Joko Widodo

Joko Widodo Follow

Akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo 🇮🇩.
#MenujuIndonesiaMaju
Dikelola oleh Tim Komunikasi Digital Presiden.

13,426,765 Followers  0 Follow

Share Share Share

Bersama Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, dalam pertemuan bilateral di sela KTT ASEAN di Singapura, kemarin.

Kami membahas tentang pembangunan masyarakat yang majemuk, perdagangan kedua negara, serta perdamaian dan keamanan di kawasan Indo Pasifik.
Hari Rabu yang sungguh padat di Singapura.

Pagi tadi, saya menghadiri tak kurang dari lima agenda: ASEAN-Australia Informal Breakfast Summit dan pertemuan bilateral dengan PM Scott Morrison, mengikuti KTT ASEAN-China, KTT ASEAN-Korea Selatan, dan jamuan makan siang oleh PM Singapura Lee Hsien Loong.

Beranjak siang, saya hadir di KTT ASEAN-Rusia, menyaksikan penandatanganan MoU Eurasian Economic Commission (EEC) - ASEAN on Economic Cooperation, dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Chile Sebastian Pinera.

Lalu sore tadi, ada KTT Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin , dan rangkaian kegiatan KTT ke-33 ASEAN yang diakhiri malam ini dengan Gala Dinner untuk pemimpin negara ASEAN, pemimpin negara Non-Non ASEAN-EAS dan pemimpin negara yang menjadi tamu Ketua ASEAN.
Tahun 1967, ketika kawasan lain di dunia terpecah dan terjebak dalam perebutan kekuasaan dua negara adikuasa, para Pemimpin ASEAN sepakat untuk bersatu dan menciptakan kawasan damai dan sejahtera. Sejarah juga mencatat bahwa ASEAN telah menjadi bagian penyelesaian masalah kawasan dan dunia.

Namun, ASEAN kini menghadapi tantangan yang berbeda. Dunia kita dipenuhi banyak ketidakpastian. Tarik menarik kepentingan juga kita rasakan di kawasan ini.

Karena itu, di hadapan para pemimpin negara-negara ASEAN dalam sesi pleno KTT ASEAN di Singapura, semalam, saya mengatakan: ASEAN membutuhkan komitmen dari semua negara anggota untuk tetap menjaga perdamaian dan kesejahteraan di kawasan sebagai satu keluarga.
Jauh-jauh ke Singapura, makannya tetap di restoran dengan menu Indonesia. Kenapa tidak?

Hari ini, saya dan rombongan makan siang di restoran Bebek Goreng Pak Ndut di Lucky Plaza, mal di kawasan Orchard Road. Kaesang yang sedang kuliah di Singapura datang bergabung.

Saya memesan bebek goreng kremes, sayur asam, tahu, tempe, berikut sambal bawang dan sambal terasi.

Di negeri jiran ini ada banyak restoran yang namanya familiar di Indonesia: dari Bebek Tepi Sawah, Sari Ratu, sampai Restoran Garuda. Sayang, kendati pemilik Sang Pisang di Singapura, pisang gorengnya belum dijual di sini 🤷‍♂😀
Meninggalkan Jakarta pagi ini menuju Singapura untuk menghadiri KTT ke-33 ASEAN pada 13-15 November 2018.

Di Singapura, Indonesia akan mematangkan proses pengembangan kerja sama Indo-Pasifik. Lalu, sebagai koordinator ASEAN-Rusia, saya akan menyampaikan pernyataan dalam pertemuan ASEAN-Rusia. Dan tentu saja, ada beberapa pertemuan bilateral di sela-sela KTT.

Dari Singapura nanti, saya akan melanjutkan kunjungan kerja ke Port Moresby, Papua Nugini. Kali ini, saya menghadiri KTT ke-26 APEC pada 17-18 November 2018.

