BPPTKG

BPPTKG Follow

Official Account
Facebook : info bpptkg
Twitter : @BPPTKG

http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/

79,488 Followers  78 Follow

Share Share Share

Diskusi Merawat Ketangguhan #WargaMerapi.

Tepat satu tahun yang lalu, 21 Mei 2018, tingkat aktivitas #Merapi ditingkatkan menjadi Waspada setelah terjadi erupsi freatik beruntun yang dimulai pada tanggal 11 Mei 2018 disertai munculnya gempa tremor. Seiring dengan peningkatan tingkat aktivitas ini, BPPTKG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas manusia di dalam radius 3 km dari puncak. Dinamika aktivitas Gunung #Merapi yang naik satu tingkat ini secara tidak langsung berdampak pada penghidupan masyarakat yang menempati Kawasan Rawan Bencana III.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (#BPPTKG) sebagai bagaian dari satuan kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berinisiatif untuk menyelenggarakan diskusi publik bertema “Merawat Ketangguhan Warga Merapi” pada Selasa (21/5/2019). Acara ini dihadiri oleh warga masyarakat lereng #Merapi, pemangku kepentingan penanggulangan bencana di D.I. Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kab. Sleman, tokoh masyarakat, akademisi, Basarnas, dan komunitas pemerhati #Merapi.

#FGD_BPPTKG
Selamat sore #WargaMerapi,

Berikut ini Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 10-16 Mei 2019.

Tingkat aktivitas ditetapkan di tingkat Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018

#StatusWaspada
Selamat sore #WargaMerapi,

Berikut ini Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 3 - 9 Mei 2019

Tingkat aktivitas ditetapkan di tingkat Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018

#Statuswaspada
Selamat sore #WargaMerapi,

Berikut ini Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 26 April-02 Mei 2019

Tingkat aktivitas ditetapkan di tingkat Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018

#Statuswaspada
Selamat Hari Pendidikan Nasional, #WargaMerapi! 
Salah satu langkah mitigasi bencana Gunung #Merapi adalah dengan melakukan layanan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini. #BPPTKG sering menyelenggarakan acara pameran edukasi kebencanaan atau seminar umum bagi siswa sekolah dan masyarakat. Selain itu, siswa sekolah dan masyarakat juga dapat mengunjungi kantor #BPPTKG untuk melihat langsung sistem pemantauan #Merapi atau mengunjungi laboratorium geokimia.

#Hardiknas2019
#MitigasiMerapi
Selamat malam #WargaMerapi, 
Berikut ini kami sampaikan Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 19-25 April 2019. 
Tingkat aktivitas ditetapkan dalam tingkat Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018

#StatusWaspada
Jum'at, 26 April 2019, BPPTKG menyelenggarakan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 dengan melakukan simulasi evakuasi bencana gempa bumi dengan kekuatan 5.4 SR.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh pegawai BPPTKG beserta adik-adik TK ABA Lempuyangan yang kebetulan sedang berkunjung di BPPTKG. Kesiapsiagaan perlu dimiliki oleh setiap orang. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat melatih evakuasi pegawai dan pengunjung BPPTKG ketika terjadi bencana. Kecakapan dalam menanggulangi kebakaran juga didemonstrasikan oleh salah satu pegawai BPPTKG. Acara hari ini bekerja sama dengan PMI Kota Yogyakarta untuk memberikan pertolongan pertama pada korban bencana.

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita
#HKB2019
#BPPTKG
Wajib Latih Penanggulangan Bencana (WLPB) diselenggarakan di Dusun Kali Tengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman pada hari Kamis, 25 April 2019. 
Acara diikuti oleh 28 peserta dari warga Dusun Kali Tengah Lor, serta dihadiri perwakilan dari BPBD Sleman, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. 
Pelaksanaan WLPB ini terdiri dari penyampaian materi di kelas dilanjutkan dengan sesi praktik di lapangan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan lebih mengerti dan memahami ancaman bahaya erupsi Gunung #Merapi, serta mampu mempraktikkan pengetahuan dalam pengurangan risiko bencana sewaktu terjadi erupsi Gunung #Merapi. 
#MitigasiMerapi
#WLPB
#BPPTKG
SUMUR BOR UNTUK RAKYAT

Telapak kaki mengering, peluh tak terasa beriring turun dari wajah yang legam. Tiberius, lelaki paruh baya yang setiap pagi memikul beban di bahunya sering merasa lunglai terutama saat matahari mulai beranjak tinggi. Enam jeriken, tiga kali balikan menuruni tebing curam sepanjang hampir 60 meter untuk mencapai sumber air dari galian sederhana, bukan hal yang mudah bagi pria seumurnya. 
Tidak hanya Tiberius (50), hampir seluruh warga Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko,  Kabupaten Tote Ndao, Nusa Tenggara Timur melakukan hal yang serupa. Kebutuhan akan air jernih berbanding terbalik dengan ketersediaan di desa mereka. Keadaan geografis membuat air bersih menjadi langka, terutama kala kemarau tiba, saat beberapa sumber air yang berada dekat desa menghilang atau berkurang. 
Harapan warga datang ketika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi membangun sumur bor di Desa Bolatena, yang dapat melayani hingga 2800 jiwa.

