Mamamo & Lilo

Mamamo & Lilo Follow

A lecturer. Mother of #Lilo. INFP. Drawing. Blogging. | #hamilnewbie #ortunewbie #mamamolilo #modyarhood #instacurhat | Twitter : @mamamolilo

https://youtu.be/koPmuEyP3a0

7,835 Followers  1,555 Follow

Share Share Share

Buibuk, telah hilang di sekitaran Punclut - Sekejulang Bandung, Golden Retriever punya temen gue. Namanya Qinci. Cirinya Ada tanda putih di kening.  Ada kompensasi bagi yang menemukan, silakan hubungi langsung pemiliknya : @arden3x. Please kindly share, terima kasih banyak. :) #anjing #hilang #anjinghilang #lostdog #dogadopt #golden #goldenretriever #anjinggolden #dicari #carianjing 
#please
5 Dari 9 posting di best nine @mamamolilo temanya soal ibu dan menjadi ibu. Terus kalo gue liat posting blog & IG gue, didominasi soal motherhood. Padahal dulu gw sempat mempertanyakan 'Emang  harus ya kalo udah jadi ibu, posting-nya ibu-ibuk banget?'
.
.
Mamam noh omongan. 😂
.
.
"Hidup itu adalah roller coaster, ada naik, ada turun. Nikmatilah." -- ini tuh semacam quote sok keren andalan gue zaman lajang.
.
.
Lalu, inget banget ada orang yang meresponsnya dengan : 'Nikahlah, settle down, pasti idup lebih tenang...' kemudian dia ---bak anggota MLM yang mau memprospek downline --- ngasih iming-iming romantis soal nikah *mungkin orang yang dulu ngomong kayak gini ke gue sekarang jadi adminnya @indonesiatanpapacaran* .
.
Eh maab, ke-mention, Min! 😅
.
.
Begitu kawin, apalagi setelah punya anak, gimana? Apa lebih tenang? Atau masih kayak roller coaster?
.
.
Mashiih Pak Ekooo! Roller coasternya lebih rock n roll malah! *Elap keringet*. Untung partner perjalanan pernikahan gue asyique.  Kalo enggak, kelaarr. :))
.
.
Anyway, setahun lagi melewati tantangan sebagai ibu, sebagai perempuan dan sebagai manusia. .
.
Bahwa hidup adalah belajar. Siap jelang tahun berikutnya untuk belajar jadi ibu, perempuan dan manusia yang lebih baik.
.
.
Etsah.
.
.
Selamat jelang tahun baru!

