Komunitas Ibu Asuh

Komunitas Ibu Asuh Follow

Akun IG resmi Komunitas Ibu Asuh (KIA)
🌻Dari Muslimah untuk Generasi Sunnah
📥Beasiswa Pendidikan untuk Anak-anak Muslim
Fanpage : Komunitas Ibu Asuh

https://ibuasuh.org/neraca-keuangan-kia-september-2018/

930 Followers  11 Follow

Share Share Share

Kalaulah harta yang kita belanjakan masih terkadang lalai semisal hanya untuk hal yang kurang/tidak bermanfaat, apakah tidak berharap harta itu akan menjadi pemberat timbangan kelak di akhirat dengan cara disedekahkan?
.
Banyak peluang sedekah yang bisa kita ambil. Semisal untuk membiayai para anak asuh ini. Meski katakanlah seribu dua ribu, itulah yang akan menjadi harta kita sebenarnya yg tersisa di akhirat

Tertarik mengambil peluang pahala ini? Bisa hubungi CP KIA untuk menjadi donatur ^^
.
Yuk bergabung dengan kami, Komunitas Ibu Asuh 🌻🌻
.
.
.
------
🌷Komunitas Ibu Asuh🌷
"Dari Muslimah untuk Generasi Sunnah"

Medsos resmi KIA:
🖱 www.ibuasuh.org 
FP: Komunitas Ibu Asuh
📸 @komunitasibuasuh
📞 (WA) 0823-1369-4455
IRINGI KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
.
“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”
.
[HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih]
.
.
@komunitasibuasuh 
#baik 
#buruk
#kebaikan 
#sunnah
#nasihat
#komunitasibuasuh
Bismillah

Berikut ini Laporan Keuangan KIA Bulan September 2018 : cek link bio
.
.
.
.
🌷Komunitas Ibu Asuh🌷
"Dari Muslimah untuk Generasi Sunnah"
.
.
.
.
Website : www.ibuasuh.org
Fanpage FB : www.facebook.com/KomunitasIbuAsuh/
IG : www.instagram.com/komunitasibuasuh/
WA : 0823-1369-4455
Tak perlu kita mencari tahu atau mengorek pandangan orang lain terhadap kita, karena sungguh jika isi dada-dada manusia dibelah dan kita melihatnya, kita tak akan mampu menahan rasanya

Disana ada yang mencintai kita juga membenci kita. Disana ada yg nampak baik di mata tapi teramat membenci kita.  Pun disana ada yg teramat sangat mencintai kita dengan segenap jiwa, tapi kita telah mengabaikannya

Cukupkanlah diri kita dengan selalu berbuat baik karena Allah ta'ala dan berbaik sangka

@komunitasibuasuh 
#ilmu 
#hati
#nasihat 
#sunnah
#komunitasibuasuh
Waktu kita,  berharga bagi mereka...
Bahagia menjadi ibu..
Seri Pendidikan Anak Muslim (5)
.
•Langkah selanjutnya adalah : Memperhatikan ibu yang sedang hamil

Diantaranya dengan cara tidak memakan makanan yang berbahaya bagi kehamilannya atau menyebabkan pengaruh buruk bagi janinnya, seperti :
1. Mengonsumsi obat-obatan atau yang sejenisnya (tanpa ada indikasi medis atau arahan dari dokter, pent.)
.
2. Bekerja berat (beraktivitas secara berlebihan sehingga kelelahan, pent.)
.
3. Merokok, baik itu sang ibu atau sang suami (dan merokok itu hukumnya haram, pent.)
.
4. Menggunakan narkoba atau mengonsumsi hal-hal yang memabukkan (hal ini dapat melahirkan anak yang kecanduan, karena 
janin itu juga mengonsumsi makanan yang dimakan ibunya, pent.)
.
.
.
----
.
•Al-Bisyâroh (Bergembira dan 
menyampaikan kabar gembira) 
dengan Kelahiran Anak

