Hasan Prayoga

Hasan Prayoga Follow

الغربا

1,940 Followers  248 Follow

Share Share Share

Jikalau Anda telah bersungguh-sungguh berdoa dan memohon kepada Allah SWT., namun belum kunjung jua dikabulkan-Nya, maka janganlah berputus asa.
.
Teruslah berdoa dan berusaha, Dia telah menjamin pengabulannya.
.
Dalam al-Qur'an al-Karim dijelaskan:
.
"Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu..." (QS. Ghafir: 60).
.
Biasanya, ketika menginginkan sesuatu maka kita akan sungguh-sungguh berdoa kepada Allah SWT., bahkan setiap detik akan dimanfaatkan untuk berdoa kepada-Nya.
.
Hanya saja, terkadang keinginan kita itu tidak segera dikabulkan-Nya.
.
Jikalau hal ini terjadi maka janganlah gampang berputus asa dan berprasangka buruk dengan berpandangan bahwa Allah SWT. tidak mengabulkan doa Anda, atau Dia tidak mencintai Anda.
.
Tidak, sekali lagi tidak. Dia mencintai para hamba-Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
.
Allah SWT. pasti mengabulkan doa Anda.
.
Hanya saja, terkadang Dia tidak memberikan sesuatu yang sesuai dengan permintaan Anda, namun yang diberikannya adalah yang terbaik buat Anda.
.
Ingatlah, Dia adalah Tuhan Pencipta Anda, dan Anda hanyalah hamba yang diciptakan oleh-Nya. Seorang pencipta lebih tahu tentang yang terbaik bagi hamba-Nya.
.
Jikalau Anda menginginkan A, dan itu baik menurut pandangan Anda, sedangkan Allah SWT. mengetahui bahwa itu tidak cocok bagi Anda, maka Dia akan memberikan gantinya yang lebih baik.
.
Bisa juga, Dia memberikan sesuatu yang Anda inginkan, namun waktunya diundur.
.
Sebagai seorang hamba, sebenarnya kita tidak ada hak untuk mengkritik sesuatu yang diinginkan-Nya.
.
Semua yang ditakdirkan bagi hamba-Nya adalah kebaikan. Terimalah sesuatu yang diberikan-Nya, dan janganlah berburuk sangka.
.
Belum tentu sesuatu yang Anda anggap baik, juga baik dihadapan Allah SWT. Dan, belum tentu juga sesuatu yang Anda anggap buruk, buruk pula dihadapan-Nya. Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui dan Menguasai segala sesuatu.
.
.
.
#janganputusasa
"Istirahatkan dirimu untuk mengurus (urusanmu sendiri). Sesuatu yang telah diurus oleh selain untuk dirimu, maka engkau tidak perlu lagi melakukannya."
.
Istirahatkan dirimu yang begitu berharga dan sangat Anda cintai itu untuk mengurus sesuatu yang telah diurus dan diatur oleh Penguasamu, seperti mengurus rezeki, jodoh, kematian, dan lain sebagainya.
.
Itu adalah masalah takdir yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun.
.
Allah SWT. telah menentukannya di Lauh Mahfuzh semenjak zaman Azali, bahkan para malaikat yang berada di dekat-Nya pun tidak mengetahui sesuatu yang telah ditetapkan-Nya.
.
Itu adalah ilmu gaib yang tidak diketahui oleh selain-Nya.
.
Dalam hal ini, penulis lebih fokus membicarakan masalah rezeki.
.
Sebab, ada di antara manusia ada yang menyangka tidak akan mendapatkan rezeki atau kehilangan rezeki jika ia memanfaatkan sebagian waktunya untuk menjalankan kewajiban beribadah kepada-Nya. .
Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. .
Antara ibadah dan usaha dapat disandingkan dan berjalan bersama-sama.
.
Jikalau rezeki telah ditentukan kadarnya oleh Allah SWT., dan seorang hamba tidak akan meninggal sampai rezekinya tercukupi, maka tidak ada lagi yang perlu Anda takutkan.
.
Tugas Anda hanyalah bekerja dan berusaha, kemudian bertawakal kepada-Nya.
.
Jikalau Dia memberikanmu rezeki dengan nominal tertentu setiap harinya, maka itulah bagian Anda.
.
Tidak usah protes dan mengomel sana-sini, seolah-olah Anda tidak percaya terhadap ketentuan-Nya.
.
.
Ditulis ulang dari buku: Al-Hikam
Bagiku, kebahagiaan itu tidak dibeli dengan banyaknya uang atau harta yang melimpah.
.
Tapi, dengan rezeki yang cukup dan penuh keberkahan.
.
.: Al-Mu'minun 23:29 :.
.
وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ
.
Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” #doa #qurandaily
Semangat yang menggebu-gebu dalam bekerja dan berusaha, sehingga melampaui batas kewajaran, tetap tidak akan mampu mengubah takdir yang telah ditentukan Allah SWT.
.
Tugas kita sebagai manusia hanyalah berusaha semampunya, sedangkan masalah hasil adalah ketentuan-Nya.
.
Semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi hamba-Nya.
.
Terkadang, kita merasa sesuatu itu baik bagi kita, padahal menurut-Nya tidak demikian.
