INFO KESULTANAN BANJAR&SEJARAH

INFO KESULTANAN BANJAR&SEJARAH Follow

AKUN INSTAGRAM RESMI KESULTANAN BANJAR
Info Kesultanan Banjar.
Cerita sejarah,cerita bahari,wadian dan hikayat banua kita.

http://kesultananbanjar.id/

66,059 Followers  216 Follow

Share Share Share

Tradisi Rambut Andin. Memanjangkan rambut anak laki-laki sampai yang bersangkutan bisa berenang.

Di kampung Marindi Tabalong atau mungkin juga di kampung lainnya dalam kawasan Kesultanan Banjar, ada sebuah tradisi yaitu membiarkan rambut anak laki-laki yang sudah berumur 7 tahunan tetap panjang.

Rambut anak laki-laki dibiarkan panjang pada bagian belakang dan hanya boleh dipotong kalau anak itu sudah bisa bakunyung (berenang) atau manyalam (menyelam). Apabila kebiasaan ini dilanggar maka orang dulu meyakini anak itu akan jatuh sakit.

Hal ini memotivasi orang tua dan anak itu sendiri untuk lebih rajin berlatih cara berenang yang secara tidak langsung menambah keahlian hidup keturunan urang Banjar.

Tradisi yang umumnya dilakukan oleh anak cucu keturunan bangsawan Banjar sehingga dinamakan Rambut Andin. (Andin adalah sebutan untuk anak keturunan Gusti bangsawan Banjar). Sumber : @ersafahri 
#kesultananbanjar_official #kesenianbanjar #kesultananbanjar #mitosbanjar #budayabanjar #tradisibanjar
Tanggal 6 Muharam 1432 H/12 Desember 2010 M. Kesultanan Banjar dibangkitkan kembali. Direstui Tuan Guru Besar Anang Djazouly Seman dan disaksikan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.

Setelah 150 tahun terjadi kekosongan dalam singgasana Kesultanan Banjar sejak dihapus secara sepihak tahun 1860 oleh penjajah, maka pada tahun 2010 Kesultanan Banjar berhasil dibangkitkan kembali.

Adalah Pangeran Khairul Saleh yang kemudian bergelar Sultan Banjar berani mengambil tanggung jawab berat tersebut. Setelah beberapa waktu sebelumnya tanggung jawab untuk menjadi Sultan Banjar ini dimusyawarahkan oleh juriat-juriat dan ada beberapa nama yang diusulkan untuk meneruskan garis tahta kesultanan.

Tetapi dari nama-nama tersebut akhirnya menuju ke satu orang yaitu Pangeran Khairul Saleh. Beliau berani mengambil tanggung jawab ini dan siap berkorban waktu, tenaga, serta biaya pribadi untuk membangkitkan kembali Kesultanan Banjar.

Dihujat orang dengan sebutan gila hormat, gila pangkat, sultan palsu, bahkan disebut masih hidup di negeri dongeng adalah makanan sehari-hari bagi telinga para juriat dan relawan yang saat itu ikut berjuang bersama Sultan Khairul Saleh menghidupkan Kesultanan Banjar.

Tetapi lihatlah sampai hari ini, komitmen untuk melestarikan sejarah dan budaya Banjar terus dilakukan. Menerbitkan buku sejarah dan budaya, memberikan penghargaan kepada seniman dan sastrawan, membiayai kegiatan kesenian dan budaya serta pembagian berbagai bantuan sosial terus dilakukan untuk mengenalkan Kesultanan Banjar. Semua itu dilakukan dengan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan para penghujat hanya terus berbicara tanpa berbuat nyata untuk kemajuan budaya Banjar.

Kesultanan Banjar dihidupkan kembali bukan untuk nafsu berkuasa karena kita sudah berada di dalam naungan NKRI. Tetapi sebuah kesadaran, sebuah ajakan, mari bersama menjaga kelestarian sejarah dan budaya Banjar.
#kesultananbanjar_official #kesultananbanjar #sultanbanjar #sultanhajikhairulsaleh #banjarmasinbaiman #fskn #rajabanjar #kerajaanbanjar #perangbanjar
Tanggal 11 Juni 1860. Hilangnya kedaulatan Kesultanan Banjar oleh penjajah Belanda.

