Kominfo Bangkalan

Kominfo Bangkalan Follow

Akun Resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan Jawa Timur

http://www.bangkalankab.go.id/

541 Followers  53 Follow

Share Share Share

Reposted from @humasprotokolbangkalan -  Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian berkesempatan berkunjung ke kabupaten Bangkalan dalam rangka memberikan pidato kebangsaan bersama warga Muhammadiyah Bangkalan, Senin 1 April 2019 di Pendopo Agung Bangkalan. rombongan  yang tiba di Alun-alun bangkalan sekitar pukul 16.30 WIB tersebut langsung di sambut Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron, anggota Forkopimda Bangkalan dan siswa-siswi  Bangkalan yang secara serempak menyanyikan lagu nasional. 
Ra Latif Sapaan Karab Bupati Bangkalan dalam sambutannya mengatakan berkat sinergisitas yang baik antara masyarakat dengan Pemerintah, Polri dan TNI dapat tercipta kondisi yang kondusif di Kabupaten Bangkalan. “Aparatur pemerintah, tokoh agama dan masyarakat Bangkalan sudah mampu menjaga dan memelihara keamanan bersama TNI dan Polri sebagai wujud nyata sinergitas untuk membangun Bangkalan. selain itu Kehidupan beragama di Kabupaten Bangkalan sudah terjalin kuat, juga berkat dukungan masyarakat muhammadiyah, mari kita gotong royong bersama menjaga kondusifitas Kabupaten yang kita cintai bersama,”tuturnya.

Sedangkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Dalam pidato kebangsaannya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini harus tetap kompak menjaga keutuhan dan persatuan bangsa serta harus memiliki motivasi untuk terus meningkatkan sumber daya manusia, karena menurut orang nomor satu TNI tersebut, saat ini tantangan dan ancaman yang dihadapi oleh Indonesia tidak berasal dari militer tetapi  near militer yakni ancaman yang bukan berasal dari perang militer. “Pada era Revolusi Industri 4.0 saat ini ada beberapa ancaman yang harus kita waspadai, adalah ancaman cyber. Contohnya adalah berita-berita hoax dan penyebaran ediologi melalui internet terutama media sosial yang dapat memecah belah bangsa. Karena itu  masyarakat harus pandai-pandai memilah berita, jangan sampai terhanyut dengan informasi yang tidak jelas asalnya, bahkan ikut-ikutan menyebarkan berbagai informasi hoax. Sudah menjadi kewajiban dan tugas kita untuk menjaga stabilitas dan keamanan Negara kesatauan republik Indonesia,"jelasnya

#bangkalanmadura 
#bangkalan 
#bangkalansejahtera
Pemkab Datangkan Mursyid Mesir Dalam Dzikir dan Sholawat Bersama

SESUAI namanya sebagai Kota Dzikir dan Sholawat, Pemkab Bangkalan selalu menggelar kegiatan dzikir dan solawat bersama. Dalam setiap momentum tersebut, ratusan bahkan ribuan masyarakat selalu antusias mengikutinya.

Seperti kegiatan Dzikir dan Sholawat bersama yang diadakan oleh Pemkab Bangkalan di Alun-alun setempat, Sabtu malam (23/03/2019). Tak tanggung-tanggung, Pemkab Bangkalan mendatangkan Syeh Nuruddin dan Mohammad Thoriq Mursyid Mesir serta RKH. Fakharillah Pengasuk Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan. 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron  menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dzikir dan shalawat tersebut  dalam rangka mendekatkan diri kita serta mengharapkan ridho, petunjuk dan pengampunan dari Alloh SWT. "Kita sebagai hamba sang Khalik wajib berdzikir menyebut nama Allah SWT dengan harapan mendapatkan ridoNya dan senantiasa mendapatkan ampunanNya dikehidupan dunia fana ini sampai nanti dikehidupan alam yang baka," tandasnya.

Dalam pelaksanaanya, kegiatan dzikir dan shalawat tersebut menurut Ra Latif, adalah dalam rangka mengharapkan syafaat dari Rasulullah SAW, serta untuk meningkatkan iman dan islam sebagai umat Nabi Muhammad. “Agar keimanan dan keislaman kita semakin meningkat sebagai bekal kita nanti di yaumil akhir. Rasulullah bersabda ‘sungguh manusia yang paling utama disisiku kelak adalah mereka yang paling banyak bershalawat kepadaku", imbuhnya.

