Mamamo & Lilo

Mamamo & Lilo Follow

A mom. Drawing. Blogging. | #hamilnewbie #ortunewbie #mamamolilo #modyarhood #menuseminggu | Twitter : @mamamolilo

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScwHDboajWdke7ZDvkFSFVdflfDyPnH5zritW6Zs8_alTMSCA/viewform?usp=fb_send_fb&fbclid=IwAR2BZBNKXucJI5DK13OcQ7HXqnMzu1tNQvtGfcVrq-phn6-z6Est7kPPahU

7,084 Followers  1,520 Follow

Share Share Share

Ibu-ibu dan bapak-bapak, saat ini saya sedang mengadakan penelitian tentang pendidikan seksualitas usia dini. Nah saya membutuhkan kesediaan ibu-ibu dan bapak-bapak dengan anak maksimal balita untuk mengisi survey awal saya. Bersediakah? .
.
Linknya Ada di bio ya?
.
.
Terima kasih sebelumnya 😘😘
Pernah mengalami pelecehan seksual?
.
.
Saya pernah.
.
.
Seseorang yang mengendarai sepeda meremas pantat saya ketika sedang berjalan.
.
.
Apa yang saya lakukan?
.
.
Entah kenapa saya nggak bisa bergerak. Saya baru memaki-maki beberapa menit kemudian. Orangnya sudah jauh. Sampai sekarang, 10 tahun kemudian, saya masih suka merasa tolol karena lelet, sering saya berandai-anda, seandainya saya bereaksi cepat, berteriak atau menerjang. Ternyata, reaksi saya itu reaksi wajar, tonic immobility, badan tidak bisa bergerak karena shocked dan takut.
.
.
Lalu saya mengadu pada mantan pacar saya saat itu. Apa reaksinya?
.
.
"Kamu pake baju apa?"
.
.
Ketika saya bilang t-shirt Dan celana panjang, tidak ketat, dia Tanya lagi,
.
.
"Kamu lagi ngapain sih sampe digituin?"
.
.
Ya, yang disalahin saya, bukan pelaku. Kampret. Putuslah saya dengannya.
.
.
Anyway, kita hidup  di masyarakat dengan budaya victim blaming yang tinggi. Korban pelecehan/kekerasan seksual, alih-alih dibela, malah disalahkan. Bajunya, toketnya, pantatnya, make upnya, keluar malem etc. Ini bikin korban jadi malas melapor, akibatnya, korban bisa depresi, plus rape culture bakal terus langgeng.
.
.
Mungkin sudah baca kasus Agni, mahasiswi UGM yang mengalami perkosaan oleh temannya saat KKN. Alih-alih ditangani dengan benar, pihak institusi malah menyudutkannya. Ketika kasus ini viral di media sosial, masih banyak netizen yang menyalahkannya, bajunya (padahal dia berjilbab), sampai pertanyaan 'Kenapa gak teriak?' (padahal dia mengalami tonic immobility). Agni mendapat nilai C, pelaku masuk ke daftar wisuda tahun ini. Kan kampret ya? Sekarang, mari kita pantau jalannya penanganan kasus ini bersama. Semoga pelaku diganjar seberat-beratnya.
.
.
Kalau saya bisa berbicara langsung pada Agni, saya ingin bilang:
.
.
Dear Agni, kamu hebat karena sudah berani berbicara. Saya percaya, karena kamu, bakal banyak orang-orang lain yang turut berbicara, Karena merasa senasib, dilecehkan/disakiti, tapi dibungkam. Karena kamu, akan tercipta ruang-ruang yang aman bagi perempuan untuk berekspresi, bahkan muncul masyarakat yang manusiawi.
.
.
Kamu tidak sendiri.
.
.
#kitaagni #agnitidaksendiri #sayajuga
Terinspirasi posting-nya @mommy.101 sekalian menjawab pertanyaan @utamimakeupartist .
.
.
'Mbak, emang bener ya kalo punya anak, begitu sampe rumah, liat anak capeknya ilang?'
.
.
Nope. Itu cuma mitos. Tetep aja capek Bund. Cuma Pas dipeluk aja berasa 'awww'.
.
.
Itu tuh kalo mood #Lilo lagi baik yes? Kalo pas nyampe dia lagi bete?
.
.
Modyaro. 😂😅😅
.
.
Buibuk, yang punya perasaan sama, Mari bergandengan tangan. 😂😂
.