Secara sepihak pemerintahan kolonial Hindia Belanda mengumumkan penghapusan Kesultanan Banjar, dimulai dengan melucuti kekuasaan Sultan Tamjidillah II, membuang Sultan Hidayatullah dan keluarganya ke Cianjur, memfitnah perjuangan Pangeran Antasari dan rakyat Kesultanan Banjar sebagai gerombolan pemberontak dan pengacau keamanan.

Penghapusan secara sepihak adalah tindakan yang tidak sah karena sebuah kedaulatan hanya bisa dilepaskan oleh pemilik kedaulatan tersebut bukan oleh pihak luar apalagi pihak penjajah. Kesultanan Banjar tidak pernah bubar meskipun kedaulatannya telah hilang akibat penjajahan.
Untuk membuat Kompleks pemakaman Kesultanan Banjar yg baru ini Sultan Banjar Tidak tanggung-tanggung, Sultan Banjar, H Khairul Saleh Al Muhtasim Billah menyiapkan lokasi komplek pemakaman baru tersebut dengan luas mencapai 1 hektar. Sehubungan dengan itu, Sultan Banjar bersama Dewan Mahkota, Pangeran  Rusdi Effendi AR serta Ustad Suriansyah serta kerabat lainnya melakukan peninjauaan lokasi pemakaman yang dipersiapkan di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar, Jumat (16/08/2019) siang. “Kita menyiapkan lahan pemakaman seluas kurang lebih 1 hektar dengan konsep pemakaman asri (modern). Komplek pemakaman ini dipersiapkan untuk keluarga serta kerabat Kesultanan Banjar yang bermukim di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan sekitaranya,” demikian diutarakan Sultan Khairul Saleh. 
Adapun alasan Sultan Khairul Saleh mempersiapkan komplek pemakaman baru ini, mengingat Komplek Pemakaman Sultan Adam di Kota Martapura dan Komplek Pemakaman Sultan Suriansyah di Kuin sudah sangat penuh.

#kesultananbanjar_official #kesultananbanjar #banjarmasinbaiman #banjar #perangbanjar #sultanbanjar #sultanhajikhairulsaleh
Terima kasih Serda Abijar dan Prada Pujiana Safaat, Raider TNI AD Batalyon Infanteri 623/BWU telah menyelesaikan tugas membawa Panji Kesultanan Banjar pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2019 di Istana Negara.
PERMAINAN panjat pinang identik dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Di mana-mana dihelat perlombaan demi memperebutkan sejumlah hadiah di sebatang pohon pinang yang dilumuri pelumas. Ternyata, hiburan rakyat sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, dan lestari hingga kini.

SEJARAWAN Kalsel Mansyur mengungkapkan lomba panjat pinang sebenarnya bukan hiburan baru. “Umurnya sudah hampir ratusan tahun. Sejak masa kolonial Belanda, lomba panjat pinang sudah ada,” hiburan panjat pinang ini disebut De Klimmast. Secara harafiah berarti panjang tiang. “Hiburan De Klimmast adalah rangkaian acara dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau.
setelah masa kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, sehingga De Klimmast atau panjat pinang tak lagi diperuntukkan bagi orang Belanda, tapi sudah menjadi bagian pesta kaum pribumi. “Dalam panjat pinang, peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah dengan memanjat serta menangkap hadiah di atas pohon pinang. Hadiahnya pada masa lalu berupa benda-benda berharga. Di antaranya mulai dari pakaian, makanan, serta hadiah lain yang cukup mewah dalam ukuran pribumi

merujuk tulisan Lloyd Bradley dalam bukunya berjudul The Rough Guide to Cult Sport bahwa menonton rakyat jelata saling menginjak memperebutkan hadiah yang tak mampu mereka dapatkan menjadi hiburan bagi kolonial Belanda saat itu, sehingga menjadi bahan tertawaan.
Namun sekarang panjat pinang sudah menjadi permainan dan hiburan rakyat karena di permainan ini terselip filosofi gotong royong, dan sifat pantang menyerah. Meskipun banyak pro kontra jangan jadikan ini alasan untuk tidak bergembira, karena setidaknya panjat pinangasa sekarang lebih kepada hiburan