Selain itu, kegiatan dzikir dan shalawat ini juga dalam rangka untuk menjaga keseimbangan sebagai manusia yang melaksanakan aktifitas dan tugas yang diemban dalam kapasitas sebagai pemimpin masyarakat dan sebagai manusia hamba Alloh yang wajib memohon petunjuk dan ampunan dari Alloh SWT. “Oleh karena itu semoga kegiatan dzikir dan shalawat ini dapat mewujudkan peningkatan ikatan hablum minannas dengan berkumpul bersilaturrahmi di tempat ini dan utamanya meningkatkan hablum minAllah dengan memperbanyak dzikir dan shalawat,” tutupnya. (eko/mas)
Tingkatkan Jalan Desa, Pemkab Bangkalan Sediakan Anggaran 79 Miliar

Salah satu visi-misi utama Kabupaten Bangkalan adalah peningkatan infrastruktur. Tahun ini, Pemkab Bangkalan menyediakan anggaran 79 Miliar untuk peningkatan kebinamargaan. Anggaran tersebut nantinya akan disebarkan ke Desa di Kabupaten Bangkalan.

Kabid Binamarga Dinas PUPR Bangkalan Yudistiro Ardi menyampaikan, anggaran tersebut diperuntukan untuk peningkatan pembuatan dan perbaikan jalan. "Nanti seluruh desa akan memiliki akses jalan yang baik. Terutama jalan di pelosok desa," kata Yudis, Jumat (08/03/2019). Saat ini, sambung Yudis, lembaganya tengah menggodok perencanaan. Dalam tahap ini, mengakaji daerah-daerah yang memiliki kesulitan akses jalan. "Kajian kita harus matang agar anggaran yang ada bisa berjalan secara optimal," ujarnya. 
Setelah proses perencanaan rampung, akan dilanjutkan tahap pengerjaan. Dalam tahap ini dipastikan akan ada pengadaan barang dan jasa. Termasuk mekansime pengerjaan proyek apakah melalui penunjukan langsung atau melalui tander. (yus/mas)
Pemerintah Minta Masyarakat Kelas Menengah Keatas Segera Mendaftar BPJS

Masyarakat di Kabupaten Bangkalan yang mejadi peserta BPJS kesehatan Mandiri masih minim. Tercatat sekitar 230 ribu orang yang belum memiliki kartu Indonesia sehat (KIS). Dari ribuan orang tersebut status sosialnya yaitu kelas menengah ke atas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Sudiyo menyampaikan untuk mengcover premi BPJS atau KIS Pemkab Bangkalan harus mengeluarkan dana sebesar Rp 44,6 Miliar. Kendati begitu masih banyak masyarakat yang belum memiliki KIS. "Ini sangat berat bagi kami, makanya kita dorong masyarakat kelas menengah keatas yang belum menjadi anggota BPJS mandiri ini untuk segera mendaftar,” katanya, Senin (04/03/2019). Yoyok mengatakan, sejak bulan Januari 2019 pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk memiliki KIS, karena sejak bulan Desember pelayanan Kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan menggunakan Kartu RTM telah dihapus. Tetapi masyarakat tidak  perlu khawatir, karena Pemkab Bangkalan telah mengalokasikan anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat miskin sebesar Rp 1 Miliar. “Biaya kesehatan untuk masyarakat miskin yang disedikan Rp 1 Milyar ini hanya cukup untuk tiga bulan, makanya kita harus benar benar selektif dalam menggunakan anggaran ini,” tuturnya.

Minimnya anggaran biaya kesehatan untuk masyarakat miskin langsung direspon oleh Bupati Bangkalan, Abd Latif Amin Imron. Orang nomor satu di  Bangkalan tersebut berjanji akan menambah anggaran biaya kesehatan bagi orang Miskin. “Ya nanti anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat miskin ini kita tambah antara Rp 4 M hingga Rp 5 M, ya nanti di PAK,” ungkapnya. (yus/mas)
Program Baru, Penerapan BPNT Direncanakan Triwulan Kedua

