Kominfo Bangkalan

Kominfo Bangkalan Follow

Akun Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan Jawa Timur

http://www.bangkalankab.go.id/

127 Followers  13 Follow

Share Share Share

BKPSDA Kabupaten Bangkalan Ajukan 3.600 CASN Ke Men-PAN RB

SEBANYAK 3.600 kuota Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) diajukan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan.

Pengejuan itu menyusul kebutuhan 120.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) se-Indonesia di tahun ini. “Pemerintah pusat meminta semua kabupaten/kota di Indonesia mengusulkan data untuk kebutuhan Formasi,” kata Kepala Bidang Pegadaan, Pemberhentian, dan Informasi, BKPSDA Kabupaten Bangkalan, Masyhudunnury, Selasa (17/04/2018). Mashudunnury menjelaskan, pengusulan 3.600 CASN itu untuk mengisi tiga formasi; pendidikan, kesehatan, dan penunjang infrastruktur. Namun hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bangkalan masih menunggu hasil Dari pemerintah Pusat. “Mungkin masih dikaji di Men-PAN. Karena urusan kepegawaian termasuk urusan yang tidak diserahkan ke kabupaten/kota,” ujarnya. 
Pengusulan itu, Sambung dia, lebih mengutamakan Tenaga Harian Lepas (THL). Kendati keputusan mutlak berada di tangan pemerintah pusat.

Total Tenaga Harian Lepas (THL) di Kabupaten Bangkalan saat ini berjumlah 4.000 lebih. Jumlah itu terdiri THL K1 dan K2. Pada rekrutmen gelombang pertama, ada sebanyak 17.521 CASN diterima untuk Kementerian Hukum dan HAM.

Gelombang kedua, sebanyak 17.928 Formasi untuk mengisi jabatan pada 30 kementerian, 30 lembaga negara, dan 1 pemerintah provinsi, yakni Pemprov Kalimantan Utara.

Total CASN diterima pada 2 gelombang pada tahun 2017 sebanyak 35.449 dari 1,2 juta pendaftar.

Sementara pada gelombang ketiga, jumlah yang akan diterima jauh lebih banyak, yakni 120 ribu CASN. Ratusan ribu CASN itu direncanakan untuk Formasi  pegawai daerah. (yus/mas)
Tahun ini, Bangkalan Incar Trophy Adipura Ketujuh

KABUPATEN Bangkalan lagi-lagi mengincer raihan trophy Adipura untuk kali yang ketujuh. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kebersihan, keteduhan, ketertiban dan keelokan ekosistem kota-pun dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Bahkan itu sudah digeber sejak paruh tahun 2017 lalu. 
Dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini, rutinitas kebersihan dan ketertiban jantung perkotaan, terjaga dan terpelihara dari waktu ke waktu. Suasana jantung kota jadi terasa semakin bagus sebagian besar jalan protokol di kawasan kota dipadati oleh seberan pohon peneduh, tanaman hias, serta asesoris tata lampu perkotaan yang dinamis.

Kenyamanan itu, antara lain terpampang di sepanjang jalan kembar Soekarno-Hatta, Jalan Halim Perdana Kusuma, Jalan A Yani, Jalan Sultan Abdul Kadirun, jalan kembar Pemuda Kaffa, Jalan Jokotole, Jalan Trunojoyo, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Mayjen Sungkono, dan beberapa jalan protokol lainnya. Jejak kebersihan dan kerindangan serupa, juga diikuti oleh semua kompleks perkantoran yang memadati jantung Kota Bangkalan.

http://www.bangkalankab.go.id/v4/dat_berita.php?nart=819/Tahun_ini,_Bangkalan_Incar_Trophy_Adipura_Ketujuh
Pelaksanaan UNBK SMA/MA di Bangkalan Dipantau Melalui CCTV

PELAKSANAAN Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat di Kabupaten Bangkalan, berjalan lancar. Hal itu berdasarkan hasil pantauan melalui kamcera pengentai atau CCTV setiap ruangan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wiayah Bangkalan, Arif Khamzah menyampaikan, semua lembaga penyelenggara SMA baik Negeri maupun Swasta pemantauan pelaksanaan UNBK disarankan menggunakan camera CCTV. “Rata-rata lembaga penyelenggara UNBK pengawasannya sudah menggunakan camera CCTV terutama yang negeri,” ungkapnya, Senin (9/4/2018)

Ia menambahkan, untuk jumlah lembaga penyelenggara SMA negeri dan swasta sebanyak 66 lembaga dengan total jumlah peserta 4.805 siswa, yang mandiri sebanyak 39 lembaga yang menumpang 27 lembaga. “Untuk MA sebanyak 56 lembaga penyelenggara baik negeri dan swasta dengan jumlah peserta sebanyak 2.423 siswa. Sedangkan yang menyelenggarakan secara mandiri sebanyak 41 lembaga dan yang menumpang 15 lembaga,” ujarnya.

