Lambe Turah

Lambe Turah Follow

Divisi Tausiah Lambeturah
#anti_ghibah
#kembali ke ajaran islam yg murni
#Berdasarkan qur'an dan sunnah
#pemahaman salaffushalih
#manhaj salaf

23,604 Followers  162 Follow

Share Share Share

Taat pada Rasul akan menuai kebaikan. Sebaliknya enggan taat padanya akan menuai musibah, bencana dan keburukan.
.
Inilah yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai keadaan beliau dengan umatnya. Beliau permisalkan dengan seseorang yang menyalakan api, lalu berkerumullah serangga di sekeliling api tersebut. Inilah yang biasa dilakukan oleh serangga-serangga kecil ketika ada api, mereka akan segera mengerumuni api tersebut. Namun ketika ada yang ingin menjerumuskannya dalam kebinasaan seperti api tersebut, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghalanginya. Namun ada saja yang enggan mengikuti Rasul atau tidak mau taat Rasul dan dimisalkan seperti serangga yang lepas dari tangan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. .
Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sesuatu, maka itu bahaya. Karenanya, jangan ditanyakan apakah itu haram ataukah makruh.  Begitu pula jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sesuatu, jangan ditanya itu wajib ataukah sunnah. Lakukan saja, maka itu pasti ada kebaikan dan melakukannya akan memperoleh ganjaran.
.
Semoga bermanfaat :)
_____
Sumber : https://rumaysho.com/3625-manusia-yang-tidak-mau-taat-rasul.html
Ulama Menganjurkan Untuk Merantau, Lebih Dewasa Dan Berpengalaman Hidup
.
Memang benar perkataan orang tua dahulu, hendaknya kita merantau supaya kita tahu makna penting keluarga, ketika jauh dari keluarga maka kita tahu betapa mereka sangat menyayangi kita dan kita juga menyayangi mereka terutama orang tua kita.
.
Dengan merantau kita juga  tahu bagaimana adab dan sopan-santun dengan sesama teman dan masyarakat. Dahulunya orang tua kita yang berurusan dengan masyarakat, sekarang kita yang berurusan langsung dengan mereka.
.
Demikian juga para ulama, mereka menganjurkan agar seseorang merantau, keluar dari kampung dan negerinya. Lebih-lebih untuk menuntut ilmu dan mencari pengalaman hidup.
.
Iman Syafi’i berkata,
.
إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ  إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
.
Merantaulah…
.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan…
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang…[1]
.
Seseorang jika ingin mendapatkan ilmu maka ia harus keluar dari rumahnya dan mencari ilmu. Imam Bukhari berkata dalam shahihnya,
.
باب الخروج في طلب العلم
.
“Bab keluar untuk menuntut ilmu"
.
Ibnul Jauziy berkata,
.
“Imam Ahmad bin Hambal keliling dunia dua kali hingga dia bisa mengumpulkan musnad.”[3]
.
Imam Ahmad bin Hambal bercerita sendiri,
.
“Aku mengembara mencari hadist dan sunnah ke Tsughur, wilayah Syam, Sawahil, Maroko, Al-Jazair, Makkah, Madinah, Iraq, Wilayah Hawran, Persia, Khurasan, gunung-gunung dan penghujung dunia.”[4]
.
Selengkapnya baca ا:
.
http://muslimafiyah.com/ulama-menganjurkan-untuk-merantau-lebih-dewasa-dan-berpengalaman-hidup.html
.
Penyusun:  Raehanul Bahraen
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #merantau
Ketahuilah … Allah Taala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq.
.
Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.
Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #cobaan #ujian #sabar #ikhlas
Keutamaan Rasa Malu
.
Rasa malu merupakan bentuk keimanan. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
.
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
.
”Malu merupakan bagian dari keimanan.” (HR. Muslim, no. 161)
.
Rasa malu ini juga dipuji oleh Allah.
.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
.
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِىٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ
.
”Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Menutupi, Allah cinta kepada sifat malu dan tertutup, maka jika salah seorang di antara kalian itu mandi maka hendaklah menutupi diri.” (HR. Abu Daud no. 4014, dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #malu
Untuk Ibu Menyusi.
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #ibadah #pahala #ridhaallah
Dari Ibnu 'Umar rodhiyallahu 'anhu :
.
“Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seseorang mengucapkan:
.
ALLAHU AKBAR KABIIRO WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRO WASUBHAANALLAAHI BUKROTAW WA ASHIILAN
.
(Maha Besar Allah, dan segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang).”
.
Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?” Seorang sahabat menjawab; “Saya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi, sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu.” Kata Ibnu Umar; “Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan hal itu.” (HR. Muslim no. 943)
.
Ini adalah salah satunya yang masyhur di masyarakat Indonesia, namun pada prakteknya digabungkan dengan do'a Istiftah lainnya yang mana hal sepsrti ini (yakni mengggabungkan dua do'a Istiftah di satu waktu) tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi Wasallam maupun para sahaabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in.
.
.
#sunnah
#iftitah
#istiftah
#sholat
.
.
Follow: @bbg_alilmu 
Follow: @bbg_alilmu 
Follow: @bbg_alilmu
"Puasa 6 hari Di Bulan Syawal"
.
Apakah boleh memulai puasa syawal sehari setelah Idul Fitri? Kapan waktu boleh dimulainya biar bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal yaitu seperti puasa setahun penuh?