PENERAPAN penyaluran Bantuan Panga Nontunai (BPNT) di Kabupaten Bangkalan mulai menemukan titik terang. Rencananya, Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) yang semula dikenal dengan Beras Sejahtera (Rastra) itu pada triwulan Kedua tahun ini. 
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Didik Yanuardi menyampaikan, data penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 93.575. Data tersebut masih dilakukan Verifikasi dan evaluasi ulang oleh petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bersama Pemerintah Kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui data penerima yang meninggal sehingga nantinya dapat dialihkan ke ahli waris atau penerima lainnya. 
Setiap KPM akan diberi kartu ATM sesuai Bank Penyalur. Kartu tersebut digunakan untuk mengambil sembako di setiap E-Warung. "Di Bangkalan rencananya akan disediakan sebanyak 470 e-warung. Setiap 250 KPM akan disediakan satu e-warung," ungkap Didik, Senin (18/02/2019). Jika dalam satu desa terdapat 400 KPM, lanjut Didik, akan disediakan dua unit e-warung. Penyedia layanan BPNT harus mengajukan kepada bank penyalur untuk di verifikasi. Selain itu, e-warung juga harus mendapat persetujuan dari KPM dan Kepala Desa setempat. "Jadi BPNT ini bertujuan untuk menekan penyimpangan bantuan. Dengan begitu penyaluran tepat sasaran," katanya. 
Didik menambahkan, setiap KPM nantinya akan mendapat jatah Bansos beras dan telur setiap bulan. Jika diuangkan nominalnya sebesar Rp. 110.000 per KPM. "Untuk beras sebanyak 10 kilogram. Sisanya telur. Nanti Bergantung dari KPM. Mau beras premium atau medium," tandasnya. (yus/mas)
Tinjau Lokasi Banjir, Pemkab Upayakan Penanganan Jangka Panjang

JAJARAN Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangkalan meninjau lokasi warga terdampak banjir di Kecamatan Arosbaya yang dipimpin Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan. 
Pada peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyerahkan bantuan nasi instan kepada masyarkat terdampak. Setijabudi selaku PLH Sekdakab Bangkalan mengutarakan, pemerintah secepatnya akan mengangi pelayanan dasar masyarkat terdampak. “Kita mengecek tentang sarana dan bangunan apakah ada yang rusak, kita juga mengecek apakah ada penyakit menular? Dan lahan pertanian seluas 180 hektar yang terendam banjir,” terangnya, Rabu (06/02/2019). Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan tersebut sedang mengupayakan penangan jangka panjang bagi masyarkat terdampak agar tidak meras khawatir. “Jangka panjang itu bisa reboisasi di hulu sebagai penahan air supaya tidak turun ke hilir,” jelasnya.

Sekedar diketahui, menurut pantauan tim Tim Reaksi Cepat (TRC) Sebanyak 600 Kepala Kekuarga di delapan dusun yang tersebar di lima desa tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, karena banjirnya lebih besar dari pada banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Untuk mengetahui kondisi di lapangan, Plh Sekdakab didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Ismet Efendy langsung mendatangi lokasi. Selain itu, hadir juga Asisten Bidang Pembangunan Perekonomian, Puguh Santoso, Kepala Dinas PU dan Tata Ruang, Roesli Hariyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ishak Sudibyo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Bambang Setiawan, Kepala pelaksana BPBD, Rizal Morris, serta Camat Arosbaya, Anang Yulianto.
BPBD Serahkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan menyerahkan bantuan nasi siap saji untuk korban banjir di beberapa desa terdampak banjir. Diantaranya di Dusun di Desa Buduran, Desa Balung, Desa Plakaran dan Desa Dlemer di Kecamatan Arosbaya. 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris mengatakan, banjir masuk ke wilayah perkampungan warga mulai pukul 4.00 WIB. “Tadi pagi arus lalulintas ke arah Kecamatan Geger dilakukan buka tutup dan sejumlah perkampungan warga air di atas 50 cm,” ujarnya. Rabu (6/2/2019)

Ia menambahkan, banjir terjadi dikarenakan air kiriman dari wilayah kecamatan Geger dan bersamaan dengan air laut pasang sehingga air cepat masuk ke perkampungan. “Sebanyak 600 Kepala Kekuarga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, karena banjirnya lebih besar dari pada banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu,” tandasnya.