Sementara itu untuk UNBK di Madrasah Aliah Negeri (MAN) Model, Bangkalan, satu peserta diantaranya absen atau tidak hadir karena menikah. Menurut Kepala MAN Model Bangkalan, Moh Ali Wafa menyampaikan, untuk peserta UNBK dari MAN Model sebanyak 331 siswa dan MAN swasta yang menggabung sebanyak 9 lembaga dengan jumlah peserta sebanyak 129 siswa dengan total keseluruhan sebanyak 460 peserta. “Dari 129 peserta MA swasta penggabung itu, ada satu peserta tidak hadir dan menyatakan mengundurkan diri dengan alasan sudah menikah yakni dari MA Al Ahyariyah sehingga yang ikut UNBK menjadi 128 peserta,” ungkapnya.

Ali Wafa menambahkan, dalam pelaksanaan UNBK di MAN Model Bangkalan di bagi tiga sesi menggunakan 5 ruangan dengan sistem pengawasan silang penuh dengan MA Swasta. “Pihak sekolah sudah menyiapkan genset dengan kapasitas 30rb watt dan untuk jaringan internet sudah di tingkatkan tiga kali lipat sehingga dipastikan jaringan tidak akan lemot. Sementara untuk pelaksanaan di hari pertama berjalan lancar tidak ada kendala,” pungkasnya.
Marak Penipuan Berkedok Trevel Umroh, Kemenag Himbau Masyarakat Selektif

MARAKNYA kasus penipuan berkedok biro perjalanan umrah, menjadi perhatian Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bangkalan. Masyarakat diharapkan agar selektif dalam memilih biro perjalanan suci tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Kemenag Bangkalan H. Ach Mudjalli. Menurutnya, biro perjalanan baik haji maupun umroh harus mendapatkan rekomendasi dari Kemenag. “Jadi masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih travel. Pilihlah travel yang resmi dan mendapatkan rekomendasi dari Kemenag,” ujarnya, Senin (9/4/2018). Selain merekomendasikan travel resmi, Mudjali juga menghimbau agar masyarakat yang memiliki niat untuk brribadah umrah diharapkan lebih selektif memilih travel. “Pastikan 100 persen berangkat. Jangan lantas karena harga murah lalu langsung tergiur. Jadi ditelusuri lagi,” harapnya.

Mudjali juga menyetujui wacana pemerintah pusat untuk mengelola agen travel karena banyaknya kasus penipuan akhir-akhirn ini. “Sebagai pelaksana dibawah, kita sangat setuju dengan adanya wacana itu. Akan tetapi harus dipersiapkan betul, terutama tenaganya,” imbuhnya.
Tingkatkan Mutu Pelayanan, PDAM Canangkan Program Penambahan Jaringan

PENINGKATAN mutu pelayanan terus dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumber Pocong Kabupaten Bangkalan. Tahun ini, PDAM akan menambah jaringan saluran air di beberapa titik wilayah Bangkalan. 
Direktur PDAM Bangkalan, Andang Pradana menyampaikan, program pengembangan jaringan ini merupakan salah satu bentuk komitmen lembaganya terhadap pelanggan PDAM. Memberikan pelayanan prima menjadi alasan utama PDAM terus melakukan pembenahan. 
Andang Menjelaskan, Program pengembangan jaringan tersebut tidak hanya fokus terhadap penambahan sambungan rumah. PDAM juga akan mengembangkan saluran jaringan sistem yang bentuknya berupa peningkatan terhadap kualitas air. “Jadi yang awalnya airnya tidak begitu lancar, kita akan perbaiki sehingga masyarakat tidak mengeluh soal saluran air macet,” Kata Andang, Senin (09/04/2018). Andang menyampaikan, tahun ini lembaganya telah mencanangkan 1.600 pengembangan jaringan yang tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Tanah Merah, Kamal, Konang,  Kecamatan Bangkalan. “Rencananya kami juga mau menambah pompa air untuk mendukung program ini. Tapi sekarang masih proses pengadaan,” tuturnya. 
Sekedar ditahui, berdasarkan data dari PDAM Sumer Pocong menyebutkan, jumlah pelanggan PDAM sampai saat ini mencapai 21.000 pelanggan yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Diskominfo Gelar Pelatihan Pengelolaan Informasi Publik