#mamamolilo #ortunewbie
"Wah emang yang paling bener tuh ya ngurus anak sendiri, gak usah pake babysitter, apalagi daycare...' begitu yang seseorang bilang pada saya.
.
.
Sebagai pelaku ngasuh anak sendiri, rasanya saya pengin nyaut 'Ah masa siyyy?'
.
.
Saya gak ngeliat ngurus anak sendiri sebagai yang paling benar. Apa lagi kalo pas saya capek. Kalo capek bawaannya kan pengin ngomel melulu yak? Itu 'paling benar' dari mana coba?
.
.
Anyway, akhirnya saya ngajak buibuk di Instastory buat share pros and cons-nya ngurus anak sendiri, pake nanny, dibantu ortu/mertua dan dimasukin daycare.
.
.
Masing-masing ada positif negatifnya kok. Sila baca di :

http://www.mamamolilo.com/2018/11/mengurus-anak-tanpa-dan-dengan-bantuan.html?m=1 (Atau klik link di bio)
TENTANG MENCOBA HAL BARU
.
.
Harus diakui, semakin menua (hey, mamamo baru ultah ke 41 minggu lalu! Hip hip huraa! #apaseh), keinginan #mamamo untuk mencoba hal baru itu makin kecil. Alasannya? Nggak berani ngadepin konsekuensi. Nanti kalo ribet gimana? Kalo gak suka gimana? Kalo nyasar gimana? Kalo salah? .
.
Padahal kan katanya, nyoba hal baru itu baik, antara lain : nambah pengetahuan/pengalaman, nambah skill, nambah pede, menstimulasi kreativitas, bikin hidup nggak ngebosenin karena rutinitas.
.
.
Mungkin ini bedanya anak kecil dan orang dewasa ya? Anak kecil mana mikir konsekuensi, gak takut salah pula. Orang dewasa kebanyakan mikirin segala worst case scenario, padahal mulai juga belum. .
.
Jadi inget becandaan Mamamo dengan beberapa orang sahabat : don't grow up! It's a trap! Hahaha
.
.
Berhubung Mamamo gak mau kejebak dalam sindroma orang dewasa, maka Mamamo memaksa diri untuk melakukan hal baru lebih sering dari biasanya. .
.
Gak perlu yang wah. Yang simple-simple aja. Misalnya, dalam satu minggu, setidaknya masak satu jenis masakan baru, ganti channel radio yang biasa didenger di mobil, jalan-jalan keliling perumahan, masukin gang-gang,  siapa tau nemuin sawah kayak Mamamo gini. Haha.
.
.
Jadi, hal baru apa yang terakhir buibuk lakukan? Kapan?
.
.
Jadi #lilojalanjalan minggu ini sebenernya mau ke Jendela Alam, cuma mampir makan siang dulu di Lawangwangi. Well, tempatnya nggak toddler-friendly. Banyak karya seni (pas lagi ada pameran sik) dan banyak tangga yang ga aman. .
.
Lho, terus, ini kok dibiarin jalan sendiri sampe ujung anjungan yang ada di cafe-nya? Karena tentu saja ini lagi nggak sama #mamamo. Ini sama #papamo. (Sementara #mamamo nonton dari meja sambil degdegan) HAHA 😂😂
.
.
Anyway, #mamamo tadinya over protective, namanya emak-emak yes? Takut anaknya kenapa-kenapa. #Mamamo belajar banyak soal 'membiarkan' anak eksplorasi (dengan pengawasan) dari #papamo. Dijaga, tapi nggak diikat. Dilepas tapi nggak diabaikan. .
.
Karena, sebenernya #Lilo itu udah ngerti kalo dibilangin. Di sini dia dibilangin supaya hati-hati, jalan pelan-pelan, soalnya kalau jatuh nanti sakit. Dan iya, Lilo hati-hati banget, sementara papamo jaga dari jauh.
.
.
Ternyata setelah Mamamo lebih 'melepas', sebenernya Lilo bisa ngelakuin banyak hal sendiri dan jaga diri. Jadi masalahnya bukan di kemampuan Lilo, tapi Mamamo. Mamamo kurang percaya. Hvft. .
.
Sekarang level Mamamo melepas dan membiarkan Lilo eksplorasi hampir setara dengan #Papamo. Walau pun dalam hati suka tegang ya? 😂
.
.
PS. Lilo gak pake sepatu. Dari dulu dia suka earthing. BTW, earthing itu bahasa Jakselnya nyeker kan ya? 😁
.
.
Oh iya, kami gak jadi ke Jendela Alam. Ada yang nyetir nyasar sampe Cimahi. *Hi, there!* 😂
.
.
Anyway, buibuk, siapa yang lebih legowo dan gak kuatiran kalo anak eksplorasi? Buibuk atau suami? :)
.
