Humas Polrestabes Surabaya

Humas Polrestabes Surabaya Follow

Update Informasi Seputar Polrestabes Surabaya
Join us on :
Like Fanpage Facebook: Humas Polrestabes Surabaya.
Follow Twitter : Polrestabes Surabaya.

https://youtu.be/LlxSTk6mHgE

18,140 Followers  1,747 Follow

Share Share Share

Lamongan, 20/02/2018 Tribratanewspolreslamongan.com 窶 Berita berita yang beredar terkait penyerangan ulama KH. HAKAM MUBARAK yang sempat viral dalam kurun waktu beberapa hari sudah membuat suasana di seluruh negeri ini keruh karena adanya orang orang yang tidak bertanggung jawab yang ikut menambahi dan membubuhi berita tersebut serta mencampur adukkan dengan nuansa politik dan lain sebagainya.

Mulai dari Kapolda Jatim yang sampai ikut turun tangan langsung ke lokasi dan menemui KH. HAKAM MUBARAK yang menjadi korban atas penyerangan tersebut. Terkait perkembangan identifikasi pelaku / orang yang diduga mengalami gangguan jiwa yang melakukan pengejaran terhadap KH. HAKAM MUBAROK pengasuh Ponpes Karangasem Paciran Lamongan akhirnya terkuak dan sudah menemukan titik terang.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P. Hutagalung S.I.K., M.H menjelaskan bahwa setelah dilakukan interogasi terhadap pelaku, sang pelaku berulang kali menyebutkan kata atau kalimat Bapaknya "Klewar", rumahnya "Lemahbang Kulon", namanya "Paijo", namanya "Gana Kriana." Jelas Kapolres Lamongan. Karena kecamatan Lemahbang Kulon termasuk Kabupaten Cirebon, kemudian penyidik berinisiatif untuk melakukan koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP. Reza Arifian untuk dilakukan pengecekan di wilayah tersebut.

Kemudian di peroleh Info dari Kasat Reskrim Polres Cirebon bahwa benar di wilayah Kec. Lemahbang Kulon dapat mengidentifikasi pelaku yang di duga orang gila, orang tua pelaku membenarkan bahwa foto yang diperlihatkan adalah anaknya yang meninggalkan mereka selama 4 (empat) tahun lalu. Keluarga juga mengakui bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa sejak kecil namun tidak ada surat keterangannya. 窶廝erarti ada hikmah dibalik peristiwa ini, kita berhasil mempertemukan orang tua dengan anaknya yang sudah hilang selama 4 (empat) tahun.窶 terang AKBP Feby. 窶 Jadi sudah tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan dan dibesar besarkan apalagi ditambahi dan dicampur adukkan dengan politik dan lain lain.窶 Tutup Kapolres Lamongan.
Beritapolisi.com 窶 Polsek Kelapa Gading, aksi heroik anggota polri AKP Syam Ramadhan. SIK Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading beserta IPTU Ama (G1A), AIPTU Keli ( SPK), AIPDA Eka, BRIPKA Ari, BRIPKA Abay dan BRIPKA Dedy (Prov) yang telah berhasil mengagalkan percobaan bunuh diri yang di lakukan seorang perempuan bernama Bong Maria Agustin, tempat kejadian di Parkiran mobil P2A, Gedung Menara satu kelapa Gading Timur, Senin (19/2/2018) pukul 11.00 wib.

Menurut keterangan saksi Dewi, pekerjaan karyawan Menara Satu dikatakan bahwa sekitar pukul 10.30 Wib terlihat korban cekcok mulut dengan salah satu karyawan PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia, Lt 6 Gedung Menara Satu, an Bpk Rustam (marketing), setelah itu korban berlari ke arah pagar pembatas parkir dan loncat pagar kemudian terlihat korban duduk ditepi dak lantai (pleter Box) sambil memegang HP, kemudian tidak beberpa lama Anggota Polsek Kelapa Gading tiba Tkp, melakukan komunikasi dan negoisasi namun menemui jalan buntu.

Akhirnya AKP Syam Ramadhan SIK, Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading yang bertindak sebagai Ka Tim Quick Respons mengambil keputusan diri menggunakan alat keselamatan atau Hardness dan kemudian melakukan tindakan penyelamatan korban dari potensi bahaya dan percobaan bunuh diri.

