Halimi Zuhdy

Halimi Zuhdy Follow

MerinduNya, Password dari Penghambaan
I MencintaiNya, Puncak dari keimanan I

http://halimizuhdy.com/

3,462 Followers  128 Follow

Share Share Share

"Carilah ilmu walau ke negeri China" Kini banyak orang-orang China mencari ilmu di Nusantara.  Ada yang di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang (gambar di atas) , selain orang-orang China, juga ada dari Thailan, Malaysia,  dan beberapa negara lainnya. .
.
(.MENENGOK FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA KE DEPAN) @halimizuhdy3011

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2011, saya  mengikuti seminar Nasional dan Pertemuan Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab (ADIA) III se-Indonesia di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan tema yang diusung adalah “Integrasi Ilmu-ilmu Ke-Adab-an dengan Ilmu-ilmu Budaya-Humaniora, Peta dan Peluang Pengembangan Ilmu Ke-Adab-an, Potret Kekinian Ilmu-ilmu Ke-Adab-an, dan Konsorsium Prodi".
.
Saya melihat banyak kegelisahan dan keresahan di kalangan mahasiswa Fakultas ADAB, terkait dengan masa depan mereka, mau kemanakah mereka setelah lulus dari fakultas Adab (kalau di UIN Maulana Malik Ibrahim  Malang, adalah Fakultas Humaniora, di dalamnya ada jurusan Bahasa dan Sastra Arab dan Sastra Inggris), Kegelisahan itu berangkat dari sebuah gebrakan dunia tentang dunia kerja, dan kebanyakan universitas sekarang lebih mengedepankan jurusan-jurusan yang langsung menjanjikan kerja, dan hal tersebut memang dibutuhkan masyarakan sekarang. Seperti; Fakultas Pendidikan, Administrasi dan Bisnis Management, Psikologi, Keperawatan, Ekonomi, Marketing (Public Relation), Ilmu Komputer/ Teknik Informatika dan lainnya rata-rata semua memproyeksikan agar mahasiswanya langsung dapat kerja.

Dan dekade terakhir ini, di berbagai universitas yang di dalamnya terdapat fakultas Adab (terutama yang jurusan Sejarah Perdaban Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Jurusan Tarjamah dan Ilmu Perpustakaan Islam) rata-rata mahasiswanya berkurang, walau bersifat fluktuatif. Namun, di dua jurusan Sastra Inggris dan Bahasa dan Sastra  Arab, cenderung naik, di BSA dan Sasing UIN Malang, setiap tahunnya, peminatnya lebih dari dua ribu peserta. Tidak hanya dari dalam negeri, tapi dari beberapa negara,  seperti; China (gambar di atas), Thailan, Malaysia, Libia, dan lainnya. Lengkapnya: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213731618113893&id=150888080
Janin, Jin, Majnun, dan Jannah
(Kajian 12, Analisis Bahasa Arab) 
@halimizuhdy3011

Bahasa Arab disinyalir sebagai bahasa tertua dan satu-satunya bahasa yang tidak punah, dari bahasa-bahasa yang pernah hidup semasa dengannya. Ia tidak hanya berumur 1400 tahun ketika Al-Qur'an diturunkan, tapi sudah ribuan tahun sebelumnya, bahkan dianggap menjadi bahasa Nabi Adam AS. .
.
Ketika banyak bahasa Ibu sudah  tergantikan, seperti;  Bahasa Afrika, Asia Fasifik, Amerika Selatan, Amerika, Ethiopia dan bahasa yang berada diberbagai belahan negara atau benau lainnya hanya tinggal cerita, dan dimusiumkan. Namun, bahasa Arab, terutama yang digunakan oleh Al-Qur'an masih utuh, tidak ada perubahan, bukan kemudian kaku, namun ia terus berkembang dengan indah sesuai dengan kadar lerubahannya. .