Apabila seorang muslim dikaruniai anak, maka ia disunnahkan* untuk mengabarkan berita gembira di saat kelahiran. Berita gembira ini hendaknya dilakukan seiring waktu kedatangan sang anak saat proses persalinan, sebagaimana firman Allah جل جلاله: .
“Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” [QS Maryam : 7]
.
Juga dalam firman-Nya :
“Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishâq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih.” [QS. ash-Shaffât : 112]
.
Serta firman-Nya جل جلاله:
“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat.” [QS Ali Imrân : 45]
.
.
.
•Sujud Syukur 
Saat mendapatkan kenikmatan, seorang muslim dianjurkan untuk bersujud kepada Allâh sebagai bentuk ekpresi rasa syukurnya kepada Allâh جل جلاله .
Sujud syukur itu disyariatkan, bahkan sangat dianjurkan saat memperoleh kenikmatan atau terhindar dari keburukan. Caranya dengan sujud sekali seperti sujud sajdah (sujud saat mendengar-kan ayat-ayat sajdah).
.
.
.
.
 @komunitasibuasuh
.
.
.
#parentingislami #tarbiyatulaulad #anak 
Lanjut
⬇️⬇️
[Ayah dan Ibu]

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu di berkata, “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Amal apakah yang paling utama?’ Nabi menjawab, ’Shalat pada waktunya’. Ia berkata,”Aku bertanya, ’kemudian apa?’, Beliau menjawab, ’Berbakti kepada kedua orang tua…’ (HR. Bukhari dan Muslim)
.
.
Sudahkah Kita Memuliakan Mereka?
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , “Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,”Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?”, beliau menjawab, ”Ibumu!”, ia kembali bertanya,”Kemudian siapa lagi?, Nabi menjawab,”Ibumu!”, “Kemudian siapa lagi?,” Nabi menjawab,”Ibumu!”, orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi?” Nabi menjawab, ”Bapakmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
.
.
Carilah Surga dengan Berbakti kepada Mereka

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه .
“Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, hadits ini shahih)
.
.
.
. 📝 Dikutip dari artikel @muslimahorid
Ditulis ulang oleh @komunitasibuasuh

#orangtua #berbakti #birrulwalidain #doa #sunnah #dakwahtauhid #komunitasibuasuh
[Agar Tidak Dendam]
.
Berikut adalah sejumlah kesadaran yang dapat kita hadirkan dalam hati kita saat seseorang telah berperilaku buruk kepada kita, agar tidak ada dendam yg berkembang dalam hati.

Ingatlah bahwa perbuatan orang itu kepada kita tidak keluar dari kehendak Allah. Allah menginginkannya itu terjadi dan ada hikmah dibalik itu.

Ingatlah dosa-dosa kita. Karena tidaklah keburukan menimpa kita melainkan karena sebab dosa-dosa kita. Sibuklah dengan tobat dan istighfar, dari pada sibuk mencela dan mencari-cari cara untuk membalasnya.

Ingatlah pahala yang sungguh besar bagi orang yang mau memaafkan dan bersabar. “Barangsiapa yang memberi maaf dan melakukan kebaikan, maka pahalanya di sisi Allah.” (QS. Asy Syuuraa: 40)

Ingatlah bahwa memaafkan dan berbuat baik akan membuat hati kita bersih dari keinginan-keinginan buruk, hasad dan dendam. Dengan itu hati akan merasakan kelezatan yang jauh lebih lezat dari kelezatan melampiaskan dendam.

Ingatlah bahwa dendam akan membuat jiwa menjadi hina, sedangkan memaafkan akan membuat jiwa menjadi mulia. “Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan sikap memaafkan melainkan kemuliaan” (HR Muslim)

Ingatlah bahwa balasan yang kita akan dapatkan sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan. Kita pun pasti pernah berbuat zalam dan dosa. Jika kita memaafkan, Allah pun akan memaafkan kita.

Ingatlah bahwa menyibukkan diri dengan dendam akan menghabiskan waktu dan membuat hati menjadi tidak fokus. Sehingga banyak hal-hal bermanfaat kita lewatkan. Maka jangan sampai musibah lebih besar menimpa kita.

Ingatlah bahwa Rasulullah tidak pernah sekali pun dendam karena urusan pribadinya. Jika itu terjadi kepada orang yang paling mulia, bagaimana dengan kita?

Ingatlah bahwa sabar adalah setengah dari keimanan. Jika kita bersabar, maka kita berarti sedang menjaga keimanan kita.

Ingatlah bahwa dengan bersabar berarti kita telah mengalahkan dan mengendalikan jiwa kita. Karena jiwa yang tidak dapat kita taklukan akan mengajak kita pada kebinasaan.

