Dahlan Iskan

Dahlan Iskan Follow

#dahlaniskan

http://disway.id/

19,149 Followers  7 Follow

Share Share Share

Museum Tenun. Ke lokasi ini Sabtu lalu saya ingat ke butik di Beirut Lebanon bulan lalu. Yang lokasinya di dalam gang sempit yang  berliku. Tapi yang datang dari berbagai negara. Kali ini saya juga masuk gang. Tapi di kota Ngawi. Juga  ada butik di dalam gang itu. Khusus untuk tenun Indonesia. Mulai dari Batak sampai Sumba. Dari Flores sampai Papua. Dari Kalimantan sampai Toraja. Dulunya butik ini di Jakarta. Penjahitnya dari Ngawi. Kini semua dipindah ke Ngawi. Tidak ada beda di Ngawi atau Jakarta. Di zaman online ini. Apalagi gang ini hanya 10 menit dari gerbang tol Ngawi. Pembelinya dari 30 negara. Semua didesain sendiri oleh senimannya: Oerip Indonesia. #dahlaniskan
Singa di Tahun Babi. Hari ini lapangan itu akan penuh sesak. Dengan atraksi Cap Go Meh. Seribu klenteng unjuk diri. Mengeluarkan dewa-dewa mereka. Diarak keliling kota Singkawang. Berakhir di lapangan itu: yang saat saya tinju kemarin masih sepi. Hanya dua singa raksasa siap menanti datangnya tahun babi. Sebagian rombongan Budha Tzu Chi tujuh jam di bandara Cengkareng. Berfoto-ria. Sebelum antri  meletakkan batu pertama pembangunan sekolah hebat di Singkawang. Ada juga yang lihat-lihat klenteng tertua di pusat kota. Meski ada yang tertidur dengan pulasnya. Klenteng itu akan penuh dewa hari ini. Dari segala penjuru. Cap Go Meh terhebat di dunia. #dahlaniskan
Kreatif Sampai Jauh. Lihatlah foto promo hidangan dim sum di salah satu hotel di Pontianak itu.  Menjelang Cap Go Meh ini. Kreatif sekali. Pengunjung hotel ingin berfoto di situ. Termasuk saya dan istri. Juga para jetset lokal di sana. Dim Sum tidak terpengaruh bagasi berbayar sekarang ini. Tapi duku terpukul. Tidak banyak lagi yang bagasikan duku ke Jakarta. Harga duku tinggal 5.000/kg. Pagi itu saya sarapan di pesantren baru Munzalan. Di bawah pimpinan kyai muda lulusan Gontor: Lukmanul Hakim. Setelah berjamaah subuh diminta  memberikan 'kultum'. Di sana 'kultum' bukan berarti 'kuliah tujuh menit' . Tapi 'kuliah terserah antum'. #dahlaniskan
Dapur Asli. Sengaja tidak sarapan dulu. Saat berangkat dari Surabaya ke Ngawi. Kemarin. Toh 1,5 jam sampai. Lewat tol baru. Di Ngawi ada pecel asli. Di pinggir kota. Makannya di dapur. Dapurnya di ruang makan. Betapa alaminya. Lihatlah foto-fotonya. Istri melayani pembeli. Dengan pincuk daun jati. Suami cuci-cuci. Satu porsi hanya Rp 3.500. Tambah telur dan tempe jadi Rp 6.500. Saya mencoba ikut goreng tempe. Ingat dapur di rumah saya waktu kecil. Di desa di Magetan. Pertama ke Jawa istri saya bingung. Bagaimana harus masak di dapur tanah seperti itu. Dia perempuan Kalimantan. Asyik juga duduk-duduk di teras warung bu Sri ini. #dahlaniskan
Ultah DisWay, Valentine, Capgomeh. Semua di Pontianak. Kemarin. Pekan Capgomeh sudah dibuka. Jalan Diponegoro ditutup seminggu. Lusa upacara buka mata naga. Lusanya lagi pawai naga. Hari berikutnya bakar naga. Seminggu ke depan Pontianak ramai sekali. Apalagi Singkawang. Saya diminta nulis nama. Dalam tulisan Mandarin. Di kertas merah itu. Sorenya di HUT pertama DisWay sekaligus peluncuran buku DisWay. Malamnya masih ada pesta durian. Lengkap. #dahlaniskan
Suka Kreatif. Saya suka sekali desain penanda toilet ini. Di bandara baru Jendral Ahmad Yani Semarang itu. Perhatikan betapa sederhana, nyeni tapi jelas. Secara keseluruhan desain bandara baru Semarang sangat menarik. Khas. Lain dari yang lain. Banyak air. Penanda bekas rawa. Lebih baik lagi kalau mangrove banyak ditanam di air itu. Cocok dengan karakter pantai di dekatnya. Saya jadi ingat sulitnya memulai bangun bandara ini. Lantaran lahannya yang milik militer. Alhamdulillah akhirnya jadi juga. Keren pula. Lama saya pandangi penanda toilet itu. Kemarin. Saat saya ke Demak. Menghadiri peresmian usaha pemotongan ayam. Saya begitu suka lihat bandara ini. Yang kurang suka adalah panjangnya antre di toilet itu. #dahlaniskan
