Kabupaten Pekalongan

Kabupaten Pekalongan Follow

#kabupatenpekalongan
"Bersama Melanjutkan mBangun Jawa Tengah"
#HutJateng68
#RoadToPPIJateng2018

http://pekalongankab.go.id/

4,448 Followers  51 Follow

Share Share Share

Dalam Apel Hari Kartini, Minggu (21/4/2019) di Alun-alun Kajen, peserta perempuan mengenakan kebaya nasional dan peserta laki-laki mengenakan baju koko putih, bersarung dan ikat kepala batik. Peserta apel juga membawa alat musik rebana atau alat musik tradisional lainnya yang bisa digunakan untuk bermain musik.

Kegiatan dengan tajuk “23.000 Ribu Kartini Bersholawat untuk Persatuan NKRI” ini dicatatkan di Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI). Panitia melibatkan peserta dari berbagai unsur, antara lain yakni dari PKK, Kepala Desa dan Perangkatnya, GOW, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Instansi Vertikal, Kantor Kemenag, PGRI, Himpaudi, IGRA, Polwan, Siswa-siswi SMP/ MTs/ SMA/ SMK/ MA dan mahasiswa Perguruan Tinggi, serta masyarakat umum.

Usai apel, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi memimpin para peserta untuk menabuh rebana maupun alat musik lainnya untuk mengiringi sholawat yang dilantunkan. Sebelumnya, grup rebana Polwan Polres Pekalongan tampil bersholawat dalam pra acara serta mengiringi para tamu undangan dan peserta yang hendak meninggalkan lokasi apel.
Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar. 
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, utamanya dari Polres yang sudah terus-menerus membantu mewujudkan stabilitas daerah yang mantap, sehingga Kabupaten Pekalongan selama proses Pemilu tidak ada gejolak, tidak ada kejadian yang berarti, semuanya berjalan lancar. “Mari kita tunggu hasilnya melalui keputusan KPU. Saya harap masyarakat berdoa dan tetap bersabar agar diberikan pemimpin-pemimpin terbaik untuk bangsa dan Negara kita,” kata Bupati, saat Apel Hari Kartini di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/4/2019).
Dijelaskan Bupati, disamping bersholawat di acara Apel Hari Kartini juga dilaksanakan bernyanyi Lagu Ibu Kita Kartini secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang jumlahnya 23.000 orang. Sehingga masuk Museum Rekor Muri Dunia-Indonesia. “Saya kira ini hal yang baik dan akan kita dukung terus-menerus. Apalagi ini momentum setelah pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pileg,” ujar Bupati, Minggu (21/4/2019) di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan.
“Budaya terbangan/samprohan ini sudah menjadi ciri khas kegiatan para ibu dan remaja putri di Kabupaten Pekalongan sejak jaman dahulu. Oleh karena itu dalam momentum Hari Kartini ini kita angkat kembali agar anak-anak muda/para milenial juga tahu bahwa ada budaya kita yakni budaya bersholawat sekaligus menggunakan instrument/alat musik tradisional ini,” terang Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada Apel Hari Kartini di Alun-alun Kajen, Minggu (21/4/2019)
Peringatan Hari Kartini Kabupaten Pekalongan diramaikan sholawat yang dilantunkan oleh 23.000 warga perempuan dan laki-laki Kota Santri dengan iringan rebana dan alat musik lainnya. 
Peringatan Hari Kartini ke-140 di Kabupaten Pekalongan kali ini dipusatkan di Alun-alun Kajen dalam bentuk Apel Besar yang dipimpin oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si., Minggu (21/4/2019). Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.
alhamdulullah....
Akhirnya terpecahkan juga, sebanyak 25 ribu lebih perempuan berkebaya menyanyikan lagi Ibu Kita Kartini dan Sholawat Nabi dengangan diiringi alat musik rebana

#kabpekalonganoke 
#thebeautyofpekalonganregency 
#kajenkeren 
#harikartini2019
Menurut Bupati Asip di Kabupaten Pekalongan angka pernikahan dini sangat tinggi. Oleh karena itu, melalui kerjasama dengan Fatayat NU, nantinya akan diberikan pencerahan dan motivasi agar anak-anak Kabupaten Pekalongan tidak cepat-cepat menikah tapi betul-betul menyiapkan lahir batinnya. "Sehingga pada saat melahirkan bisa melahirkan generasi yang sehat dan bisa menekan angka kematian ibu pada saat melahirkan," ujar Bupati.
Kabupaten Pekalongan menempati peringkat ketiga jumlah pernikahan anak usia dini terbanyak di Jawa Tengah, dengan 2.024 kasus pada 2017. Untuk ini kami berharap Fatayat NU bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dalam konteks pemberdayan pasangan pernikahan usia dini.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-69 Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dan Peringatan Hari Kartini, Jumat (19/04/2019) sore. Acara diselenggarakan di Aula Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kajen di Jalan Raya Rowolaku Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Jangan lupa...
21 April 2019 merupakan Peringatan Hari Kartini ke-140 Tahun 2019
Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara " 23.000 Kartini Bersholawat untuk Persatuan NKRI"
Yng diadakan pada hari minggu 21 April 2019 di Alun2 Kajen.... #kabupatenpekalongan 
#thebeautyofpekalonganregency 
#kajenkeren
#harikartini2019
Dengan Semangat Kartini, Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Kabupaten Pekalongan yang Maju dan Mandiri

Selamat Hari Kartini Tahun 2019

#harikartini2019 
#kabupatenpekalongan 
#thebeautyofpekalonganregency 
#kajenkeren
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti menggunakan hak suaranya di TPS 4 Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto, Rabu (17/4/2019). Wakil Bupati didamping suami Drs. H. Amat Antono, M.Si beserta anak-anaknya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Forkompinda mengakhiri monitoring dan pemantauan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Pilpres dan Pileg Tahun 2019, di TPS 4 Desa Tanjung Kecamatan Tirto, Rabu (17/4/2019) sore. "Secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik tidak ada perlu dikhawatirkan masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik. Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," ujar Bupati.

Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. 
Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.

Bupati Pekalongan memberikan hak suara didampingi sang istri dan putranya. "Kita sudah melaksanakan hak konstitusional mencoblos lima kartu. Alhamdulillah masyarakat di TPS 27 Kedungwuni Timur. Jumlah DPTnya cukup banyak sebab di daerah perkotaan. Masyarakat pun menjalaninya dengan suka cita dan secara umum semua memahami pelaksanaan pemungutan surara di TPS," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.

Ia juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. 
Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.