Di setiap langkah kaki yang aku ayunkan di sini, aku memikirkan betapa indahnya hidup jika manusia tetap berpikir bahwa mereka hanyalah sebagian kecil dari luasnya semesta.
.
Sampai puncak tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada Tuhan. Sayangnya ketika perjalanan pulang kami sempat tersesat selama hampir tiga jam saat hendak menemukan batas vegetasi. Jalur baturaden memang terbilang masih jarang yang melewati sehingga tanda batas vegetasi hanya sekadar dua buah bendera kecil yang tidak terlihat dari atas.
.
Sesampainya di basecamp, kami bergegas untuk mengambil motor dan keluar dari kawasan baturaden. Indahnya perjalanan kali ini. Eh maksudku indahnya setiap perjalanan yang selalu dilewati.
#YouCMyTravelStory
#healthyinsidefreshoutside
#Indonesia
#Traveling
@youc1000vitamin
Tepat satu bulan yang lalu..
Setiap perjalanan selalu ada akhir dan di setiap akhir selalu muncul awal. Akhir hanyalah kata  bualan orang yang tak sengaja menelan garpu sehingga mengakibatkan cegukan seperti Squidward.
.
Manusia akan merasakan perjalanan demi perjalanan dalam kehidupan. Jika lelah maka bersandarlah, jika senang maka tersenyumlah. Semua itu terlihat sederhana seperti pada saat kamu memutuskan untuk memulai sesuatu tanpa ada rencana.
.
Dan saat ini, jalan panjang di depan membentang untuk ditapaki lagi. Impian dan harapan menunggu untuk diwujudkan. Berbahagialah bagi kamu yang sedang menikmati proses.

Foto meringis bukan berarti bahagia, hanya saja manusia selalu pura-pura bahagia bukan?.
Diambil oleh @robbikepet
Dan kita berjalan di antara gemuruh ombak yang menabrak batu karang. Raga melayang-layang namun jiwa tersesat di antara bisingnya kenangan.