Sumber : @sammyxnyder_istorya
Follow:@kesultananbanjar_official 
#banua #sejarah #sejarahindonesia #sejarahbanjar
#sultanbanjar #kalsel #sukubanjar #kalimantanselatan #borneo #southborneo #banjarmasin #BanjarmasinHeritage #banjarheritage #banjarbungas #bungas #kesultananbanjar #martapura #instabanjar #budayadayak #budayabanjar #urangbanjar #urangbanua #sultanbanjar #dayak #banjar #nagara #nagaradaha #nagaradipa #banjarbanar #perangbanjar #wargabanua #banua
Dirgahayu Republik Indonesia dari YM Putri Dhia Karima. @karimagusti
#kesultananbanjar_official #kesultananbanjar #banjarmasin #kalsel #indonesia #istananegara #merdeka #indonesia74 #dirgahayuindonesia74
Putri @karimagusti dari Kesultanan Banjar
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
Gladi bersih Kirab bendera Kesultanan Banjar kemarin tgl 16 Agustus di Istana Negara.
Hamidhan dilahirkan di Rantau, tapin 25 Februari 1909. 
Menempuh pendidikan di Europeese Lagere School di Samarinda, kemudian melanjutkan ke Gemoontelijke MULO Avondshool di Batavia Genrum (Jakarta) karena politik etis Belanda yang pada saat itu membolehkan mereka yang bukan ningrat untuk melanjutkan pendidikan mereka. Saat itu jarang putra Kalimantan yang bukan keturunan ningrat dapat memasuki dunia pendidikan Eropa. Dengan kesadaran itu Hamidhan sangat menekuni pendidikannya di sana.

Sejak muda, ia mengabdikan dirinya untuk dunia pers. Hamidhan sebenarnya sudah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak tahun 1927, ketika menjadi anggota redaksi surat kabar Perasaan Kita di Samarinda dan anggota redaksi Bintang Timur yang terbit di Jakarta.  Pada tahun 1929, pemimpin redaksi Bendahara Borneo, Soeara Kalimantan pada tahun 1930-an, Kalimantan Raya pada tahun 1942 dan Borneo Shimbun pada tahun 1945.

Soeara Kalimantan merupakan surat kabar pribumi pertama yang didirikan A.A. Hamidhan di Banjarmasin yang dia dirikan pada tanggal 23 Maret 1930.

Terlibat dalam dunia jurnalis, Hamidhan pernah merasakan tiga kali kena persdelict (delik pers) dan kemudian dipenjara. Dua bulan penjara di Cipinang, pada tahun 1930; enam minggu penjara di Banjarmasin, 1932 dan yang terakhir enam bulan di Banjarmasin, 1936.  Memang, pada saat itu, umumnya wartawan atau pemimpin redaksi rata-rata adalah anggota organisasi partai politik.
Sumber : kanalkalimantan.com
Dari beberapa sumber disebutkan ada beberapa tempat yang menjadi kedudukan raja (keraton) setelah pindah ke Martapura, seperti Kayu Tangi, Karang Intan dan Sungai Mesa. Tetapi dalam beberapa perjanjian antara Sultan Banjar dan Belanda, penanda tanganan di Bumi Kencana. Begitu juga dalam surat menyurat ditujukan kepada Sultan di Bumi Kencana Martapura. Jadi Keraton Bumi Kencana Martapura adalah pusat pemerintahan (istana kenegaraan) untuk melakukan aktivitas kerajaan secara formalsampai dihapuskannya Kesultanan Banjar oleh Belanda pada tanggal 11 Juni 1860.

Kabupaten Banjar sangat bersejarah dalam Kesultanan Banjar, dalam pemerintahan maupun dalam kedudukan Istana Kesultanan. 
Dirgahayu Kabupaten Banjar.