Academy Resepsi. Lapangan basket DBL Academy di sulap jadi Ballroom. Untuk ultah pertama DisWay. Ternyata keren juga. Lebih 1000 yang menikmati sulapan ini. Robert Lai of Singapura bikin tawa ngakak di sebelah saya. Melinda Teja, si Big boss Pakuwon Jati pandai melucu. Bos kosmetik Salman Subakat bicara sukses Wardah. Bigboss kopi Kapal Api, Sudomo jadi bintang stand up sharing. Ada juga yang datang sambil minta dielus  perut hamilnya. Begitu bervariasi ultah ini. Bikin pengin segera ultah lagi. #dahlaniskan
Untung Kongres. Kalau tidak, saya tidak naik perahu ini. Menyusuri Kalimas. Yang membelah Surabaya. Yang sekarang bersih dan indah. Dari dermaga dekat  arena Kongres Serikat Penerbit Pers (saya ketua umumnya) di Siola Tunjungan ke kediaman walikota bu Risma. Seluruh peserta kongres dijamu makan malam. Dengan tari dan lagu. Termasuk dari remaja tunanetra dengan suara emasnya: Muhammad Hilbran. Yang ditemukan Risma di kampung Surabaya.  Sajian makannya: produk usaha kecil binaan walikota. Walikota yang luar biasa. #dahlaniskan
Selamat dan Maaf. Saya harus minta maaf pada seisi tuan rumah. Gara-gara saya mereka tidak masak babi. Untuk sajian malam tahun baru. Tadi malam. Di Taipei. Di Taiwan, katanya, menu babi tidak wajib. Mungkin untuk meredakan rasa bersalah saya. Yang wajib, katanya, ini ini ini ini: sayur sepanjang tahun, ikan, ayam, huo guo. Sayur untuk doa panjang umur. Ayam dalam bahasa Hokkian 'ke'. Sama dengan 'ke' untuk rumah. Doa kerukunan rumah tangga. Ikan sebagai doa banyak rejeki. Huo guo, semacam shabu-shabu, doa untuk kebersamaan. Total 12 masakan tadi malam. Baru makan siang hari ini harus ada mie. Kebetulan, katanya lagi, keluarga kami juga tidak minum alkohol. Mudik lebaran di Taiwan pun sampai tidur di luar stasiun. #dahlaniskan
Jumat Berkah Taichung. Masjid di Taichung (台中) Taiwan ini menyediakan makan. Sampai khotbah sudah dimulai pun masih ada yang lahap. Tadi saya salat Jumat di situ. Khotbahnya bahasa Mandarin.  Banyak sekali  mahasiswa Indonesia. Ada yang dari Politeknik Bandung. Dua mahasiswi fisika UGM, pekerja dari Padang, Ponorogo, Banyuwangi. Mahasiswa S3 Unair. Kumpul. Foto-fotonya lebih lama dari Jumatannya. Kangen-kangenan. Ketua masjid itu, Ali Ming Jun Chang (张明峻) mengatakan ada 20 ribu muslim asli Taichung. Menjadi 60 ribu setelah banyak orang Indonesia di sana. Semula ada makan gratis untuk semua. Sejak jemaah membludak jamaah diijinkan jualan di teras masjid. #dahlaniskan
Barat-Timur. Baru sekali ini saya saksikan: tari kecak  Bali dikolaborasikan  tango Amerika Latin. Dengan sangat padunya. Kok bisa bagus. Undangan bertepuk gemuruh. Di peresmian hotel baru Apurva Kempinski Bali. Minggu malam lalu. Di daerah Sawangan, Nusa Dua. Di antara hotel  Mulia dan Ritz Carlton. Penari tangonya Valencia dan Vincent. Yang terbaik di Indonesia saat ini. Ada pula kolaborasi tari Bali dan dansa ballroom. Yang dibawakan juara dunia 10 kali berturut-turut.  Arunas Bizakas dan Katusya Demidova. Asli Lituania. Yang sudah jadi warga negara Amerika. Malam itu tampil juga penyanyi internasional kita. Yang kelahiran Singapura: Lea Simanjuntak. Hotel Kempinski itu sendiri sangat unik dan megah (dalam bahasa sansekerta disebut Apurva). Di atas lahan lebih 20  hektar. Milik grup Wing/Mie Sedaaap. Arsitekturnya gabungan antara Bali dan Jawa. Sangat wow. #dahlaniskan