Elyza Arief

Elyza Arief Follow

508 Followers  687 Follow

Share Share Share

Ada yang suka makan Ketupat belah yang isinya sambal ikan teri gak?

Jajanan pasar ini seringkali manggung di meja makan sebagai menu sarapan pagi. Apalagi kalo duet dengan teh anget manis...hhm... Supaya gak bosan, biasanya saya padukan dengan sayur lodeh,  ketupatnya dijadikan sebagai pengganti lontong. 
Untuk sayur lodehnya, bikin yang simpel-simpel aja. Gak usah pake acara ngegym dengan ulekan. Cukup bawang merah, bawang putih, cabe keriting diiris tipis aja, Jahe dan Lengkuas cukup digeprek. Kemudian tumis, kalo ada Udang kupas di kulkas masukkan sedikit aja, tambahkan beberapa lembar daun salam. Masukkan santan encer-encer saja. Tunggu sampai mendidih. Baru masukkan sayirannya.

Untuk isi lodehnya bebas merdeka, silakan masukkan sayur yang disukai. Kalau tadi sih saya pakai Pepaya muda serut, daun Katuk, potongan Ubi Rambat dan Tempe. Biar tambah endes dan warnanya menarik,  saya tambahkan si mungil Rawit ke dalamnya. 
Oh iya, untuk lauknya saya masukkan telur rebus ke dalam lodehnya. Simpel kaan...jadi deh lonsay eh patri ( ketupat teri) ala-ala katupek samba Padang gitu...😄 Wuaaaaah....gegara nulis postingan ini jadi pengin  lonsay di pasar tengah plus salalauh yang mak nyooos rasanya. 😄
Perhatian sebelumnya...!!
Postingan ini gak ada kaitannya dengan malam Jum'at yaa...😄 Jadi ceritanya, selama dua hari ini saya busy happy,  menemani suami yang sedang cuti. Happy  dan seru banget bisa menemaninya wira wiri, ke sana sini. 
Nah...seharian tadi lidah saya kalap, menjejali perut dengan soto daging plus jeroan kemudian lanjut Nasi Merah Oma yang ada tulang stengkelnya.

Khawatir dengan si kolesterol yang terkadang suka mampir, meski mata udah lima watt saya pun membuat wedang uwuh ala Bunda Anna Anwar.

Sereh, Kayu Manis, Lemon dan tadi saya tambahkan sedikit Jahe yang digeprek kemudian diseduh dengan air mendidih. Diamkan sebentar, diminum selagi hangat. Cespleeeng....hangat😊

Kebetulan di kulkas ada banyak daun Pandan,  daun  dan buah Jeruk Purut. Oleh-oleh dari rumah Mak Mas. Ya sudah, daun-daun itu saya gunting agak kasar  kemudian tambahkan potongan kulit jeruknya. Diaduk jadi satu, taruh di dalam wadah terbuka, lalu saya letakkan di atas meja di kamar. Jadi deh, aroma therapi alami. Hihihi

Hhm...harumnya benar-benar bikin pikiran jadi rileks. Sst...saya kasi tau yaa, duluuu... aroma theraphy alami ini dibuat Mama seminggu jelang pernikahan saya untuk mengharumi kamar pengantin kami. 😍

Ada yang ingin mencoba,
Disilakan dengan senang hati....😊
Menjelang perayaan Imlek, di saat orang-orang pada sibuk belanja dan mempercantik rumahnya. Saya donk...gak mau kalah juga. Ikutan hunting diskon material dan heboooh pengin ngedandanin salah satu sudut rumah yang bakal disulap jadi pojok inspiratif buat nulis.

Secara pak suami udah bela-belain bikin meja kerja ala lesehan yang menghadap ke taman, kudu harus ditata apik kan...biar nulisnya makin semangat.

Nah...selain meubel, pemilihan warna untuk cat dinding rumah juga menjadi penting. Untuk memberikan kesan hangat, saya dan suami memilih warna kuning ke arah orange. Dengan sedikit variasi hijau kebiruan yang memberikan kesan tenang menyejukkan.