DINAS Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan menggelar pelatihan dan pembinaan aparatur. Hal itu diperlukan guna meningkatkan etos kerja serta pemahaman tentang Komunikasi dan Informasi.

Menurut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Agus Sugianto Zein, menjelaskan pembinaan dan pelatihan tentang materi Komunikasi dan Informasi dirasa perlu mengingat Diskominfo baru dirintis di Kabupaten Bangkalan. “Kita kan Dinas baru, yang Sumber daya Manusianya berasal dari Dinas Perhubungan dan yang lain, jadi perlu diberikan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan pada nantinya,” ungkapnya, Kamis (05/04/2018). Dalam pelatihan tersebut, Agus mengutarakan, bahwa untuk materi awal adalah tentang aturan dan Hukum. “Materi awal dari kejaksaan dan kepolisian, tentang kesadaran hukum, agar ketika merencakan kegiatan sekiranya tidak melanggar Hukum, Sehingga tidak ada kesalahan-kesalahan administrasi yang merugikan negara,” terangnya.

Pada materi terakhir, sambung manta Kepala UPT Disdik tersebut, seluruh peserta diberikan materi tentang bagaimana pengelolaan informasi publik. Artinya, menurut Agus peserta pelatihan diberikan pemahaman tentang bagaimana mengelola informasi publik guna disampaikan kepada masyarakat. “Jadi mengelola isu-isu agar publik memahami apa yang dilakukan oleh pemerintah,” tutupnya.
Bangkalan Butuh 197 Tenaga Penyuluh Pertanian

PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan saat ini kekurangan sebanyak 197 tenaga penyuluh pertanian. Jumlah tenaga penyuluh pertanian yang ada di Bangkalan hanya 84 orang, terdiri dari 42 orang tenaga penyuluh PNS dan 42 tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP). Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bangkalan, Mohammad Ismail mengatakan Jumlah tersebut, jelas tidak ideal, karena satu orang penyuluh harus menangani antara tiga hingga empat desa yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan itu.

Idealnya, Sambung Ismail, satu orang petugas penyuluh lapangan menangani satu desa. Sehingga jumlah tenaga penyuluh seharusnya minimal 281 orang, sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Bangkalan ini.

Ismail menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Bupati Bangkalan sebelumnya agar menambah tenaga penyuluh pertanian di wilayah itu. “Hanya saja, usulan Pemkab Bangkalan hingga kini belum direspon pemerintah pusat,” katanya, Kamis(05/04/2018). Sementara, untuk mengtasi kekurangan tenaga penyuluh itu, Dinas Pertanian Bangkalan ini bekerja sama dengan Babinsa (Bintara Pembina Desa). Langkah ini dilakukan, karena pemerintah juga telah menunjuk institusi TNI menjadi pendamping pertanian. “Dan berkat bantuan Babinsa ini, kekurangan tenaga penyuluh pertanian di Bangkalan ini sementara bisa teratasi,” tandasnya.
Kecamatan Modung Dicanangkan Jadi Percontohan Kampung KB

PEMERINTAH Kabupaten Bangkalan mencanangkan Kecamatan Modung sebagai percontohan Kampung KB. Kecamatan percontohan tersebut dalam pelaksanaan program KB nantinya akan dilakukan secara bergiliran, sehingga program KB di Bangkalan bisa sukses sesuai harapan pemerintah.