#2018bestnine #mamamolilo
Selamat liburan akhir tahun bersama keluarga juga, buibuk! .
.
😘😘😘
Ngingetin sejarah hari ibu di media sosial kayaknya udah template nyaris setaun sekali tiap 22 Desember. 😂  Malah dulu, saat masih rajin, gue kultwit dong. Sekarang sih males yes, bukibuk tinggal googling sendiri 'sejarah Hari ibu'
.
.
"Lo nyinyir gitu karena ga punya anak sih. Ntar kalo udah punya anak postingnya gak akan gini pas hari ibu " Gitu katanya.
.
.
Ehe. Dese salah. Gue konsisten. 😂
.
.
Anyway, agak sedih aja sih, karena di hari ini, 90 tahun yang lalu, perempuan mendeklarasikan diri untuk bisa berkarya di luar ranah domestik, tapi kemudian sejarahnya dibelokkan. Dijadikan harinya 'ibu'; perempuan kembali disuruh masuk ke ranah domestik.
.
.
Anyway, selamat 22 Desember semua perempuan. Ibu atau bukan ibu.
.
.
Semoga kita semua bisa memerdekakan pikiran untuk memilih jalan hidup sendiri dan mengambil keputusan dengan sadar. Semoga semua perempuan bisa berkarya dengan bebas, di ranah mana pun yang ia suka.
.
.
Yang paling penting : semoga semua perempuan mendukung satu sama lain.
.
.
Etsaaaah!
Gue inget banget deh, pernah ada seseorang yang mengkritik pola asuh gue ke #Lilo.
.
.
'Anak perempuan kok dibiarin manjat-manjat, main bola, main mobil-mobilan? Kayak laki lho nanti.' gitu kata orang itu.
.
.
Beliau mengira gue (dan partner) pengin punya anak cowok, tapi ga kesampaian, sehingga Lilo dibesarkan untuk jadi cowok.
.
.
'Sesuai kodrat aja lah. Kasian Lilo nanti bingung dia laki atau perempuan.'
.
.
*Sigh*
.
.
Beliau salah banyak. Gue gak terobsesi punya anak laki. Gue gak pengin bikin Lilo jadi anak laki.
.
.
Lilo pun gak secara khusus gue arahkan agar hanya melakukan aktivitas, memilih mainan dan permainan yang menurut lingkungan sosial maskulin. Nope. Lilo itu main masak-masakan juga lho! Main boneka. Main salon-salonan (Dan bikin rambut gue kusut. 😅)
.
. 
Yang gue lakukan adalah membiarkan dia mengeksplorasi banyak aktivitas, mainan dan permainan, tanpa memedulikan gender roles.
.
.
Kenapa?
.
.
Ya gue pengin dia secara maksimal menemukan minat dan potensi dia. Gue sih berkaca dari diri gue sendiri; gue tumbuh dalam lingkungan yang menganut konsep gender roles klasik. Akibatnya gue gak akrab dengan aktivitas, mainan dan permainan maskulin. .
.
Gue (tadinya) gak minat main bola. Nah sejujurnya 'ketidakminatan' itu gak muncul karena gue pernah nyoba kemudian gak demen, tapi lebih karena gue gak pernah nyoba.
.
.
Sejak berkomitmen untuk membesarkan Lilo lepas dari gender roles klasik, gue jadi kudu konsisten kan ya? Nah, Lilo ini demen bener main bola. Kalo lagi bareng dia, ya mau gak mau gue kudu ikutan main. Ternyata seru. Dan itu mayan jadi olahraga gue tiap hari. .
.
Coba kalo dulu gue sempet kenalan dengan sepak bola, mungkin sekarang udah jadi hooligan. Eh gak gitu juga sik ya? 😂
.
.
Gue gak mau Lilo tidak menemukan potensi dan minat sejatinya *tsah* dibatasin berdasarkan gender. Sayang banget kan kalo gue ngelarang dia berurusan --misalnya-- dengan otomotif, padahal mungkin aja sebenernya dia berminat, berbakat dan punya peluang berprestasi di sana. 😊
.
.
Gue ga khawatir Lilo bingung laki atau perempuan. Sekarang aja dia udah tau dia perempuan.😁
.
.
Jadi, pola asuh buibuk ikut gender roles klasik atau enggak? 😉
Jadi, #lilojalanjalan bulan lalu ke @jendelaalambandung, sebuah tempat berkonsep wisata edukasi. Ini tempat terkenal banget dan sering jadi tujuan field trip anak-anak sekolah. Kayak pas kami ke sana tuh. Ada 18 belas bis  anak sekolah yang datang. Ya, buibuk gak salah baca. De-la-pan-be-las. Gue yang ga begitu seneng keramaian tadinya mo balik, tapi kata @enricoharinatta, udah nanggung nyampe, cobain dululah.