Dan Bahasa Ini, bukan hanya sebagai bahasa biasa, yang tumbuh dan berkembang satu persatu sesuai kebutuhan, tapi bahasa ini (Arab) adalah bahasa yang ilmiah (saintifik), yang dapat dirunut sampai ke kata awal, dan kata paling awal, dan setiap kalimat-kalimat  yang muncul dapat merujuk pada akar (judzur) kata yang sama atau kata tertentu. Seperti; Din (Agama), Dain (Hutang) , Dunya (Dunia), Madinah (kota) , Dayyan (hakim), dan kata yang berdekatan lainnya. .
.
Kata-kata tersebut di atas, tidak hanya memiliki makna tersendiri, namun memiliki keterkaitan  makna dan maksud. Insyallah, akan penulis analisis pada kajian berikutnya, 19. 
Kali ini, penulis hadirkan 4 kata, *"Janin (Janin), Jin (Jin), Majnun (Gila), dan Jannah (Surga)"*. Kata yang lain yang memiliki satu akar adalah; Jan, Majjanan, Jani, Jinayah, Majun, junun dan lainnya.

Dalam kitab Mufrodat, "Raghib al-Ashfahani", bahwa kata, "Jan" adalah tutup (satr) atau tertutupnya sesuatu dari panca indra, maka, kata "Jannah (Surga, kebun)" maknanya "tertutup", ia tertutup oleh rerimbunan pohon, karena banyaknya pepohonan, bunga-bunga dan lainnya yang berada di dalamnya. Kata "Janin (Janin)" juga bermakna "tertutup", karena ia tidak mampu dilihat oleh mata telanjang, bahkan oleh alat canggih pun, ia masih samar, walau kadang bisa ditebak.
. 
Lanjut komen...
Memekak Keheningan Malam 1 Rajab

Di bulan-bulan haram itu, doa-doa terpanjatkan, harapan-harapan diuraikan, kepala disujudkan, punggung-punggung dirukukkan. Harapan itu benar-benar terwujud nyata, suara tangis bayi yang diprediksi lahir tanggal 6 Maret 2019, tidak nyata, ia memilih sendiri tanggal yang tepat untuknya, sebagaimana Allah menetapkannya pada masa Azali.
.

1 Rajab, Malam Jum'at, Jam 02.00 dini hari, tangisan itu membuncah, bersamaan dengan takbir sang bunda "Allah Akbar" dengan lafal yang selalu terlantun "Ya Qawiiyu Ya Allah", hanya beberapa menit biidznillah, ia lahir kedunia di bulan Haram, sebagaimana lahirnya kakak-kakaknya di bulan haram pula, 17 Ramadhan, 29 Sya'ban, demikian pula Bundanya. .
.
sedangkan kakaknya yang pertama memilih 1 Rabiul Awal (1 Maulid), sebagaimana kelahiran sang Nabi Allah di bulan tersebut. Sama dengan tanggal di mana, penulis lahir. Di Rahim; keberadaannya, jenisnya, waktunya, adalah bagian dari Mafatihul Ghaib (Kunci Rahasia) Allah. .

Terima kasih Ya Rabb, anak ke-4 lahir dengan indah, seperti gemerlap gemintang yang hadir di tengah malam, ia hadir pula dengan segala harap, menjadi qurrah a'yun (penyejuk hati) dan lil muttaqina imama (pemimpin orang bertaqwa). Terima kasih pula segala doa yang terpanjatkan dari para gurunda, kyai asatidz, saudara, teman, santri, dan lainnya.
.
Beberapa universitas di Saudi Arabia memberi beasiswa penuh (PP, tempat tinggal, dll), dan untuk ukuran timur tengah, Saudi yang paling banyak memberikan beasiswa, tidak hanya sebagai Thalib, tapi juga menerima  Bahist (dengan membiayai seluruh kehidupan di Saudi demikian juga keluarganya). Berikut persyaratan dan prosedur pendaftaran Program Pasca Sarjana di King Saud University, Riyadh
.
Secara umum pesyaratan yang dibutuhkan untuk pendaftaran adalah sebagai berikut,

Untuk program master/S2:

Paspor
Ijazah S1 dan Transkrip
TOEFL, IELTS (Tergantung jurusan yang diambil)
Rekomendasi dari 2 dosen
.
Untuk program doctoral/S3:

Paspor
Ijazah S2 dan Transkrip
TOEFL iBT 61 (atau yang setara), IELTS 5, STEP 81 (STEP hanya ada di Saudi Arabia, diadakan oleh Qiyas)
GRE (151 Quantitative Reasoning) atau test “Qudrat Jam’iyah” (Test ini hanya di Saudi Arabia, diadakan oleh Qiyas)
Rekomendasi dari 3 dosen

Selengkapnya di:....
.
http://ppmiriyadh.com/persyaratan-dan-prosedur-pendaftaran-ksu-s2-dan-s3/
.
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Arab Ke 65
(BSA Fak. Humaniora UIN Malang Bersama MGMP Kab. Mojokerto) .
"Gratis bagi guru non-PNS" kalimat yang termaktub dalam pengumuman Workshop Bahasa Arab Mojokerto cukup menarik perhatian kami. .