Menurut Rizal, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Bangkalan, Madura, mengakibatkan wilayah kecamatan Arosbaya Kembali di genangi banjir kiriman. “BMKG memperkirakan cuaca ekstrim seperti sekarang ini masih akan terjadi hingga akhir bulan Februari mendatang,” tuturnya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi wilayah Kecamatan Arosbaya tersebut merupakan air kiriman dari wilayah Kecamatan Geger, yang merupakan dataran tinggi dan bersamaan dengan air laut pasang. “Sejumlah akses jalan raya sempat terganggu petugas kepolisian dan TNI memberlakukan sistem buka tutup, kepala BPBD Bangkalan, petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung terun ke lokasi bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan peninjuan bencana banjir tersebut dan memberikan bantuan makanan siap saji,” pungkasnya.
Pemerintah Terus Berupaya Memenuhi Penyediaan RTH

UPAYA Pemkab Bangkalan menciptakan 20 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) terus dilakukan. Kendati menuai sedikit kesulitan, pemerintah tetap komitmen melakukan pemenuhan RTH Publik. Sesuai aturan pemenuhan RTH Publik harus memanfaatkan lahan negara. Seperti yang diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Dalam UU tersebut, total luas RTH sebagai ruang nusantara untuk mewadahi aspek-aspek penting masyarakat harus memiliki luas 30 persen dari luas wilayah kota. Dengan rincian, 20 persen RTH Publik dan 10 persen RTH Privat.

Kasi Pemeliharaan Lingkungan Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Slamet mengungkapkan, dari 18 ribu hektare total luas Kota Bangkalan, pencapaian luas RTH Publik masih terpenuhi seluas 11 persen. “11 persen itu terdiri dari sempadan sungai, hutan kota yang ada di belakang Kantor Pemda, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, dan Taman Paseban. Sementara RTH Privat, seperti halaman rumah belum terdata,” ujarnya, Rabu (30/01/2019). Slamet menjelaskan, kendati di Bangkalan banyak lahan kosong, namun lahan-lahan tersebut merupakan lahan produktif milik warga, bukan aset negara. Sehingga tidak bisa begitu saja dijadikan RTH Publik. “Selama tidak difungsikan atau ada pembangunan gedung pemerintahan, perkantoran, dan akses jalan, luas RTH Publik bisa ditingkatkan. Surabaya saja, RTH Publik nya masih 12 persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak tercapainya pemenuhan 20 persen RTH Publik tidak berdampak sigfnifikan terhadap lingkungan. Kendati demikian, pihaknya tetap terus berupaya meningkatkan luas lahannya setiap tahun. “Tidak berdampak secara lingkungan, tidak ada. Hanya ketentuan tentang penataan ruang tidak terpenuhi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang Dinas PU Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bangkalan Rio Batara menyatakan, untuk meningkatkan satu persen luas RTH Publik baru tidak mudah. Kendati begitu, pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi yang diproyeksikan sebagai RTH Publik baru. “Seperti lahan di depan SMP 4 Bancaran dan sepanjang jalan kembar, berikut boulevard nya, menuju Pesarean Syaichona Cholil,” tandasnya.
Dua Desa Di Dua Kecamatan Terendam Banjir, BPBD Bangkalan Beri Bantuan

AKIBAT hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dengan intesitas tinggi selama dua hari ber turut-turut mengakibatkan  sejumlah dusun di Kecamatan Arosbaya dan Blega terendam banjir, Senin (28/01/2019). Di sejumlah akses jalan raya juga terendam banjir, sehingga mengakibatkan aruslalulintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat terganggu dan tidak jarang para pengendara yang nekat menerobos banyak yang mogok.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris, bersama tim reaksi cepat (TRC) terpantau langsung turun ke lokasi yang terdampak banjir.

Rizal menyebutkan Dusun yang terdampak banjir di Kecamatan Arosbaya saat ini adalah Dusun Pandian, Dusun Ngantemoran, Dusun Renguleng, Dusun Segeran, Dusun Bunalas, Dusun Lebak dan Dusun Mor lorong Desa Arosbaya serta Dusun Tak anyar Desa Buduran.

Rizal menjelaskan, aliran air di wilayah kecamatan Arosbaya tersebut berasal kiriman dari wilayah Kecamata Geger yang menyebabkan banjir luapan sungai Tambangan Arosbaya dengan ketinggian 50 cm sampai 1 meter. "Yang terkena dampak sekitar 600 KK terendam yang ada di 8 dusun itu, juga jalan air mata ebu, kantor kecamatan Arosbaya, akses jalan menuju ke kecamatan Geger yang mengakibatkan arus lalulintas macet," ujarnya.

Ia menambahkan,untuk korban nihil hanya saja sebagian hewan peliharaan masyarakat terbawa arus sungai dan upaya dari tim TRC BPBD berserta personel Polsek Arosbaya, Koramil Arosbaya dan Masyarakat melakukan pengaturan aruslalulintas dikarenakan terjadi kemacetan.
Program Upsus Siwab 2018 Melebihi Target

PROGRAM Upaya Khusus Sapi Betina Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kabupaten Bangkalan berjalan sukses. Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Peternakan (Disnak) ditarget melakukan inseminasi Buatan (IB) pada 35 ribu ekor sapi. Program tersebut berjalan sesuai rencana.

Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnak Bangkalan Ali Makki menyampaikan, sampai November 2018 lembaganya telah melakukan IB pada 36.719 Akseptor. Sebenarnya, Kata Ali Makki, target 35 ribu karena ada perubahan. Pada awal tahun 2018, Lembaganya ditarget 24 ribu. Target tersebut telah tercapai pada Bulan Agustus. "Karena telah mencapai target, ditambah lagi oleh Pemprov," katanya, Selasa (15/01/2019). Selain IB, Dinas Peternakan juga ditargetkan melakukan pemeriksaan pada sapi-sapi yang telah disuntik. Program ini ditarget 23 ribu ekor sapi. Berkat kerja keras Disnak, capaian terhadap program tersebut melebihi target yakni 30.678 ekor sapi.

Dari puluhan ribu yang diperiksa, 22.468 ekor sapi yang dinyatakan positif bunting. Kemudian 8.192 ekor sapi negatif setelah diperiksa. Selain itu, untuk jumlah kelahiran pada 2018 sebanyak 15.747 ekor sapi. Jumlah tersebut sudah melebihi target kelahiran yang ditentukan pemprov sebanyak 10.454 ekor sapi. Dengan capaian tersebut populasi sapi di Kabupaten Bqngkalan tahun lalu meningkat. Yakni 226.897 ekor. bertambaH dari 2017 yang hanya 206.946. "Idealnya setahun sekali sapi satu kali bunting. Tapi peternak banyak yang menjeda proses kebuntingan. Jadi rata-rata 3 tahun 2 kali bunting," jelasnya.

Ali Makki berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi pada program Upsus Siwab. Masyarakat juga dihimbau jika memiliki sapi yanh tak kunjung berahi untuk melaporkan kepada petugas agar segera tertangani. "Karena ada sapi yang disuntik tapi tidak berahi. Makanya segera laporkan agar ditangani," tandasnya.
Gelar Festival Sepakbola Usia Dini, Kadispora: Ini adalah Janji Kami Untuk Pegiat Sepakbola

PEKAN pertama Festival Sepakbola Usia Dini kelompok U-10 dan U-12 sukses digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Minggu (13/1/2019) Kemarin.  Festival sepakbola yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Bangkalan Soccer Academy (BSA) itu akan berlanjut di setiap Minggu hingga pekan V pada 10 Februari 2019 mendatang.

Kepala Dispora Bangkalan, Sa'ad Asjari, mengatakan kesempatan ini mendapat respon luar biasa dari sejumlah akademi sepakbola di Bangkalan, Surabaya, dan Sidoarjo. "Ini adalah janji kami untuk teman-teman para pegiat sepakbola dan pengolala akademi sepakbola di Bangkalan," ungkapnya, Selasa (15/01/2019). Pekan II akan digelar pada Minggu (20/1/2019), Pekan III Minggu (27), Pekan VI Minggu (3/2/2019), dan Pekan V Minggu (10/2/2019). Pertandingan digelar selama 1x20 menit mulai pukul 07.00 - 11.30 WIB.

Pada kelompok U-10 diikuti sebanyak tujuh tim, yakni Mandala Putra Jr (Jaddih, Kecamatan Socah), Tunas Muda (Kecamatan Klampis), Mitra Bangkalan, BSA, Rungkut FC (Surabaya), Surabaya FC, dan Indonesia Soccer Academy (ISA) Sidoarjo.

Sedangkan pada kelompok U-12 diikuti sebanyak sepuluh tim, Palapa Arosbaya, Sangkah FC Tanjung Bumi, Dekate FC, Mandala Putra Jr, Kwanyar FC, Bina Utama, Tunas Muda, BSA, Tunas Muda, dan Surabaya FC. "Mewakili Bapak Bupati (R Abdul Latif Amin Imron), terima kasih atas antusias teman-teman pengelola akademi sepakbola," jelasnya.

Sa'ad mengatakan, Festival Sepakbola Usia Dini tersebut merupakan jawaban atas keluhan-keluhan para pengelola akademi terkait minimnya event sepakbola usia dini. "Ke depan kami akan berkolaborasi dengan program-program Askab PSSI Bangkalan untuk memutar kompetisi internal sesuai kelompok umur," pungkasnya.