.
📷 @enricoharinatta
Semua buku, channel Youtube, web, majalah parenting pasti pernah ngomong bahwa sebagai orangtua, nggak usah terlalu sering ngelarang anak ini dan itu, karena efeknya buruk : anak jadi gak kreatif, anak jadi penakut, anak kurang
inisiatif dan lain sebagainya.
.
#Mamamo dan #Papamo setuju sih. Kami termasuk orangtua yang membiarkan #Lilo eksplorasi. It's okay selama nggak membahayakan diri sendiri dan orang lain, nggak merugikan orang lain dan berada dalam batas kesopanan.
.
Walaupun pas #Lilo mulai eksperimen seringnya #mamamo mengurut kening karena bayangin beresinnya gimana. The name also mother-mother yes (namanya juga ibu-ibu ya)? Sensi sama yang berantakan-berantakan.
.
Ada 3 tipe buibu nih
1. buibu yang dengan sukacita riang gembira membiarkan anak eksplorasi dan rumahnya berantakan pol, anaknya kotor maksimal.
2. buibu yang membiarkan anak eksplorasi tapi senewen liat rumah berantakan dan anaknya dekil.
3. buibu yang nggak sempet ngelarang, karena anaknya udah ngeberantakin rumah dan ngotorin diri duluan. (Akhirnya hanya bisa pasrah)
Mamamo sih seringnya tipe 2 dan 3. BHAHAK! Buibu apa?
.
#parentalk #millennialparenting #Parentalkxmamamolilo 
#mamamolilo
Jadi #Lilo lagi tergila-gila film Moana. Selayaknya anak kecil lain yang suka role-playing, tema role-playing sebulanan ini ya nggak jauh-jauh dari Moana : Lilo berperan jadi Moana, #papamo jadi Maui dan #mamamo (disuruh) jadi.......... .
.
.
Heihei
.
.
.
Iye, silakan ketawa kalo mau.
.
.
.
Lepas dari dapat peran jadi ayam di role play Moana karya Lilo, #Mamamo menganggap Moana ini sebagai salah satu film animasi yang ngasih setidaknya 5 pelajaran bagus buat Lilo dan anak-anak perempuan lain.
.
.
Antara lain : berlawanan dengan dongeng princess klasiknya Disney yang ngasih pesan subliminal bahwa problemnya perempuan itu cuma cari suami (Yang bikin cewek-cewek kemudian kebelet kawin, blah!), di Moana malah enggak ada cerita cinta-cintaan. Problemnya seputar mencari panggilan hidup, membangun potensi dan menyelamatkan dunia.
.
.
4 pelajaran lain bisa dibaca di posting terakhir di blog #mamamolilo : http://www.mamamolilo.com/2018/10/moana-dan-sekian-pelajaran-bagus-nya.html?m=1 (atau klik link di bio)
Jadi, #mamamo Dan #papamo ini selalu berusaha untuk mendukung #Lilo nyoba hal-hal baru, biar banyak pengalaman, biar pede, biar selalu banyak idea, biar tau apa yang disuka dan nggak disuka dan seterusnya.
.
Salah satu caranya adalah sering ngajak jalan-jalan ke tempat yang beda-beda. Nggak harus ke tempat wisata sih, ke sawah deket rumah juga jadi, atau ke taman-taman di Bandung oke. Yang jelas nggak ke mall. Papamo gak betah di mall, terus kalo bawa #Lilo gak bisa lama-lama. Apalah artinya ke mall kalo gak bisa keluar masuk toko, ye kan? 😂
.
Kemarin Kami ke Bird & Bromelia Pavillion yang Ada di Pramesrha Resort Town, Jl. Akaza Utama 9, arah Lembang. .
.
Konsepnya berupa aviari, jadi burung-burungnya nggak dikandangin, walau pun untuk burung karnivor macam burung hantu tentu aja diiket dan ada pawangnya, ya? Serem aja  kalo  enggak. Pengunjung bisa interaksi sama burung, sambil ngasih makan (paket makanan bisa dibeli pas beli tiket). .
.
Kirain Lilo bakal takut pas dikerubungi merpati dan parkit. Ternyata enggak. Ngasih makan kakaktua dan Makaw pun berani. Emaknya aja yang takut Lilo dipatuk. Cuma gak ditunjukin, Karena Lilo jadi takut serangga gegara Mamamo pernah ngasih lihat takut serangga. Monkeys see monkeys do banget yak, punya anak itu? :))
.
.
Ada 5 zona di sini : zona burung parkit, zona paruh Bengkok, zona Nuri, zona burung darat, unggas air dan burung kicau. Ada kelinci dan ikan juga!
