Cepy Hidayaturrahman

Cepy Hidayaturrahman Follow

Blogger. Food. Places. Family.

https://cepy.web.id/

112 Followers  166 Follow

Share Share Share

Disrupsi mengudak-udak peta bisnis di hampir setiap sektor. Memaksa impian-impian harus bergantian datang dan pergi.
--
Lanjut baca: bit.ly/menelanmimpi

#disruption #lifehacks #selfimprovement
Memulai kembali dari nol akun @cepybreak setahun lalu mulanya memang berat. Saat itu Instagram belum lama merilis fitur Insta Story yang menurut saya makin memudahkan kita pamer dalam sekejap, rentan merangsang syaraf iri dan dengki.
.
Sebab melelahkan untuk terus terkoneksi kesilauan feed & story berupa destinasi liburan di luar negeri, potret keluarga bahagia, achievement yang diperoleh figur-figur yang kita kagumi. Fear of missing out. Kalau tidak kuat iman, mungkin anxiety saya lama-lama terakumulasi menjadi depresi.
.
Namun November 2017 saya menemukan perspektif lain dari platform digital terutama Instagram sebagai media sosial dengan pengguna aktif terbanyak saat ini.
.
Semua berpulang pada objektif. Atau motif, atau katakanlah tujuan. Apa tujuanmu bermedsos? Sebagai tong sampah pikiran, pelarian dari penat pekerjaan, lapak berjualan, saluran promosi blog atau vlog, perekam jejak audio visual tumbuh-kembang anak, semuanya sah dikatakan sebagai tujuan.
.
Saya memandang Instagram sebagai kebebasan berkarya melalui media visual dan tulisan. Tanpa pretensi apa apa, keharusan untuk tampil selalu sempurna. Bos atau auditor tak berhak mengintervensi akun Instagram kita.
.
Berkarya adalah bertumbuh. Sehingga yang saya lakukan selama ini bukan berusaha membuat yang terbaik, namun terus berbuat yang lebih baik. Syukur-syukur kalau kontennya bermanfaat.
.
Alasan lain yang memperkuat saya untuk masih mengelola akun ini adalah Cikal yang lahir enam bulan lalu. Sebentar lagi dia akan tumbuh bersama keberlimpahan informasi yang begitu deras dan sulit untuk sekadar dibendung.
.
Sehingga saya merasa perlu mengetahui lebih dulu apa yang akan Cikal hadapi nanti. Saya ingin menjadi ayah sekaligus teman yang baik.
.
Terima kasih untuk apresiasi teman-teman di sepanjang 2018. Terutama untuk istri: @gioveny_  yang dari sejak awal nikah mendorong saya untuk membuat akun Instagram baru. Sebab katanya, keresahan dan perubahan itu pasti, jalanin dulu aja.

#2018bestnine #anxiety #familyfirst
Sempat bingung mau makan apa jelang magrib beberapa pekan lalu di Transmart Bogor, pada akhirnya kami memutuskan nyobain tempat makan yang namanya unik: Makan Ah.
--
Lanjut baca: bit.ly/transmartbogor

#foodpedia #foodblogger #kulinerbogor #foodporn #burgerporn
Selain menyesap secangkir kopi espresso di kafe bernuansa arsitektur industrial, memandangi senja di stasiun kereta mungkin sudah menjadi ungkapan yang terlalu mainstream saat ini.
.
Namun ketika melihat kereta singgah di stasiun dengan dengusan mesin lokomotif, kemudian melintas perlahan meninggalkan menuju destinasi terakhir, terlebih saat senja pamerkan gradasi jingga keemasan ke merah jambu, saya selalu terkenang seseorang.
.
Dia sosok yang kadang saya takuti, benci dan segani, namun semuanya terbalut oleh selimpah inspirasi. Semasih kecil, sering terlintas kekhawatiran: apa jadinya kalau dia meninggalkan kami?
.
Kekhawatiran itu tak datang sebelum kemarin, pada suatu dini hari di hari yang baik, sosok terbaik itu pergi dengan tenang. Meninggalkan yang menyayangi, menanggalkan ilmu-ilmu yang kian deras mengalir, menunggalkan Yang Telah Menciptakan.
.
Saya berdiri sendirian di ujung peron stasiun. Menabah-nabah diri untuk melambai ke ekor kereta yang kian melamur beranjak, membawanya pergi menuju destinasi abadi.