Aaah....belum-belum sudah terbayang betapa asyik dan nyamannya berlama-lama duduk di situ sambil bermesraan dengan my blue Asus...😍 Gimana ...ada yang pengin asyik juga. Yuuuk @shafirarahmani_ 
@marlenywati
@mila.famila

@letscolourid @liputan6
#DuluxCOTY19 #DuluxRioMotret
Bersama mereka, para blogger perempuan ... jiwa muda pun kembali menggelora untuk semakin berkarya...Happy Blogging😍
~ L❤VE  TEH ~

Saya itu yaa, dari dulu sampai sekarang suka banget minum teh. Dari jaman teh masih diseduh dengan air mendidih, menunggu kembang dulu daun tehnya dan berubah warna, disaring, baru deh disajikan. Hingga jaman now,  teh dikemas dalam kantung-kantung kecil dan hanya dicelup saja di air mendidih bisa langsung dinikmati,  praktis... Tapi saya juga suka looh...menikmati teh hijau atau teh tubruk Jawa yang biasanya disajikan dengan tea pot yang terbuat dari tanah liat dan gula batu sebagai pelengkapnya. Meski agak sepet tapi rasanya enak dan bikin seger. Apalagi kalo ditemani dengan sepiring pisgor atau tempe mendoan ...hhm... Selain rasa original, saya juga termasuk penikmat teh dengan rasa buah. Seperti rasa Mangga, blackcurrant, peppermint, Lemon, juga Lechee and Rose. Atau sesekali teh rasa original saya kasi potongan Kayu Manis , Jahe dan daun Mint segar. Jangan tanya rasanya, bikin segeer dan nagiiih... En for your information, buat kamu yang punya kebiasaan ngeteh, berikut ada beberapa manfaat minum teh secara teratur , diantaranya adalah menurunkan kolestetol, menyehatkan jantung, mengurangi nyeri, meringankan migrain dan menenangkan syaraf.

Apalagi kalo ngetehnya ditemani camilan enak, sambil mikirin eeh ditemani kamu... itu bikin bahagiaaa bangeet...#eaaaak...😍😘 Akan tetapi, bagi penderita maag seperti saya, tidak dianjurkan looh yaa untuk ngeteh di saat perut kita dalam keadaan kosong. Biar aman, diganjal aja dulu, tapi jangan pake batu bata loh yaa...terlalu keras. Hahaha...pakai jajan pasar alias  kue-kue kampung atau roti sudah cukup kog...😄 Oh iya, informasi dari sodara saya yang dokter juga dokter Tantik di negeri jiran, sangat tidak disarankan  minum teh sesudah makan berat. Tentang kenapa kenapanya...silakan googling atau searching aja yaa...hehehe...zuzzah ngejelasinnya.

En den, selain kopi, ngeteh itu juga salah satu minuman pemersatu bangsa eh keluarga. Kayak iklan salah satu teh di layar kaca itu looh. So, karena emak-emak adalah negosiator ulung di dalam keluarga, sebelum negoisasi dimulai,  ada baiknya pak suami tercinta disuguhi dengan secangkir teh rasa cinta, baru  deeh ..." mari kita bicara"...👍😍😄
Saya itu yaa...udah lamaaa banget bercita-cita pengin mengikuti jejak orang-orang yang berhasil menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-harinya.

Mulai dari jam tidur dan olah raga teratur, makan makanan yang sehat, no gula,no gorengan, no santan and no no yang lainnya.

Akan tetapi, selama tahun 2018 tidak satu pun yang berhasil saya lakukan. Namun, saya juga gak mau  berputus asa. Saya selalu ingat, bahwa sepasang mata kita diletakkan di depan agar kita tidak melihat ke masa lalu itu yang membuat niat saya menjadi bertenaga,  saya pun bersemangat lagi. Mulai membuat resolusi  untuk mulai makan yang sehat-sehat lagi. 💪😊 Saya harus siap untuk menggelengkan kepala dan say big-big NO to :
× Gorengan × Santan × Jeroan
× Kambing × Sapi
× Kikil
× Kerupuk
× Ayam × Udang

