MA Nurul Islam Tengaran

MA Nurul Islam Tengaran Follow

Madrasah program Keagamaan dengan sistem boarding school, setiap santri ketika lulus diharuskan menghafal alquran min 5 juz.

440 Followers  561 Follow

Share Share Share

Program Tahfidz, Lahirkan Generasi Qur’ani

Ma’had Nurul Islam memiliki satu program wajib bagi para santrinya untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran. Program ini dibedakan menjadi dua, program tahfidz regular dan tahfidz khusus. Tidak semua santri bisa bergabung dalam program tahfidz khusus, bagi mereka yang berminat mereka dapat mendaftarkan diri dan dan mengikuti serangkaian tes oleh penguji. Kegiatan tahfiz dilakukan setelah sholat subuh  hingga pukul 06.30, para santri kelompok reguler diwajibkan setor minimal 1 kali sehari, dengan target minimal SMP 3 juz dan MA 5 juz selama 3 tahun. Ditahun terakhir mereka wajib menyetorkan kembali  minimal 3 dan 5  juz yang telah mereka hafalkan. Kelompok program khusus diwajibkan setor minimal 2 kali sehari sebanyak 1 halaman, dengan target minimal 10 juz selama 3 tahun. Ada target yang ditentukan oleh asrama berapa banyak yang harus dihafalkan dan disetorkan tiap 3 bulan sekali sebelum perpulangan santri. Jika belum mencapai target pada waktu perpulangan, maka santri harus mengikuti karantina untuk menyelesaikan target hafalannya sebelum diperbolehkan pulang.

Tahfidz dilaksanakan dari Hari Senin-Sabtu, dan di Hari Ahad setelah Sholat Subuh diisi dengan tasmi’. Tasmi’ adalah kegiatan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dihafalkan tanpa membaca, tujuannya adalah untuk memperkuat hafalan para santri. Tentunya dengan adanya program ini dapat mencetak generasi qur’ani, yang tidak hanya menghafal namun juga mengamalkannya.
Apel Akbar, Wujudkan Santri Hebat

Para santri berlari kencang berusaha agar tidak terlambat datang ke lapangan untuk berkumpul mengikuti apel akbar, bersama larian para santri tersebut terdengar hitungan dari mulut pengurus OPNI yang mengisyaratkan untuk bergegas menuju halaman rumah ustadz Umar, begitulah pemandangan yang selalu terjadi pada hari jumat pagi. Dan setelah berkumpul di lapangan terdengar ucapan kata-kata hikmah dari para ustadz yang selalu setia mengingatkan santri untuk selalu berbuat baik. Setelah apel selesai berlanjutlah ke pemeriksaan kerapian dan kebersihan diri. Apel ini bertujuan mewujudkan santri yang selalu tepat waktu, bersih dan rapi dalam berpakaian
Santri Bertanya Ustadz Menjawab, Meningkatkan Tsaqofah Keislaman

Agenda yang dilaksanakan rutin setiap kamis malam ini, adalah program kebanggaan dari divisi ta’mir. Dimana agenda ini menghadirkan pembicara kebanggaan kita yakni ustadz As’ad Mahmud Lc. Disini santri bisa menanyakan segala pertanyaan tentang keislaman sehingga dapat meningkatkan tsaqofah keislaman.
Longmarch Qur’an, Kuatkan Jasmani dan Rohani

Sore itu derap langkah para santri yang diiringi dengan senyuman dengan perlahan menyusuri jalan. Langkah demi langkah dilalui, keringat mulai bercucuran dari tubuh para santri. Perjalanan sore itu memang sangat melelahkan “namun “ begitulah ujar ustadz umar “di situlah kita akan menemukan kekuatan baru”. Disela istirahatnya para santri diiringi indahnya bacaan quran yang dilantunkan oleh para santri. Acara ini diharapkan memunculkan  semangat para santri dalam kesehariannya.
Wujudkan Kebersihan Melalui Operasi Semut “Assalamu’alaikum wr. wb.  Announcement for all member of Mecca room 10 and 11 please come to in front of Masjid Ar-Rahmah right now” pengumuman dari OPNI divisi lingkup menggema sore itu (18/11/18). Pukul 16.30 , operasi semut akan dimulai, setelah semua anggota kamar Mecca 10 dan 11 berkumpul, divisi lingkup (lingkungan hidup) membagi tugas untuk membersihkan lingkungan asrama. Mecca 10 membersihkan area lapangan samping Masjid Ar-Rahmah dan Mecca 11 membersihkan halaman MA Nurul Islam dan wilayah Gedung Gaza.

Program ini merupakan program pekanan yang digilir tiap dua kamar. Komplek asarama putri terdiri dari 3 gedung utama, yaitu Mecca, Madina, dan Gaza. Nah, pergiliran dimulai dari kamar- kamar yang ada di Gedung Mecca “Setiap setelah penjengukan pasti kotor, jika tidak dibersihkan dan menunggu Hari Senin sampah tentunya sangat mengganggu pemandangan, Hari Senin bukan hari yang efektif untuk membersihkan komplek asrama. Karena apel pagi dimulai jam 07.00 pagi dan sebelum apel pagi ada jam tahfidz yang wajib di ikuti.” Ujar Zaidah Umniyah, salah satu anggota OPNI divisi lingkup.

Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dibuang ke tempat pembuangan sampah asrama putri yang selanjutnya akan dipisahkan antara sampah yang bisa didaur ulang dan tidak. “Agar santriwati peka terhadap lingkungan, awalnya mereka perlu dipaksa untuk memungut sampah yang mereka lihat,  dengan begitu mereka akan bisa dan terbiasa tanpa harus diminta untuk memungut.” Tambahnya.

Diharapkan wali santri juga lebih tertib untuk membuang sampah bungkus makanan ke tempat sampah yang sudah disediakan. Jadi jika datang dalam keadaan bersih maka pergi juga dalam keadaan bersih.

Sesungguhnya Allah SWT. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan, Ia menyukai kedermawaan maka bersihkanlah  olehmu tempat-tempatmu. Bersih lingkunganmu, sehat dirimu.
Meet Night Memories

Malam itu (17/11/18) seluruh kelas 9-12 diperintahkan berkumpul di Masjid Ar-Rahmah.  Kebanyakan santriwati tegang, karena mereka tahu alasan mereka dikumpulkan. Meet Night Memories adalah acara semacam jurit malam yang diadakan oleh OPNI divisi keamanan dan ketertiban, jelas saja para santriwati tegang dan merasa takut membayangkan apa yang akan terjadi. “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim). Acara ini merupakan salah satu cara pengamalan hadis tersebut yang dikemas sedemikian rupa sehingga proses berjalan menyenangkan.

Mulanya, seluruh santriwati menonton film yang memacu ketegangan. Disaat sedang seru menonton, beberapa orang akan dipanggil berdasarkan nomer yang telah ditetapkan untuk dijadikan sebuah kelompok.

Setiap kelompok diminta berkumpul didepan Masjid Ar-Rahmah sebagai pos pertama. Disana mereka diberi arahan apa yang harus mereka lakukan. Mereka diperintah untuk berlari menuju pos selanjutnya dan harus terus bersama,tidak boleh meninggalkan teman apapun yang terjadi. Di pos  kedua ini kepekaan peraba peserta diuji dengan memasukkan tangan kedalam plastik hitam dan harus menebak apa saja yang ada didalamnya. Di pos ketiga yang terletak di halaman MA Nurul Islam, para peserta diarahkan untuk naik ke lantai 2 sekolah tanpa penerangan apapun. Dilantai dua para peserta diperintah untuk masuk kedalam kelas untuk mencari hadiah, peserta dimita berpencar dengan memasuki satu kelas tidak lebih dari 2 orang. Setelah mendapat hadiah para peserta diminta menandatangani absensi sebagai tanda bahwa selesai menjalankan tugas. Para peserta harus saling tunggu-menunggu sebagai bentuk kebersamaan, tentunya tujuan dari acara ini adalah untuk memperkuat dan memperluas ukhuwah.

Rasa lega dan bahagia karena mendapat hadiah terlihat dari ekspresi tiap peserta yang sudah selesai.  Seru, menakutkan, dan kebersamaan adalah kesan utama dari acara tersebut.
Apresiasi Tahfiz Tumbuhkan Semangat Santriwati

Hafizah… siapa sih yang nggak mau? pasti setiap muslim pengen kan ya… harapan itu pasti besar adanya. Untuk mewujudkan harapan besar itu, para santri wati Nurul Islam di targetkan lulus dengan hafalan minimal 5 juz untuk program reguler dan minimal 10 juz untuk program ekselerasi.

Untuk menyelesaikan target tersebut, para santriwati diberikan kesempatan untuk menyetorkan hafalannya  setiap pagi hari, dan kesempatan untuk memperbaiki bacaan tahsin dari ba’da maghrib hingga isya.

Ketika hafalan telah mencapai  1/4 juz atau 2,5 lembar, santiwati diwajibkan untuk menyetorkan ulang hafalan mereka dalam sekali duduk, yang disebut ujian tahfiz yang bertujuan untuk merekatkan kembali hafalan yang mereka setorkan sebelumnya.

Untuk menambah semangat para santri dalam menghafal al-quran, Ma’had Nurul Islam memberikan apresiasi bagi para santri yang bisa memenuhi target minimal dalam waktu yang telah ditentukan.