Tidak harus selalu mahal untuk mengikuti workshop, apalagi membayarnya. Gratis tidak pula meniadakan kualitas, mahal berkualitas pantas, tapi gratis berkualitas itu yang dapat memantaskan, apalagi terkait dengan pemberdayaan guru Bahasa Arab, bahasa yang wajib dipelajari. .

Pegalaman TIM BSA memasuki beberapa daerah ketika melakukan workshop bahasa Arab, ada yang selama 40 tahun tidak pernah ada workshop bahasa Arab, "Baru ini yang pertama kali", kata Kasi di salah satu daerah. Karena TIM BSA selain di kota-kota besar, juga sering di Madrasah-madrasah, Pesantren, Sekolah Umum di daerah-daerah pelosok.
. 
Kali ini, MGMP Kab. Mojokerto bekerjasama dengan BSA Fak. Humaniora UIN Malang mengadakan Workshop Bahasa Arab dengan Materi: 1) Strategi Pembelajaran Bahasa Arab, 2. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, 3. Isu isu terkini pembelajaran bahasa Arab kontemporer, 4. Pembelajaran bahasa Arab yang aktif dan interaktif, 5. Media pembelajaran bahasa Arab berbasis IT, 6. Praktek Pembuatan Media Pembelajaran Bahasaahasa Arab, 7. Pembuatan Soal Bahasa Arab berbasis HOTS, 8. Focus Group Discussion

Bersama  Narasumber: Dr. M. Faisol, M.Ag, Dr. H., Halimi, M.Pd., M.A, Dr. Nur Qomari, M.Pd, Moh. Zawawi, M.Pd, Khafid Roziki, M.Pd, Arif Rahman Hakim, M.Pd.I, Anwar Masadi, MA,  Khairul Anas, SS "Bahasa Arab itu harus selalu ada dan harus diperjuangkan, apalagi mayoritas di Indonesia adalah Umat Islam, yang harus memahami Bahasa Arab" kata Perwakilan Kementerian Agama Kab. Mojokerto. .
.
"Di Negara Finlandia, pembelajaran bahasa Asing ditekankan kepada pelafalan (kalam), dan media di sana, menggunakan media-media sederhana (kertas, dll) bukan IT, dan luar biasa hasilnya, dan pembiasaan berbahasa diberbagai tempat (lingkungan/Bi'ah)" Kata Koord. Pengawas Mojokerto, Bpk Zainuri.
.

Jumlah peserta yang sebelumnya dibatasi 35 guru, ternyata lebih dari 100 peminat, namun....
Sastra Indonesia, Mengapa Tidak Mendunia? 
@halimizuhdy3011

Tema di atas, selain menjadi judul, juga ingin mencari jawaban, "Mengapa"?. Pertanyaan ini dimunculkan oleh  Azhar Ibrahim, Ph.D.  Dosen  NUS (National Universty of Singapore), ketika menyampaikan seminar tetang, "Mendekati Sastra Indonesia: Persaingan Ideologi, Pergerakan dan Intelektualisme"  yang diselengarakan oleh Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang..
.