.
Dan, terkadang kita merasa sesuatu itu buruk, padahal menurut-Nya adalah baik.
.
Oleh karena itu, kita berdoa memohon yang terbaik bagi kita di dunia dan akhirat kelak.
.
Allah SWT. berfirman,
.
"...Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan, boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah: 216)
.
Semua ini bukan berarti kita hanya berpangku tangan dan tidak mau berusaha sama sekali.
.
Tetapi, intinya, ketika kita sudah mengerahkan semua kemampuan dan berusaha keras maka hendaknya kita bertawakkal.
.
Allah SWT. lebih tahu terhadap yang lebih baik bagi hamba-Nya.
.
Dan, kita tidak layak memberontak dan membantah sesuatu yang diinginkan-Nya.
.
.
Ditulis ulang dari buku: Al-Hikam.
Terkadang,
.
ketika seorang muslim melakukan berbagai amal sholih, ia menyangka bahwa itu cukup untuk menyelamatkannya dari api neraka, dan memasukkannya ke dalam surga Allah SWT.
.
Ia bergantung pada amalan-amalannya itu.
.
Ketika ia melakukan suatu kemaksiatan maka ia hanya cuek bebek.
.
Karena, dalam pikirannya, semua itu akan tergantikan oleh amalan-amalan sholih yang selama ini dilakukannya.
.
Ia menggantungkan harapannya pada amalan-amalan itu, dan mengurangi rasa berharap kepada Allah SWT.
.
Sebenarnya ini adalah sebuah kesalahan besar.
.
Seorang muslim tidak akan pernah memasuki surga-Nya dengan amalan-amalan sholih saja, akan tetapi dengan rahmat-Nya.
.
Selain itu, tindakan seperti ini juga merupakan sebuah bentuk kesyirikan, karena menggantungkan harapan pada selain-Nya.
.
Padahal, dalam setiap sholat, kita melantunkan, "Kepada-Mu kami menyembah, dan kepada-Mu pula kami meminta tolong ".
.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa seorang ahli ibadah ditanya ketika berada di dekat Mizan, "Apakah engkau ingin masuk surga dengan amalanmu atau rahmat-Ku?"
.
Karena laki-laki ini merasa yakin denhan amalan-amalan yang selama ini dilakukannya, maka ia menjawab, "Dengan amalan-amalanku."
.
Tatkala ditimbang, ternyata amalan-amalannya itu tidak mampu memasukkanya ke surga, sehingga ia dilempar ke neraka.
.
Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa seorang pembunuh 99 jiwa dimasukkan oleh Allah SWT ke surga-Nya, padahal ia belun melakukan amal sholih sedikitpun.
.
Begitu juga halnya dengan seorang pelacur yang berhak memasuki surga-Nya, itu hanya karena menolong seekor anjing yang kehausan.
.
Semua itu semata-mata karena rahmat Allah SWT.
.
Seorang mukmin sejati yang mengenal Tuhannya, selalu bergantung pada Tuhannya, bukan amalan-amalannya.
.
.
Ditulis ulang dari buku: Al-Hikam
Rasulullah SAW. bersabda:
.
"Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillahir rahmanir rahim maka ia terputus." (HR. Abu Dawud).
.
Maksud "terputus" dalam hadits ini bukanlah tidak diterimanya amal kebaikan, akan tetapi hilangnya keberkahan.
.
Sebagaimana kita ketahui bahwa keberkahan adalah sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam sebuah amal perbuatan.
.
Jikalau keberkahan itu tiada, maka amalan yang kita kerjakan akan sia-sia belaka.
.
Ada satu pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini:
.
Bukankah setiap pekerjaan itu harus dimulai dengan puji-pujian kepada Allah SWT? karena hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.:
.
"Setiap perkara yang tidak dimulai dengan memuji Allah maka ia terputus." (HR. Ibnu Hibban).
.
Jikalau dilihat sepintas, memang kedua hadits ini saling bertentangan.
.
Hadits pertama memerintahkan kita untuk memulai suatu pekerjaan dengan basmallah.
.
Sedangkan hadits kedua justru memerintahkan kita untuk memulainya dengan memuji Allah SWT.
.
Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan?
.
Sebenarnya, kedua hadits tersebut tidak saling kontradiksi.
.
Memang, kita diperintahkan oleh Allah SWT. untuk memulai segala urusan dengan memuji-Nya, dan ucapan basmallah adalah salah satu lafal yang menunjukan pujian bagi-Nya.
.
Jikalau kita perhatikan baik-baik, maka kata ar-Rahman dan ar-Rahim adalah pujian bagi-Nya.
.
Kita mengakui bahwa Allah SWT. Maha Pengasih kepada seluruh umat manusia, sebagaimana juga Maha Penyayang kepada kaum mukminin.
.
Pekerjaan yang dimulai dengan basmallah maupun tahmid, keduanya sama-sama mengandung makna pujian kepada-Nya. .
.
.
Ditulis ulang dari buku: Al-Hikam.