Di Port Moresby ini saya membawa misi Indonesia soal pemanfaatan teknologi digital untuk pembangunan inklusif. Selain itu, saya juga akan melakukan pertemuan bilateral dan dialog dengan 12 pimpinan negara kepulauan Pasifik, untuk membahas kerja sama maritim dan penanggulangan perubahan iklim.
Bersilaturahmi dengan peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, pagi ini.

Saya senang bahwa melalui kongres ini para generasi milenial Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan pencegahan ekstremisme serta kekerasan.
Ini suasana Pasar Cihaurgeulis, pasar tradisional di Kota Bandung yang saya kunjungi pagi tadi. Saya membeli ubi, kangkung, dan bayam. Ternyata, harga-harga bahan pokok di sini sama saja dengan harga di pasar-pasar yang sudah saya kunjungi seperti Pasar Bogor dan Pasar Anyar, Kota Tangerang.
Menyusuri kota Bandung di pagi hari 10 November 2018. Saya mengayuh pedal sepeda onthel tua tanpa rem tangan, mengenakan busana ala pemuda-pemuda zaman kemerdekaan, dan berselempang tas kulit.

Beginilah saya dan warga kota Bandung merayakan Hari Pahlawan 2018 yang jatuh pada akhir pekan dengan acara bertajuk Gowes Bandung Lautan Sepeda yang digelar Kodam III/Siliwangi. Kami berangkat dari Gedung Sate, mengitari kota sejauh lima kilometer sampai ke pintu belakang Gedung Sate lagi.

Pakaian dan sepeda seperti ini untuk mengenang masa-masa perjuangan di tahun-tahun 1945.

Oh ya, sepeda ini tanpa rem tangan. Terus terang, saya agak grogi. Jadi, kalau jalan di turunan tajam, ya saya mau tubrukkan ke trotoar supaya berhenti. Tapi ternyata tidak perlu hehe. Di jalan menurun tajam, saya turun, lalu sepeda ini saya tuntun.
Memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun ini di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung dengan mengheningkan cipta dan memanjatkan doa untuk arwah para pahlawan.
Mengenang mereka yang telah berkorban untuk tegak dan majunya bangsa Indonesia. Semoga para pahlawan beroleh tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.
Meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang di segmen Brebes Timur-Sewaka sepanjang 37,3 kilometer dan jalan tol Pemalang-Batang pada segmen Sewaka-Simpang Susun Pemalang sepanjang 5,4 kilometer di Tegal, pagi ini.

Dalam empat tahun terakhir, konektivitas di negara kita Indonesia ini semakin terwujud. Satu demi satu, daerah demi daerah, wilayah demi wilayah, pulau demi pulau, semakin terintegrasi dengan pelabuhan, jalan, dan bandara.

Pembangunan jalan tol tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tapi juga memunculkan titik-titik perekonomian baru. Distribusi barang dan jasa juga semakin lancar. Dengan begitu, kita berharapkan keadilan sosial dan pemerataan akan semakin nyata di seluruh pulau.
Semasa hidupnya, Abdurrahman Baswedan (1908-1986) senantiasa dikenal sebagai nasionalis, jurnalis, diplomat, mubalig, dan juga sastrawan. Ia pernah menjadi anggota BPUPKI, wakil menteri, anggota parlemen dan juga Dewan Konstituante. Pasca proklamasi kemerdekaan, AR Baswedan adalah salah satu diplomat yang melobi Liga Arab dan berhasil mendapatkan pengakuan pertama dari Mesir bagi kedaulatan Republik Indonesia.

AR Baswedan adalah satu dari enam tokoh yang menerima anugerah Pahlawan Nasional di Istana Negara, kemarin.

Selain AR Baswedan, juga ada nama-nama Ibu Agung Hajjah Andi Depu dari Sulawesi Barat, Pangeran Mohammad Noor dari Kalimantan Selatan, Depati Amir dari Bangka Belitung, Mr. Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah, dan Brigjen K.H. Syam'un dari Banten.