Kemudian korban dapat diselamatkan dan sekarang masih dalam proses lidik oleh jajaran Reskrim Polsek Kelapa Gading. (adhy)
ML (23), terduga teroris yang ditangkap Polresta Probolinggo diterbangkan ke Jakarta guna dilakukan pengembangan penyidikan. Polresta Probolinggo bersama Densus 88 Anti Teror, mengirim pelaku ke Mabes Polri Jakarta, Senin (19/2/2018).
Dengan mata ditutup kain hitam, ML dimasukkan ke sebuah mobil oleh anggota bersenjata laras panjang. Iringan mobil Patwal dan pengamanan dari pasukan bersenjata lengkap, rombongan itu meninggalkan Mapolresta Probolinggo menuju Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur. 窶廛isana sudah ada tim Densus dan kami serahkan dia disana,窶 ujar Kapolresta Probolinggo AKBP. Alfian Nurrizalツ
Kapolresta mengatakan dengan dikirimnya tersangka ML ke Mabes adalah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait jaringan terorisnya. Sementara Polresta Probolinggo hanya menangani kasus percobaan penyerangan pada anggota polisi.
Selain membawa tersangka, polisi juga membawa beberapa barang bukti. Diantaranya dua pucuk senapan angin, empat sim card, sebilah pedang katana, sejumlah senjata tajam lainnya, dan jadwal pengajian, serta buku panduan terorisme.
Barang bukti itu, disita di dua tempat yaitu rumah tersangka di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo dan di rumah BC, mertua tersangka, di Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo
Dua pucuk senapan angin itu, biasa digunakan oleh tersangka untuk melatih ketangkasan menembak. Sasaran tempak selama melatih ketangkasan adalah kaleng kosong dan burung yang terbang.
ML yang pernah menimba ilmu di sebuah pesantren itu, diduga merupakan jaringan terorisme yang mengajarkan radikalisme. Incarannya adalah para polisi yang dimasukkan sebagai golongan Toghut oleh kelompok itu.
窶廛ari pemeriksaan intensif dan berkoordinasi dnegan densus 88, untuk saat ini yang bersangkutan diduga adalah teroris. Melakukan pembunuhan polisi mengambil senpi itu adalah niat pelaku ML. Sehingga saat ini kita koordinasi dengan densus 88 dan kita amankan ke densus 88. Yang jelas yang bersangkutan melakukan radikalisme sasaran toghut seorang polisi yang harus dihabisi, dirampas hartanya dan senpinya,窶 jelas Kapolresta.
Hingga kini, polisi masih mengembangkan kasus ini.
Polres Situbondo 窶 Tribratanews Situbondo, Kapolres Situbondo bersama rombongan Muhibbah Ummat menyapa masyarakat dipesisir kec. Besuki, Sabtu (17/2/2018)

Rombongan Muhibbah Ummat yang dipimpin Kapolres AKBP Sigit Dany Setiyono, S.H., S.I.K., M.Sc (Eng), Ketua DMI KH. Abdullah Faqih Gufron, pengasuh Ponpes Sukorejo KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy bersama para Bhabinkamtibmas, Jamaah, Santri berjalan kaki di pemukiman warga desa Pesisir kec. Besuki menyapa warga dan mengajak untuk ikut memakmurkan Masjid , Surau dan Mushola dalam rangka memperkokoh Iman dan Taqwa kepada Allah SWT serta membentengi masyarakat dari paham radikalisme.

Selain itu, kegiatan di Masjid Baiturahman Besuki juga dihadiri paguyuban Tiong Hoa yang yang ikut bersilaturahmi bersama Kapolres Situbondo, para Kyai dan masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan agar silaturahmi dan kerukunan tetap dijaga untuk bersama-sama mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif terutama menjelang Pilkada Jatim 2018, masyarakat tidak mudah terprovokasi isu sara atau agama serta paham radikal yang menganggu Kamtibmas diwilayah Situbondo.ツ(humas/dra)
Penandatangan Nota Kesepakatan Sentra penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu)

#divisihumaspolri 
#bidhumaspoldajatim
#kamihumaspolri
Serangkaian peristiwa terkait keagamaan kerap terjadi. Setelah penganiayaan ulama, penyerangan tempat ibadah di beberapa tempat oleh orang tak dikenal, kini kejadian mulai bergerak di Jawa Timur, seperti di Tuban maupun Lamongan.

Sehubungan dengan masih terjadinya tindak kekerasan atas tokoh agama dan rumah ibadat tersebut, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH M Hasan Mutawakkil Alallah mendesak agar kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik semua insiden penyerangan berantai tersebut. 窶廣pakah ini kriminal murni atau ada gerakanツby designツatas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini,窶 kata Kiai Mutawakkil, Senin (19/2). Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut menyerahkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian sebagai pemegang otoritas keamanan dan ketertiban masyarakat. 窶彜ebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini yang berseliweran terutama di media sosial, hendaknya kembali pada tuntunan agama untuk senantiasa melakukan klarifikasi atauツtabayyun,窶 ujar kiai murah senyum ini.

Pada saat yang sama, Kiai Mutawakkil meminta masyarakat danツnahdliyyinツtetap tenang, waspada, jangan terprovokasi, serta tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang malah menimbulkan keresahan dan merusak harmoni kehidupan sosial di Jatim yang sudah berjalan baik.

Bagaimanapun juga, polisi dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila. 窶廬ni demi terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan dan mendapatkan rahmat Allah," ujarnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai Mutawakkil mengajak menjaga lingkungan sekitar. 窶廩indari saling menebar kebencian, adu domba dan fitnah antar golongan atau antar umat beragama yang justru merusak sendi kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara, terutama di tahun politik 2018 dan 2019,窶 pungkasnya. (Ibnu Nawawi)
Selain SIM, Jenis Dokumen Yang Dipalsukan Adalah KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Buku Nikah, selengkapnya di

http://news.detik.com/read/2018/02/19/190442/3874983/475/3-pria-dan-1-wanita-ini-dibekuk-karena-palsukan-sim-dan-buku-nikah