Kamis (01/11/18) malam, Ustazah Anis Cholisatul Masruro dan Ustazah Wahyu Nur Hidayah selaku kordinator tahfiz mengumumkan dan menyerahkan penghargaan untuk 13 santriwati yang telah berhasil melebihi target sebelum waktu yang ditentukan, di masjid Ar-rahmah kampus 2 Ma’had Nurul Islam yang berjalan dengan khidmah.
Dengan di berikannya penghargaan kepada 13 santriwati tersebut, diharapkan meningkatkan semangat para santriwati dalam menghafalkan al-quran.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-baqarah: 148 yang artinya “dan setiap umat memiliki kiblat yang dia menghabat kepadanya. maka berlom-lomba lah kamu dalam kebaikan di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” Semoga kita semua dapat istiqomah dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Tertibkan Anak Bangsa Dengan Nurista
“Pimpinan saya ambil ambil alih, semua siap gerak! “ Terdengar suara salah satu anggota OPNI divisi keamanan sedang menyiapkan apel yang sudah menjadi rutinitas mereka. Tepat pada pukul 07.00 pagi semua santriwati diwajibkan sudah siap berangkat sekolah dan berkumpul disebelah masjid Ar- Rohmah. Tujuan dari apel  ini adalah untuk menertibkan para santriwati agar berangkat tepat waktu tidak terlambat, tertib di sekolah. Dalam apel ini terdapat pengecekan seragam sesuai standar Nurul Islam, perlengkapan sekolah.  Sasaran paling utama apel ini adalah anak SMP. Mengapa? Karena, agar mereka terbiasa disiplin dan tertib sejak dini. Apel ini diadakan setiap hari.

Dalam apel ini juga menguji jiwa kesetiaan pada teman, sebelum mereka berangkat maka mereka diharuskan menunggu teman-teman mereka yang belum datang berkumpul. Setelah para santriwati berangkat para anggota OPNI divisi keamanan masih harus menjaga pintu gerbang agar dapat jalan bergantian. Dalam apel ini diharapkan para santriwati dapat tertib dan disiplin disegala waktu dan kondisi.
Outing Class, Sarana Belajar Seru untuk Siswa

Hari Rabu minggu lalu (7/11/2018), siswi kelas XI belajar diluar kelas, yeay! kelas XI mengunjungi Kyai Mawardi yang berkediaman di daerah Klero, Tengaran, Semarang. Kediaman beliau cukup dekat dari lokasi MA Nurul Islam, sehingga tidak memakan waktu yang lama dalam menempuh perjalanan.  Outing class ini dilaksanakan saat pelajaran akidah akhlak bersama Ustazah Muawanah sebagai pengampu mata pelajaran. Silaturahmi dilaksanakan sehubungan dengan pelajaran akidah akhlak yang sedang membahas adab bertamu.

Kegiatan belajar berlangsung seru, sharing dilaksanakan di mushola dekat rumah Kyai Mawardi,para siswi antusias mendengarkan setiap ilmu yang disampaikan oleh Kyai Mawardi, salah satu diantaranya tentang hidup mulia atau mati dalam kesyahidan serta sedikit menyinggung masalah politik dan memberi nasihat yang begitu mengena di hati para siswi, yaitu mengingatkan kembali tentang menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat, sehingga para siswi terpacu kembali semangatnya dalam menuntut ilmu.
Kegiatan belajar mengajar outing class yang sesekali dilakukan seperti ini merupakan metode belajar mengajar yang cukup efektif untuk mengusir rasa bosan dan meningkatkan keceriaan siswa. Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina, keep hamasah, Allahu Akbar!
Upgrade Berbahasa Arab dengan Muhadatsah

Tepat pukul tujuh pagi, seluruh santriwati MA Nurul Islam bergegas untuk berkumpul di halaman sekolah guna melaksanakan muhadatsah. Ngomong-ngomong, muhadatsah itu apa, sih? Menurut bahasa, muhadatsah adalah percakapan, dialog atau berbicara. Nah, kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan keterampilan berbahasa arab untuk para santriwati yang diselenggarakan oleh opni divisi bahasa. Tidak hanya menambah kosa kata, tetapi juga melatih kelancaran dalam pengucapannya.

Para santriwati dibagi menjadi beberapa kelompok, kelas X menjadi 4 kelompok dan kelas XI menjadi 1 kelompok. Muhadatsah dilaksanakan rutin pada pukul 07.00-07.30 pada hari Senin- Jum’at. Hari senin – kamis merupakan penambahan kosa kata disertai contoh kalimat dan pada hari jum’at merupakan muraja’ah atau mengingat kembali kosa kata yang telah dihafal sebelumnya. Tidak hanya dihafal, kosa kata juga disetorkan pada koordinator muhadatsah yang merupakan anggota divisi bahasa. Agar tidak hanya dihafal lalu dilupakan,  kosa kata diamalkan dengan diberlakukannya language time, language  area, dan language day.

Kegiatan rutin ini sangat membantu mengupgrade kemampuan berbahasa arab para santriwati, mengingat bahasa arab merupakan bahasa npenting karena merupakan bahasa al-Qur’an serta banyak juga santriwati yang berminat untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah setelah lulus dari MA Nurul Islam tercinta ini.
Penyerahan piala kepada pihak Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran -
-
Kami ucapkan selamat kepada ananda Yusuf Rahmatullah @rahmatullah.y atas prestasinya menjadi juara 2 pidato bahasa arab tingkat nasional, -
-
diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya UNS dalam perlombaan Arabic Fair 2018
#latepost .
Part3
.
dirgahayu indonesia ke 73
.
#santri #nuris #hutri73 #merdeka