Menurut Kepala Puskemas Modung Titin Trisnowati, program tersebut, bentuk tindak lanjut dari kerjasama dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB P3A) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. “Kampung KB merupakan salah satu program pemerintah. Dengan begitu, realisasi kegiatan itu dampaknya bisa dinikmati oleh masyarakat,” kata Titin, Rabu (04/04/2018). Titin menjelaskan, tujuan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Kampung KB yaitu sebagai upaya penguatan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Karena itu, sambung dia, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang KB, dengan harapan, mampu memberdayakan dan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan maksimal agar terwujud keluarga yang berkualitas. “Di kampung KB ini tidak hanya pelayanan KB. Tetapi, semua program pemerintah di semua lintas sektor terkait, sehingga masyarakat dibawah merasa nyaman," terangnya. 
Menurutnya, dalam mencapai keberhasilan program Kampung KB sangat dipengaruhi oleh komitmen para pemangku kebijakan. “Saat ini kami sudah koordinasi  dengan pemerintah Desa Pakong, tepatnya di Dusun Secang.  Di Kampung KB Secang ini telah ada bank data. Itu memudahkan bagi instansi pemerintahan untuk bersinergi dan berintegrasi dalam mengintervensi programnya,” urainya. 
Ia juga berharap pembentukan Kampung KB bisa menekan tingginya tingkat kelahiran akibat pernikahan dini pada perempuan usia antara umur 15 hingga 19 tahun. Sebab, angka kematian ibu dan bayi di Bangkalan saat ini masih tinggi. “Setelah dusun ini, diharapkan dapat bermunculan Kampung KB lainnya. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” harapnya.
Waspada! Misscall dari Luar Negeri
Repost @kemenkominfo
Tindaklanjuti Temuan BPOM, Disdag Bangkalan Gelar Sidak

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 27 merek produk ikan makarel kemasan kaleng yang positif mengandung cacing anisakis. Untuk menindak lanjuti temuan BPOM tersebut Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan lansung melakukan sidak ke beberapa lokasi.

Diantaranya adalah Pasar Swalayan Tom Jerry, Indah Swayan, Tunas Jaya, Tretan, Indomaret, Pasar Ki Lemah Duwur, Pasar Kecamatan Kwanyar Dan Hypermart Bangkalan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Bangkalan, Budi Utomo mengatakan bahwa makanan kaleng MAKAREL telah ditemukan Parasit Cacing, sehingga produk tersebut diperintahkan untuk ditarik. “Dan dalam rangka perlindungan konsumen, maka Disdag melaksanakan sidak,” tuturnya Rabu (04/04/2018). Namun dari hasil sidak tersebut, tidak ditemukan penjualan produk dimaksud. Namun Tim dari Disdag Tetap akan melakukan monitoring untuk produk yang lain. “Karena kita tetep melindungi konsumen. Jadi tetap akan melakukan monitoring berkelanjutan,” tuturnya.

Budi Utomo berpesan agar masyarakat Bangkalan lebih memilih untuk mengkonsumsi bahan olahan tangan. “Bangkalan merupakan daerah dengan produksi ikan cukup besar, yakni 25 ribu ton per tahun. Maka diharapkan masyarakat untuk mengkonsumsi ikan segar, bukan produk kalengan,” harapnya.
Terobosan Baru, DPMPTSP Bangkalan Terapkan Perizinan Online

DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan memiliki terobosan baru. Yakni sistem layanan online bagi masyarakat yang hendak mengurus perizinan. 
Kepala DPMPTSP Bangkalan Moh. Hasan Faisol mengatakan, pengurusan izin usaha melalui online tersebut mulai diterapkan. Sistem ini bagian dari upaya lembaganya untuk memberi kemudahan bagi masyarakat. “Program ini semakin mempermudah dan memercepat masyarakat dalam mengurus perizinan,” terangnya, Rabu (04/04/2018). Faisol menjelaskan, dengan diterapkannya sistem online itu masyarakat bisa kapan saja dan dimana saja mengurus perizinan, utamanya bagi para pelaku usaha. Faisol meyakini sistem tersebut tidak ribet bahkan bisa dilakukan di rumah. 
Faisol berharap dengan pelayanan sistem online ini semakin mengunggah kesadaran masyarakat mengurus perizinan. Ia juga menegaskan meski bisa diakses secara online, lembaganya tetap meneliti keabsahaan dokumen. “Masyarakat akan mudah paham dengan fitur-fitur yang ditampilkan. Silahkan klik http://dpmptsp.bangkalankab.go.id, ” tandasnya.
Pemkab Bangkalan Akan Aktifkan Forum CSR