Hhm...ternyata membuat list itu menjadi kenyataan tidak semudah yang saya sangka. Setelah membacanya berkali-kali ,itu artinya saya harus say good bye kepada Tempe, Singkong, Cireng, gorengan Cirebon, trus es campur, Jenurai, sayur lodeh, gulai Kambing, Soto Betawi,Lontong sayur , Pecel Lele dst,dsb. Untuk merealisasikannya gak gampang looh...butuh perjuangan yang berat.😰 Dan ternyata nih...
Dimana ada ada niat yang kuat untuk menerapkan pola hidup sehat, di situ pastiii ada godaan untuk menggagalkannya. (( pastiii))😊 Gimana enggak, ajakan manis dari sang suami untuk sarapan di luar,akhirnya membawa kami menikmati pagi ditemani  sepiring Siomay Bandung dan secangkir teh hangat membuat saya lupa dengan Wortel,Timun dan daun Selada yang belum sempat dijuicer. Hahaha....bener-bener yaa...paraah kaaan...😄 Belum lagi ajakan bertubi-tubi dari Tantik untuk menikmati jajan es krim lah...pengin ini itulaah. Hadeuuuh....
Finally, hari ini gagal total semua. Duuuh..., ternyata pesona Siomay dan Es Krim begitu kuat hingga mampu merontokkan hati saya. 😄

Ya sudahlah...bersyukur aja ( Ini saran Tantik, untuk menepis rasa bersalah) makan makanan sehatnya mulai besok aja. 
I promise !!💪😍😄
Buah Manggis kalau dibuka
Putih isinya
Anak sekolah tidak boleh menangis.
Kalau menangis kotor pipinya.

#syair buah Manggis😊
Salah satu "me time" yang sangat saya sukai...😘😘
Ceritanya... Hari ini benar-benar edisi Wajan, panci dan ulekan time. Pokoknya bercengkrama di dapur aja judulnya.

Dan hasilnya, taraaa....jadi manggung juga Gule kambing dari (( dapurbundaelyza )) menjadi menu istimewa makan malam kami berdua.  Ssst ...ini baru kedua kalinya saya berhasil memasak gule kambing di dapur sendiri looh...setelah beberapa kali gagal...#gigit-gigit Lengkuas😄

Soal rasa, gak usah diragukan lagi. Lihat saja, semangkuk gule kambing ini ludes dalam sekejap dinikmati oleh cicipers setia. Selain enak, bikin nagiih katanya. Hehehe ~Alhamdulillah ~
Si Kapsul ijo nan sakti. Berkhasiat sebagai moodbooster di saat nafsu makan berkurang. Menunya sih sederhana. Tapi soal rasa, jangan ditanya. Apalagi efeknya... Sekali saya " HAH " saja, Mas S😍bisa langsung semaput seketika...😄😄😄
Dan...
Menghabiskan akhir pekan bersama sahabat-sahabat ROIS terasa spesial  dan menyenangkan ....😊
Apa yang terlihat di pideo ini bukan karena masa kecil kurang bahagia. Tetapi sebaliknya, mengenang masa kecil yang membahagiakan.

Gulali alias rambot mak nyonyah merupakan  salah satu camilan paporit semasa masih ingusan sampai ubanan. Hahaha

Ternyata di jaman modern ini proses pembuatannya sangat sederhana dan gampang. Siapkan tangkai untuk memegangnya. Kemudian diberi semacam double tip agar gulalinya lengkat. Kemudian,  masukkan bahan-bahannya ke dalam lubang yang terletak di tengah-tengah alatnya. Pencet tombol on, tunggu sebentar, trus putar-putar tangkai gulali dengan cepat sampai gula halus yang keluar habis. Asyiiiik.... Mas S😍 bilang, " Bun kalau kamu nanti jadi nenek, bakal disenangi cucu-cucunya." Hahaha....
Oops....eeeh....lhoooo...kog

Helloooow....
Perasaan beberapa hari topik pembicaraan kita masih seputar persiapan pilihan Tantik melanjutkan sekolah kemana. Bukan tentang calon menantu pilihan Ayah dan Bunda. 😄😄 Eike pun mendadak merasa tuwiiir...hiks😂😄
Ngaca duluuu aaah...!!! #efek sepok  ngerubuti alat ini bersama anak-anak kecil😍