.
.
Surprisingly, keadaan gak se-chaos yang gue takutkan. Ya rame sih, 18 bis gitu, cuma mayan tertib. Anak-anak dibagi kelompok-kelompok, dipimpin guide, dan ngedatengin wahana satu per satu. Salut sama guide Jendela Alam yang berhasil memandu mereka. .
.
So, jadi bisa ngapain aja di Jendela Alam? Bisa berkeliling area untuk belajar soal tanaman obat,  hidroponik, jamur tiram, greenhouse tomat cherry, kenalan dengan kuda poni, kambing etawa, ayam arab, kelinci, reptil dan rusa totol.
.
.
Bisa berkebun juga, bisa panen tomat cherry, bisa main flying fox, bisa naik kuda poni, bisa naik becak mini, bisa berenang (Ada kolam renang). Di sana juga ada playground. Lilo sih penggemar perosotan ya, jadi demen banget di sini :))
.
.
Selain itu ada juga aktivitas bikin-bikin. Kayak bikin layangan, bikin keramik, bikin yoghurt dan lain-lain
.
.
Overall, tempat ini oke banget buat tempat main anak-anak.
.
.
Buibuk, kapan main ke sana? :)
Inilah pentingnya mengasah kreativitas ya buibuk, supaya basa-basi pun kreatif. Nggak cuma seputar 'Kapan kawin?', 'Kapan punya anak?' dan 'Kapan nambah anak?' Ahahaha
.
.
BTW, gimana cara yang paling tepat untuk ngejawab pertanyaan 'kapan nambah anak.?' ?
.
.
Nggak ada. Senyum aja.
.
.
Karena apa pun jawabannya bakal salah.
.
.
Kalo dijawab 'ntar aja!', pasti bakal dijawab 'eeeh, jangan di-entar-entar, biar sekalian capek. Anak satu atau anak dua sama aja capeknya kook!' (padahal kan kalo #mamamo yang nambah anak, ya Mamamo yang capek kan, bukan dese)
.
.
Apalagi kalo dijawab 'Gak mo nambah, punya anak satu aja!', bakal ada balesan 'Eeeh, kasian atuh si Lilo, gak punya temen main yadda yadda...'
.
.
Kalo dijawab 'alat reproduksi aing, kumaha aing!' juga salah, pasti bakal dikatain 'judes amat...'
.
.
Mau dijawab 'Satu aja belum abis, masak nambah?', tapi kan ini bukan soal makanan.
.
.
.
😅
.
.
Atau buibuk punya idea, kudu jawab apa?
.
#mamamolilo #ortunewbie
Masih inget meme yang bilang 'saat wanita lelah bekerja, maka ia hanya ingin dinikahi'?
.
.
Saya termasuk kubu (ciye, kubu-kubuan) yang gak setuju. Sama gak setujunya dengan opini jadul ' ngapain perempuan susah-susah sekolah, kalau ujung-ujungnya ke dapur?' (dua pernyataan ini kayak saling merespons, yes?)
.
.
Kenapa saya kontra? Karena pola pikir dependen kayak gitu bahaya buat perempuan. Toxic, kalau kata @awkarin sih.
.
.
Toxic-nya gimana? Sila intip di http://www.mamamolilo.com/2018/11/perempuan-ujung-ujungnya-jangan-cuma-ke.html?m=1
.
.
Atau klik link di bio.
.
.
Buibuk pro apa kontra? Kenapa?
Niatnya sih rajin ngasih macem-macem stimulus buat #Lilo, dengan beragam aktivitas, bahkan maunya aktivitasnya pake DIY-DIY-an. Saya rajin lho lihat-lihat dan browsing tutorial gitu.
.
.
Niatnya.Tapi kan, manusia boleh berniat, capek juga yang menentukan. Hahaha. Suka sih bebikinan gitu, tapi nggak rutin. .
.
Salah satu aktivitas yang sering dilakukan bareng Lilo ya gambar. Standar banget yes? Yamaab. Supaya gak terlalu standar, media gambarnya beda-beda. Kertas, permukaan kaca, dinding (hmpf!), dan terinspirasi dari @beatrixhendriani, menggambar di jalan/paving block, pake kapur! Ini menyenangkan banget, buat Lilo dan bapak/ibunya.
.
Wait, apa menyenangkannya buat bapak/ibunya doang ya? 😂😂
.
.