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, ”Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut sehari setelah shalat ’Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. Karena seperti itu pun disebut menjalankan puasa enam hari Syawal setelah Ramadhan.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)
.
https://rumaysho.com/3532-mulai-puasa-syawal-boleh-sejak-tanggal-2-syawal.html
.
FAQ:
1. Mulai kapan waktu puasa syawal?
Jawab: mulai 2 syawal sampai 30 syawal
.
2. Apakah harus berurutan puasanya?
Jawab: tidak harus berturut-turut
.
3. Jika ada hutang puasa lebih utama membayar hutang puasa (qadha') atau puasa syawal?
Jawab: lebih utama membayar hutang puasa (qadha') dulu, apalagi di hadits kan bilangnya menyempurnakan puasa ramadhan dulu, baru dilanjutkan puasa 6 hari di bulan syawal
.
4. Apakah niat puasa syawal bisa digabung dengan membayar hutang puasa?
Jawab: tidak bisa, yang boleh niatnya digabung itu kalo sama2 puasa sunnah, misal puasa syawal, digabung niat puasa senin kamis/puasa tengah bulan
.
Semoga Allah memudahkan kita menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal sehingga bisa meraih keutamaan puasa setahun.
.
.
#dakwahtauhid #dakwah #tauhid #puasa #syawal
JANGAN MERASA PALING BENAR

Banyak orang ketika anda tegur kesalahan yang ia lakukan berkilah dengan mengatakan sudahlah, jangan merasa benar sendiri!

sehingga menjadi pertanyaan pada benak kita; apakah perkataan tersebut berasal dari wahyu ataukah hanya sebatas kilah yang tak beralasan pada dalil yang menunjukkan kepada kebingungan?

Tentunya hal itu harus kita cermati secara seksama dengan hati yang dingin apakah ada ayat atau hadist atau pendapat para ulama yang mengatakan dengan perkataan tersebut. Coba lihat Qs. An-nissa : 59 :

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
.
“jika kamu berbeda pendapat tentang suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan rosul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian…” (Qs. An-nissa : 59). Ayat ini dengan tegas mengatakan bahwa setiap perselisihan wajib dikembalikan kepada Allah dan Rosul-Nya, Allah tidak mengatakan;jika kamu berselisih janganlah kamu merasa benar sendiri, atau kembalikan pada pendapat masing-masing. Akan tetapi Allah menyuruh untuk mengembalikannya kepada Quran dan sunnah, ini menunjukkan bahwa yang benar hanyalah yang berdasarkan al-quran dan sunnah.

Para sahabat senantiasa menyalahkan orang-orang yang mereka pandang salah dan tidak pernah di antara mereka yang mengatakan :jangan merasa benar sendiri!

Demikian pula tabiut tabiin dan para ulama setelahnya. Senantiasa mereka membantah pendapat yang mereka pandang lemah atau salah tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan : jangan merasa benar sendiri.
Mengenal Allah Hanya di Bulan Ramadhan Saja
.
Terdapat sebuah ungkapan dari salaf kita:
.
ﺑﺌﺲ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ
.
“Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja.”
.
Syaikn Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa makna ungkapam ini adalah benar apabila mereka melalaikan kewajiban-kewajiban agama setelah ramadhan. .
Semisal Ramadhan rajin shalat dan memakai jilbab, namun setelah Ramadhan shalat bolong-bolong dan kembali melepas jilbab. .
Beliau menjelaskan,
.
"Ungkapan ini adalah benar, akan tetapi maksudnya adalah meninggalkan hal-hal wajib, semisal shalat pada bulam Ramadhan kemudian ia tinggalkan shalat selain bulan Ramadhan, maka ini adalah sejelek-jelek kaum karena mereka telah melakukan kekafiran."[1]
.
Ibnu Taimiyyah berkata,
.
"Barangsiapa bertekad meninggalkan maksiat di bulan Ramadhan saja, tanpa bertekad di bulan lainnya, maka ia bukan seorang yang bertaubat secara mutlak, akan tetapi ia hanyalah sekedar orang yang meninggalkan perbuatan maksiat di bulan Ramadlaan"[3]
.
Semoga kita bisa menjadi bulan Ramadhan dan puasa sebagai peningkat ketakwaan kita karena inilah tujuannya sebagaimana dalam Al-Quran:
.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Qs. Al-Baqarah: 183)

Baca selengkapnya:

https://muslim.or.id/39874-mengenal-allah-hanya-di-bulan-ramadhan-saja.html

Penyusun: Raehanul Bahraen

__
Follow akun:
Instagram : raehanul.com/instagram
LINE : raehanul.com/line
Broadcast WA muslimafiyah: 
0895341555542
(Simpan nomornya, Kirim Pesan via WA ا
[Nama Lengkap-Kota]
(Direkap tiap hari ahad)
KUMPUL KELUARGA,
JANGAN SUKA PAMER HARTA !!!!!!!
.
.
.
Ketika berkumpul di tengah banyak orang, seringkali hati kita mengajak untuk pamer harta dan kelebihan yang ia miliki. Ini adalah sifat yang tercela. Allah Ta’ala berfirman:
.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
.
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” (QS. At Takatsur 1-3). Sebaliknya, seorang muslim itu hendaknya bersikap tawadhu’ (rendah hati). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
.
“Sedekah tidak akan mengurangi harta seseorang. Allah akan menambahkan kewibawaan seseorang hamba yang pemaaf. Tidaklah seorang hamba itu bersikap tawadhu kecuali Allah akan tinggikan ia” (HR. Muslim, no.2588)
.
Sifat suka pamer, sombong dan tidak tawadhu itu akan menumbuhkan kedengkian, persaingan dan bahkan kezhaliman.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
.
“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865). Selain itu, harta benda dan kenikmatan duniawi bukanlah barometer kebaikan. Allah berfirman:
.
مَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُم بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَىٰ إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا
.
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Saba: 37). Maka untuk apa dipamerkan dan dibanggakan?
.
Semoga Allah memberi taufik
.
Allahuyahdik