Ingatlah bahwa jika kita bersabar, maka Allah pasti akan menolong kita. (....)
.
.
.
@komunitasibuasuh
.
.
.
#dendam #muslim #akhlak
.
.
Lanjut
⬇️⬇️
#hijrah #istiqamah
Seri Pendidikan Anak Muslim (4)

Kedua: Pilihlah pasangan (calon istri/suami) yang baik agamanya

Sesungguhnya, siapa yang ingin (memanen) buah yang matang (manis) maka hendaknya ia mencari tanah yang baik (subur). Diantara hikmah terbesar dari pernikahan adalah, diperolehnya anak-anak yang sholeh yang beribadah kepada Allah dan mereka menjadi perbendaharaan bagi kedua orang tua mereka.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Menikahlah kalian dengan wanita yang pengasih lagi subur, karena sesungguhnya aku akan berbangga di hadapan umat lain dengan banyaknya kalian.” [HR Abu Dawud].
.
Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم menjelaskan timbangan bagi manusia di dalam menikah, beliau صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Wanita itu dinikahi karena empat hal: (1) karena hartanya, (2) karena nasabnya, (3) karena kecantikannya dan (4) karena agamanya. Maka pilihlah yang (baik) agamanya niscaya kamu akan beruntung.”
.
Allâh جل جلاله berfirman :
“Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah “al-qanitat” [mereka yang taat (kepada Allah)] dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” (QS. An-Nisa: 34).
Al-Qanitat adalah wanita-wanita yang menaati suami mereka dan menjaga harta suaminya dan diri mereka di saat suaminya tidak ada.

Nabi صلى الله عليه وسلم memperingatkan dari wanita yang cantik di lingkungan (tempat tumbuh) yang buruk, beliau صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Jauhilah khudhara` ad-dimni (kotoran yang kehijauan). Sahabat bertanya, “apa khudhara` ad-dimni?” Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab : “Wanita yang rupawan (cantik) yang tumbuh di lingkungan yang buruk.” [HR. Ad-Daruquthni]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم memuji wanita yang baik agamanya, beliau bersabda:
"Maukah aku beritahukan simpanan paling baik yang disimpan oleh seseorang? Yaitu istri yang shalihah.” [HR Hakim]

Seorang istri juga harus mencari suami yang shalih. Sebagaimana seorang suami diharuskan mencari istri yang shalihah, maka demikian pula wanita hendaknya memilih suami yang shalih.

@komunitasibuasuh
#parentingislami #tarbiyatulaulad #anak 
Lanjut
⬇️⬇️
Seri Pendidikan Anak Muslim (3)

LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

Pertama : Memulai dari memperbaiki diri sendiri 
Allâh جل جلاله berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari siksa neraka.” [QS at-Tahrîm : 6].
.
Maka, baiknya orang tua (ayah dan ibu) adalah faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan pendidikan anak, karena orang tua adalah qudwah (panutan), dan anak-anak memiliki kecenderungan yang besar mengikuti bapak dan ibunya. Anak laki-laki biasanya meniru ayahnya, dan anak perempuan biasanya meniru ibunya. .
Allâh جل جلاله berfirman :
“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikitpun pahala amal (kebajikan) mereka.” [QS. ath-Thûr : 21]
.
(e-book "Panduan Mendidik Anak" -
تربية األوالد يف ضوء الكتاب والسنة 
Karya Syaikh ‘Abdussalâm as-Sulayman, alih bahasa Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si)
.
.
Maka selagi masih ada waktu, bagi yang belum menikah, optimalkan kesempatan yang ada untuk mendulang ilmu khususnya agama yg mendetail. Hal ini termasuk dalam perkara perbaikan diri, ilmu sebelum amal. Bersemangatlah menghadiri majelis ta'lim, mulazamah dengan asatidzah,  membaca buku, mendengarkan rekaman kajian, dan tidak tercela pula mempelajari perkara dunia seputar pendidikan anak. Kesempatan emas yang begitu berharga, jangan dilewatkan begitu saja.

Tak dipungkiri pula bagi yang sudah menikah dan memiliki buah hati,  semangat untuk memperbaiki diri tidak surut. Perbaikan diri adalah keniscayaan yg harus terus diperbarui semangatnya demi mencetak generasi rabbani yg takut akan Rabbnya. Walau kesibukan mengurus rumah tangga tak ada habisnya, perbaikan diri harus tetap diusahakan. 
Hanya Allah lah yg memberi taufik

@komunitasibuasuh

#parentingislami #tarbiyatulaulad #anak