.
.
Tiket masuk weekday 35000/orang untuk 2 tahun ++, di bawah 2 tahun gratis. Weekend 50000/orang. 25.000 buat paket makanan. .
.
Di sana juga ada resto, jadi kalo laper, nggak usah ke mana-mana. Di situ-situ aja. #apaseh.
.
.
Seru buat anak-anak dan keluarga. Lilo sih hepi banget sampe duduk-duduk di semen buat ngasih makanan dan dikerubungi parkit. Liat aja di video terakhir.
.
.
Sudah ke sana?
.
.
#LiloJalanjalan
#Lilo ini demen binatang, pake banget. Ya kucing, ya anjing, ya burung-burung, kelinci, marmut dan lain-lain. .
.
Walau pun (katanya) binatang itu bisa ngebantuin anak-anak untuk bertumbuh secara positif, tapi #Mamamo dan #Papamo agak keberatan Lilo punya binatang peliharaan. .
.
Punya binatang peliharaan itu berarti nambah anggota keluarga. Tanggung jawabnya bukan cuma ngasih makan thok, tapi juga ngedidik dan ngasih afeksi. Nyaris mirip kayak punya anak. Kan kasian kalo kebutuhan fisik terpenuhi, tapi kurang kasih sayang?  Ibaratnya kita, dikasih makan sih dikasih, sama ortu, tapi diabaikan. Ngenes pasti.
.
.
Nah, #Mamamo dan #papamo takshanggup kalo harusnya nambah anggota keluarga lagi. Ribet.
.
.
Belum lagi ntar kalo kami mau traveling. Ribet mikirin mo nitip ke siapa gitu.
.
So, enggak. Punya binatang piaraan nggak deh. .
.
.
.
.
*tau-tau Lilo dateng bawa kucing adopsiannya. Hiy.
.
.
Jadi, buibuk, anaknya punya binatang peliharaan apa? Yang ngasih makan buibuk atau anaknya? 😁😁
#mamamolilo #lilojalanjalan
Kayaknya sih, sebelum punya anak itu waktu yang paling tepat untuk bercita-cita ideal soal parenting, karena begitu punya anak... bubar!
Bye bye segala teori.
.
Sebelum #Lilo lahir, #Mamamo bercita-cita untuk menerapkan aturan no gadget, dan yes to aktivitas motorik non gadget dan sosialisasi. Tapi, realitasnya, ngikutin gerak Lilo kemana pun dia pergi itu capek, Buibuk~! Motherhood berubah jadi #modyarhood pokoknya sih.
.
Akhirnya Mamamo pun mulai ngasih Lilo gadget. Dia diizinin nonton beberapa tayangan yang ramah anak di Youtube.
.
Tapi tetep juga nggak dilepas gitu aja, sik. Karena sistem algoritma Youtube bisa bikin tayangan berpindah ke macam-macam video dan bukan nggak mungkin bisa berakhir ke video yang nggak layak tonton anak. Nggak mau kan anak kita tiba-tiba kesasar ke video Elsa dan Spiderman yang bermesraan? Terus Mamamo ngerasa, ada tayangan-tayangan yang bikin Lilo terhipnotis, kayak tayangan surprised eggs gitu.
.
Karena itu, sebelum ngasih Lilo nonton, Mamamo sudah memilih tayangan (dan tonton duluan) sampai habis, lalu download. Jadi ketika Lilo nonton, dia nggak nonton online. Mobile data dan wifi pun Mamamo matikan. Gitu, jadi Lilo anteng nonton, Mamamo bisa nemenin sambil selonjoran sejenak. Semua pun senang.
.
BTW, buibuk punya kebijakan apa buat anak dalam pemakaian gadget? Share yuk!
.
.
#Parentalk #MillennialParenting #Parentalkxmamamolilo
"Apa yang engkau cari, wahai working women? Tugas muliamu adalah di rumah, mendidik anak-anak menjadi agar yadda yadda yadda...'
.
Begitu kira-kira komentar yang saya temukan di salah satu posting Instagram tentang perempuan (ibu) bekerja.
.
Well.
.
Apa yang saya cari?
.
Tentu saja duit. Ahelah, kebutuhan rumah tangga banyak dan saya beserta partner nggak masuk trah Bakri, jadi... Ya gitulah.
.
Lalu, apakah kalau keluarga kami tajir melintir saya akan berhenti bekerja?
.
Enggak.
.
Why?
.
Lalu urusan anak gimana?
.
Nanya mulu, ih. Baca tulisan terbaru saya di http://www.mamamolilo.com/2018/10/kata-mereka-apa-yang-engkau-cari-wahai.html?m=1 (atau klik link di bio)
.
#bloggerperempuan #mamamolilo