Yang paling saya ingat, ketika ia mencoba menguraikan beberapa pemikirannya tentang perkembangan Sastra Indonesia dan tidak adanya gaung di pentas dunia, adalah; 1) Kebanyakan sastra Indonesia tidak mengangkat tentang kemanusiaan, kecuali beberapa saja. 2) Para penelitinya, lebih mementingkan teori/prespektif dari luar, dari pada mengungkit dan mengangkat masalah yang ada di Indonesia, seakan-akan belajar teori bukan isi dari yang dikaji. 3) Jarang karya sastra Indoensia diterjemah keberbagai bahasa Asing, terutama Inggris, kecuali beberapa saja.
.
Menurut Dosen Sastra Indonesia di Singapur ini, Bahwa Sastra Indonesia sebagai Sastra Duniabila membincang 1) Pergolakan manusia dalam sejarah – menempuh tahap sejarah; feudalism, kolonialisme, nasionalisme, globalisme, 2) Perkembangan negara dan masyarakat membangun – kemiskinan, kelas menengah, demokratisasi, autoritarianisme, 3) Pemikiran dunia Islam – persaingan dalam dan pengaruh luar; tradisionalisme, reformisme, revivalisme. Ini sebenarnya bisa menjadi kunci Sastra Indonesia untuk lebih dikenal di Dunia.
. 
Azhar Ibrahim, selain dosen di NUS dan Lulusan Swiss ini, ia juga penggiat Sastra Indonesia di Asia tenggara, dan mungkin satu-satunya dosen Sastra Indonesia di Singapore. Ia sangat mengagumi Indonesia dan sastranya, karena selain kekayaan budayanya, juga pengalan kesusastraannya yang sudaj cukup lama. Maka, sastra Indonesia penting untuk dipelajari, dengan;1) Mengenali dan menilai pemikiran dalam ranah budaya, tentang manusia, masyarakat, politik, ekonomi, agama, tradisi, 2) Meninjau pengungkapan estetis dengan eksplorasi bentuk, gaya, bahasa, 3) Memahami gaya pemikiran dan gaya kesenian yang menpengaruhi, yang tersudut dan yang ...
Badai Datang, Bergembiralah!
(Selalu Ada Keindahan)
@halimizuhdy3011

Bila badai itu menghantam bahteramu, bergembiralah! barangkali, ia akan menghantarkan bahtera itu lebih cepat ke dermaga.

Atau mungkin, bahteramu luluh lantak,  dan tenggelam di dasar laut, kau pun tenggelam, Tetaplah gembira! Barangkali kau kan menemukan kemilau mutiara.

Atau, badai itu sudah menghancurkan bahteramu, kau tidak sampai ke dermaga. Atau, kau tenggelam, tidak pula menemukan kilau mutiara itu. Bergembiralah! barangkali kau mampu memetik pengalaman, dan semakin dekat dengat Allah, betapa lautan yang Allah ciptakan "menyimpan banyak rahasia", kau akan  tahu, Allah itu maha kuasa.

Atau, kita tak menemukan apapun dalam rahasia badai, kita benar-benar menghilang dan nafas pun menemui Allah, insyallah kau syahid, maka surga yang kita temukan. Insyallah. 
Selalu berfikir indah dalam situasi apa pun, maka akan selalu indah karena, Allah swt selalu memberikan kejutan-kejutan dalam setiap badai kehidupan kita, maka tersenyumlah selalu!! ( عسى ربُنا أنْ يُبدلنا خيراً منها )

Tak akan pernah ada sakit yang menua, ia hanya sebuah cara untuk menjadi lebih dewasa, maka *tersenyumlah!!*. Bila obat itu memahit, karena manisnya hidup setelah sakit. Resapilah setiap pahitnya, kau kan tersenyum setelah sembuhnya. .
.

Salam Rindu
IG: @halimizuhdy3011
Www.halimizuhdy.com
Jadilah Lembah, Agar Air Melimpah
@halimizuhdy3011 .
.
"Janganlah sombong dengan Al-Qur'an, ia akan menjauh" Kata Dr. M. Afifuddin Dimyati dalam Muhadharah Ilmiah yang bertema "As-Simat al-Balaghiyah wa al-Adabiyah li Asalib al-Qur'an" di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fak. Humaniora UIN Malang.
. 
Kata-kata yang cukup menarik untuk direnungkan bagi yang ingin mendalami, menyelami, dan berbahtera dengan al-Qur'an, apalagi yang ingin terus disinari al-Qur'an.
.

Bila memiliki ilmu untuk mengkaji al-Qur'an, dari aspek apa pun, maka berbaik-baiklah dengannya dan merendahkan hati di hadapannya, agar ia tidak menjauh. Menjauh untuk memproleh syafaat, menjauh dari kemuliaannya, menjauh dari hidayat, mungkin ia hanya menjadi wacana, namun tidak menjadi tindakan. Atau pintar dalam mengulitinya, namun jauh dari petunjuknya. .
.
"Al-Qur'an itu antik,  dengan bahasa Arabnya, yang tidak dimiliki bahasa lainnya" kata Gus Awis (panggilan Dr. M Afifudin Dimyathi), "Dan Bahasa Al-Qur'an itu indah, bukan hanya menurut orang Arab, tapi selain Arab juga mengakuinya, tentunya bagi yang memahaminya, dan sampai hari ini tantangan al-Qur'an itu masih berlaku, namun tidak ada yang mampu menandinginya" lanjutnya.