Tidak hanya di Desa Bolatena, program pembangunan sumur bor oleh Badan Geologi Kementerian ESDM telah banyak dirasakan manfaatnya oleh desa lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.  Sejak tahun 2005 hingga tahun 2018, Kementerian ESDM telah membangun sebanyak 2.288 unit sumur bor dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun dan dapat melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa. Sepanjang tahun 2018, dibangun 506 titik sumur bor di 175 Kabupaten/Kota dan 55 titik sumur bor untuk pengungsi bencana Bali, Lombok dan Sulawesi. 
Pada tahun 2019 Kementerian ESDM kembali merencanakan pembangunan 650 titik sumur bor air bersih untuk masyarakat di daerah sulit air yang tersebar di seluruh Indonesia, terletak di 232 Kabupaten/Kota di 31 Provinsi. Dengan adanya program ini, diharapkan permasalahan sulit air bersih dapat dikurangi sehingga setiap warga Indonesia bisa mendapatkan haknya untuk menikmati air bersih.

Yuk Sobat, dukung terus #EnergiBerkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

#SumurBorUntukRakyat
#ProgramKerja
Selamat sore #WargaMerapi,

Berikut ini kami sampaikan Laporan Aktivitas Gunung #Merapi tanggal 12-18 April 2019. 
Tingkat aktivitas Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018. 
#statuswaspada
Menutup rangkaian peringatan Hari Kartini tahun 2019 ini kami menghadirkan salah satu pegawai Seksi Pengelolaan Laboratorium #BPPTKG.

Agung Sih Damayanti atau yang lebih akrab dipanggil Yanti ini sudah berkecimpung di laboratorium sejak 11 tahun yang lalu, bertugas melakukan analisis sampel air dan gas. Menurutnya, bekerja di BPPTKG sangatlah menyenangkan. Selain bisa bekerja bersama orang-orang hebat, juga memiliki tugas yang tidak biasa yaitu melakukan survey lapangan mengenai kegunungapian. Untuk melakukan kegiatan survey di lapangan tentunya diperlukan fisik yang kuat. Apalagi perjalanan yang ditempuh memiliki medan yang cukup sulit untuk dilalui.

Salah satu pengalamannya yang paling berkesan adalah saat mendaki Gunung Inerie Flores karena lapangan solfatara terdapat di puncak gunung tersebut. Menurut warga sekitar, sampai saat itu belum ada perempuan yang berhasil sampai ke puncak Gunung Inerie. Namun dengan perjuangan bersama tim yang juga terdiri dari staf perempuan lain, pada akhirnya ia bisa sampai ke Puncak Gunung Inerie. Menurutnya pengalaman tersebut sangat berkesan, ternyata perempuan jika memiliki semangat dan kemauan yang tinggi pasti bisa melakukan apa yang diinginkannya.

Dalam setiap pekerjaannya, beliau selalu teringat akan semangat daya juang dari RA Kartini. Di tengah keterbatasan yang dialami, RA Kartini tidak hanya memikirkan masa depan dirinya, namun juga masa depan perempuan–perempuan Indonesia. Bercermin dari sosok ibu kita Kartini, Yanti berpesan "Semua perempuan Indonesia jangan berhenti  untuk bermimpi, jangan pernah patah semangat, dan jangan berkecil hati jika ada anggapan perempuan itu hanya bisa bekerja untuk pekerjaan tertentu padahal ada banyak pekerjaan untuk perempuan asal memiliki kemauan dan semangat yang tinggi seperti RA Kartini" 
#HariKartini
#KartiniMitigasi
#KartiniGunungApi
Selamat sore #WargaMerapi, 
Sesi kali ini akan menampilkan salah satu perempuan tangguh yang meneliti Gunung #Merapi, yaitu Ibu Nurnaning Aisyah. Pada tahun 2018 kemarin, beliau baru saja menyelesaikan tugas belajar di Kyoto University, Jepang. Saat ini beliau kembali menekuni pekerjaan di BPPTKG dengan melakukan analisis data deformasi dan melakukan rekonstruksi deformasi Gunung #Merapi sejak pertama kali dilakukan pengukuran.

Bagi wanita yang akrab dipanggil Bu Naning ini, makna hari Kartini adalah hari dimana perempuan-perempuan dibutuhkan emansipasinya tanpa dibatasi perbedaan gender dan meninggalkan kewajiban dan kodratnya sebagai wanita. Pekerjaan yang digelutinya saat ini cenderung tidak biasa, namun beliau tetap berdedikasi dalam bekerja.

Menurut Bu Naning, setiap pekerjaan lapangan sangat berkesan dengan ceritanya masing-masing. Akan tetapi pengalaman yang paling berkesan adalah saat beliau pertama kali naik Gunung Ijen dan disaat itu beliau terjatuh berkali-kali. Dengan semangat tinggi, akhirnya beliau bisa sampai di puncak Gunung Ijen kemudian mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Latar belakang beliau sebagai seorang geofisikawan menuntut beliau agar dapat melakukan survey lapangan untuk memperoleh data. Geofisika merupakan ilmu yang tidak membedakan gender jadi siapa saja bisa mempelajarinya. Zaman dulu mungkin dianggap tabu bila bekerja diantara banyak laki-laki, namun sekarang bukan halangan lagi. Oleh karena itu, wanita dapat mengaplikasikan keilmuannya baik dikantor maupun di lapangan.

Pesan dari Bu Naning untuk perempuan Indonesia supaya tidak membatasi diri sendiri berdasarkan gender, kontribusi itu bisa diberikan kapanpun pada saat kita memang dibutuhkan.

#HariKartini
#KartiniMitigasi 
#kartinigunungapi