Jadi, buibuk, kalo lagi sama anak aktivitas bermainnya ngapain? Share dongs, dongs. Siapa tau bisa jadi inspirasi buat Saya. Karena sesama buibuk kudu saling support, ye kan? #halah 😁😁
.
.
📷 @enricoharinatta
Pernah mengalami pelecehan seksual?
.
.
Saya pernah.
.
.
Seseorang yang mengendarai sepeda meremas pantat saya ketika sedang berjalan.
.
.
Apa yang saya lakukan?
.
.
Entah kenapa saya nggak bisa bergerak. Saya baru memaki-maki beberapa menit kemudian. Orangnya sudah jauh. Sampai sekarang, 10 tahun kemudian, saya masih suka merasa tolol karena lelet, sering saya berandai-anda, seandainya saya bereaksi cepat, berteriak atau menerjang. Ternyata, reaksi saya itu reaksi wajar, tonic immobility, badan tidak bisa bergerak karena shocked dan takut.
.
.
Lalu saya mengadu pada mantan pacar saya saat itu. Apa reaksinya?
.
.
"Kamu pake baju apa?"
.
.
Ketika saya bilang t-shirt Dan celana panjang, tidak ketat, dia Tanya lagi,
.
.
"Kamu lagi ngapain sih sampe digituin?"
.
.
Ya, yang disalahin saya, bukan pelaku. Kampret. Putuslah saya dengannya.
.
.
Anyway, kita hidup  di masyarakat dengan budaya victim blaming yang tinggi. Korban pelecehan/kekerasan seksual, alih-alih dibela, malah disalahkan. Bajunya, toketnya, pantatnya, make upnya, keluar malem etc. Ini bikin korban jadi malas melapor, akibatnya, korban bisa depresi, plus rape culture bakal terus langgeng.
.
.
Mungkin sudah baca kasus Agni, mahasiswi UGM yang mengalami perkosaan oleh temannya saat KKN. Alih-alih ditangani dengan benar, pihak institusi malah menyudutkannya. Ketika kasus ini viral di media sosial, masih banyak netizen yang menyalahkannya, bajunya (padahal dia berjilbab), sampai pertanyaan 'Kenapa gak teriak?' (padahal dia mengalami tonic immobility). Agni mendapat nilai C, pelaku masuk ke daftar wisuda tahun ini. Kan kampret ya? Sekarang, mari kita pantau jalannya penanganan kasus ini bersama. Semoga pelaku diganjar seberat-beratnya.
.
.
Kalau saya bisa berbicara langsung pada Agni, saya ingin bilang:
.
.
Dear Agni, kamu hebat karena sudah berani berbicara. Saya percaya, karena kamu, bakal banyak orang-orang lain yang turut berbicara, Karena merasa senasib, dilecehkan/disakiti, tapi dibungkam. Karena kamu, akan tercipta ruang-ruang yang aman bagi perempuan untuk berekspresi, bahkan muncul masyarakat yang manusiawi.
.
.
Kamu tidak sendiri.
.
.
#kitaagni #agnitidaksendiri #sayajuga
Terinspirasi posting-nya @mommy.101 sekalian menjawab pertanyaan @utamimakeupartist .
.
.
'Mbak, emang bener ya kalo punya anak, begitu sampe rumah, liat anak capeknya ilang?'
.
.
Nope. Itu cuma mitos. Tetep aja capek Bund. Cuma Pas dipeluk aja berasa 'awww'.
.
.
Itu tuh kalo mood #Lilo lagi baik yes? Kalo pas nyampe dia lagi bete?
.
.
Modyaro. 😂😅😅
.
.
Buibuk, yang punya perasaan sama, Mari bergandengan tangan. 😂😂
.

#mamamolilo #ortunewbie
"Wah emang yang paling bener tuh ya ngurus anak sendiri, gak usah pake babysitter, apalagi daycare...' begitu yang seseorang bilang pada saya.
.
.
Sebagai pelaku ngasuh anak sendiri, rasanya saya pengin nyaut 'Ah masa siyyy?'
.
.
Saya gak ngeliat ngurus anak sendiri sebagai yang paling benar. Apa lagi kalo pas saya capek. Kalo capek bawaannya kan pengin ngomel melulu yak? Itu 'paling benar' dari mana coba?
.
.
Anyway, akhirnya saya ngajak buibuk di Instastory buat share pros and cons-nya ngurus anak sendiri, pake nanny, dibantu ortu/mertua dan dimasukin daycare.
.
.
Masing-masing ada positif negatifnya kok. Sila baca di :

http://www.mamamolilo.com/2018/11/mengurus-anak-tanpa-dan-dengan-bantuan.html?m=1 (Atau klik link di bio)