Maka untuk mendapatkan guyuran Al-Qur'an; kemuliaannya, keindahannya, syafaatnya, obatnya dan hudannya, jadilah seperti lembah, ketika turun hujan, airnya akan melimpah. Betapa Al-Qur'an sebagai mu'jizat itu akan datang kepada mereka yang merendahkan hatinya dan melapangkan jalannya, ia bukan seperti buku atau kitab lainnya, setiap hurufnya adalah ibadah, apalagi mampu menjadikannya sebagai gerak dalam hidupnya, ia akan mengantarkan pada kemuliaan. .
.
"Tafsir itu akan semakin menggunung, bahkan ada tafsir sampai ratusan jilid" kata pengarang Al-Syamil Fi Balaghatil Qur'an ini, "Karena manusia semakin tidak banyak memahaminya, dan mungkin menjauh darinya, sehingga butuh penjelasan lebih, dan keindahan al-Qur'an itu tidak akan pernah habis, bila ada yang sudah menkaji dari aspek A, akan datang lagi yang menkaji B, dan seterusnya, tidak akan pernah selesai" lanjutnya. .

Lanjut dikoment...
Alhamdulillah beberapa bulan terakhir, ada tiga buku yang telah termaktub, ada yang diukir bersama, ada yang diukir sendiri. .
.
"Berkarya Tanpa Henti" sebuah slogan atau syi'ar yang harus selalu digaungkan. Bagai Nabi Ibrahim yang membangun ka'bah, dikenang dengan telapak kakinya (Maqam Ibrahim), bagai sebuah rindu Nabi Adab dan Hawwa' yang dipertemukan dalam cinta, tercipta monument Jabal Rahmah, apapun monumen itu adalah sebuah syiar. Bagaima mana bila memonumenkan hidupnya dengan karya untuk anak cucunya?. .
.
Ada yang berkarya dengan; lukisannya, ukirannya, tulisannya, dan lainnya, bila semuanya memberikan syiar  keindahan, keagungan, kehebatanNya, bukankah termasuk pada sebuah Ayat Kauniyah yang Allah berikan? Yang akan menjadi tanda sejarah setelahnya. Kalau gajah mati meninggalkan gadingnya, kalau manusia meninggal, meninggalkan apa-nya? .
.
Sebuah renungan untuk diri sendiri.....
(Tentang Hujan dan Malaikat Mikail)
@halimizuhdy3011

Sepertinya tidak ada yang aneh tentang hujan, bermula awan, rintik, kadang angin menyapa lembut, hujan datang berdendang. Bahkan, ada yang tidak peduli dengan kedatangannya, bila ia bertandang, payung siap menghadang.

Kehadirannya, dari rintiknya, menyapa siapa, menghanyutkan apa, berada di mana, kapan, dan berbetuk apa, semuanya telah dicatat di Lauh Mahfud oleh Allah 50.000 tahun sebelum kelahiran bumi dan langit, sebagaimana yang lainnya.

Turunnya dikawal langsung oleh Malikat Mikail, sebagaimana dalam Ibnu Kastir. Dengan dibantu oleh Malaikat-malaikat lainnya. Ia, tidak serta merta turun, ia berproses cukup panjang dan rumit; pembentukan angin, pembentukan awan, kemudian turun hujan ((Q.S. Ar Rum:48 dan Q.S. al Nur:43)

Anehnya, ia jatuh dengan buliran-buliran indah, seperti mutiara yang menyapa bumi. Walau kadang seperti buliran besar, namun tetap saja buliran, indah. Bagaimana kita bisa membayangkan, dari ketinggian luar biasa (langit) ia tetap jatuh serupa (berbentuk bulirdan lembut), sedangkan bila kita menuangkan air dari ketinggian, maka akhirnya menyatu padu. Maka, tidak satu bulir pun air yang jatuh di suatu tempat, tanpa pengawasan dan kerja Malaikat Mikail dan yang membantunya. Atas Izin dan Perintah Allah. .
.
“Tiada seorang pun mengetahui kapan diturunkannya hujan, di malam hari ataukah siangnya”. Kata Imam Qataadah. Ia termasuk rahasia, dari lima yang dirahasiakan Allah; isinya rahim seorang Ibu, esok apa yang akan terjadi, esok apa yang akan diperbuat dirinya, di mana nyawa berhenti berdetak, dan kapan derai hujan menyapa bumi. Hujan,  rahasia paling rahasia, ia  yang disebut dengan “Mafatihul Ghaib” (Kunci Ilmu Ghaib). .
.
Sedangkan; guntur, petir, dan kilat, yang kadang menghantar hujan, juga kadang dianggap biasa. Sebenarnya sudah dibahas oleh Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad Lil Bukhari (H 262), pada bab “Idza Sami’a al-ra’du”. Sesungguhnya guntur adalah suara (gelegar) Malaikat ketika Hujan, laksana pengembala yang menghalau (dengan suara) kambingnya.