#memories #obituary #fatherandson
Bangunan Rumah Makan H. Sarbini tetap sama seperti terekam apik dalam romantisme ingatan: dinding berornamen keramik hingga plafon, meja-meja tua dan deretan kursi Chitose merah, serta lantai tegel merah yang semakin kusam menyerap jejak-jejak kenangan pengunjung, yang mungkin saat ini, pelanggan setia itu tak lagi sanggup untuk sekadar berjalan di atasnya, apalagi menikmati sate atau gulai kambing seperti masa sehat dahulu.
.
Sebelum beranjak pulang, pada suapan terakhir, rasa sate ini terasa belum sempurna, seakan ada yang kurang. Saya cuma sendirian di meja ini, tidak seperti momen-momen tercipta di meja sebelah, tidak seperti dulu, di mana saya selalu duduk makan sate berdua bersama Apa.

#memories #kulinercimahi #satemadura
#stories #fiksi #rain #kisstherain
Penganut mazhab apa pun, cebongers atau kampreters, tetap saja harus berbelanja kebutuhan sehari-hari ke pasar untuk dimasak sebagai penghuni tudung saji di meja makan masing-masing.
--
Lanjut baca: bit.ly/wajahpasar

#lokalitas #traditionalmarket #pluralisme #sharingeconomy #prosperity #streetphotography #humaninterest
Wajah nyata suatu daerah terhampar apik pada bingkai-bingkai galeri yang dinamakan pasar. Mulai dari metode marketing luar biasa dari tukang obat, wajah berminyak ibu-ibu belum mandi, rengekan anak kecil minta dibelikan perahu klotok dan burung pipit warna-warni.
--
Lanjut baca: bit.ly/wajahpasar

#lokalitas #traditionalmarket #sharingeconomy #prosperity #streetphotography #humaninterest
Di mana tempat yang paling jujur melukiskan wajah suatu daerah?
--
Lanjut baca: bit.ly/wajahpasar

#lokalitas #traditionalmarket #prosperity #streetphotography #humaninterest
Rasa sambal yang tersedia cuma-cuma dalam wadah oranye pada setiap meja mengingatkan saya pada sambal "Rumah Makan Sastra"; rumah makan kesohor di Cihaliwung, Padalarang pada era 80-90an. Manis, gurih, dan pedasnya cukup menggigit namun tidak semenyiksa sambal-sambal zaman sekarang yang memakai cabe Jawa warna oranye segede kelingking itu.
--
Lanjut baca: bit.ly/saungkuring

#foodpedia #foodblogger #kulinerbogor #kulinersunda #masakansunda #saungkuringbogor
Belasan tahun silam, ciri-ciri yang saya ketahui perihal restoran yang sebenar-benarnya dapat dikatakan restoran Sunda adalah luasnya pelataran parkir yang bisa buat main bola dan seabreg menu berlembar-lembar yang membuat kita bingung memutuskan pilihan.
.
Dan kehadiran akuarium berisikan ikan-ikan air tawar yang sekaligus menjadi bahan baku menu-menu di sana semacam ikan patin, gurame, bawal, maupun kakap air tawar.
--
Lanjut baca: bit.ly/saungkuring

#foodpedia #foodblogger #kulinerbogor #kulinersunda #masakansunda #fishandchips #saungkuringbogor
Mujur sekali kami datang pukul empat sore, tidak terlalu mepet waktu magrib. Sebab ternyata, semua meja reserved! Gila engga tuh? Bukan nyaris lagi, semua!
--
Lanjut baca: bit.ly/saungkuring

#foodpedia #foodblogger #kulinerbogor #kulinersunda #masakansunda #saungkuringbogor