Dalam al-Qur’an, ia tertera dua kata, “Mathar” dan ‘Ghaits”, Mufassir ada yang menggap satu arti, .
.
lanjut dikomentar...
#Repost from @puisi_arab with @regram.app ... .

Bila tak pernah menyebutnya (dzikir), apakah masih dikatakan cinta?. Bila, tidak bertambah rindu, setelah jarak membatasinya, apakah masih ada cinta?. Bila rindu, tak bertambah setelah ada jarak semakin jauh, apakah masih ada ruh cinta?. Bukankah, tanda cinta bila ketiadaanya, pedih rindu memeluknya.

Bila kau tak bertambah rindu dalam sebuah jarak, berarti tak ada cinta, pembuktian cinta, bila ketiadaannya, semakin menggetarkan.... @halimizuhdy3011 .
.
.
Jangan lupa add ya 
@puisi_arab

حساب يستحق المتابعة :

@puisi_arab 
@puisi_arab
. . .#حليمي_زهدي  #الادب_العربي #الأدب_العربي_المعاصر #الشعرالعربي #كلمةرائعة  #الشعر #قصيدة #جميلة #اقتباسات #عرب_اندونيسيا #حبً_الشعر العربي #نحب_الشعر #حليمي_زهدي #احب_شعرا .
.

#halimizuhdy #puisiarab #sastraarab  #kalimatindah #sastraarabmodern #bsa_uin_malang #adabaraby #adabmodern #bsa_arab #puisi_arab #puisi #cintapuisi_arab #sastraarabmodern #halimizuhdy #sastraarab
Kerja Sama
@halimizuhdy3011
.

Kerja itu; melakukan, berbuat dan bertindak. Bila ia bertindak sendiri, maka hasilnya juga tidak jauh dari kesendirian (sektor terbatas). Bila bekerja sendiri, dengan dua tangan, dua mata dan satu kepala, maka hasilnya juga tidak jauh-jauh dari hasilnya.. .
.
Kerja sendiri seperti menyapu dengan satu lidi, selain cepat patah, juga sulit bersih. Maka agar sesuatu itu menjadi lebih baik dan kuat, harus ada kerja bersama (kerja sama). Untuk hebat, maka tidak bisa sendiri, karena ia pasti membutuhkan jaring-jaring lain untuk menangkap lebih banyak. .

Bila ada orang yang merasa bisa menyelesaikan sendiri, pada hakekatnya ia tidak sendiri, ia bersama orang lain. Bila merasa sukses tanpa bantuan yang lain, disanalah kesombongannya, adakah yang bisa dilakukan sendiri?. Apalagi seorang pemimpin, dengan idenya, kecerdasannya, kekuatannya, pengaruhnya, kemudian dia berhasil dengan memggunakan kata"Aku" bukan "kita", disanalah keegoisannya. Karena, tidak ada ide yang mampu direalisasikan tanpa sepi dari bantuan siapapun atau  apapun. .
.
Betapa kerja sama itu sangat penting, sehingga Al-Qur'an menggunakan kalimat, "Wa Ta'awanu 'alal birri wataqwa", saling (bekerja sama) dalam membantu, menolong,  kebaikan, "Aun" bermakna "Aldhair fi Alamr".
.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahihnya, Rasulullah bersabda: "Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” Tidak ada seorang pun, bahkan kelompok tertentu yang dapat menggapai kesuksesan, tanpa sebuah kerja sama. .
-------------------------------------------------
Ket Gambar: Bersama Dekan Kulliyah Lughah  wa Tarjamah Prof. Dr. Thoha Ibrahim Alhadar Membahas kerjasama dengan Kulliyat Uni. Al-Azhar Kairo Mesir (tahta riasah: WR III UIN Malang, umada', dll) di UGM Jogjakarta. .
. .