maswantik

maswantik Follow

Free ebook SEMUA ORANG BISA NAIK HAJI bisa diunduh di www.maswantik.com
FB : Suwantik Yoso Sumarto

1,206 Followers  31 Follow

Share Share Share

6 HAL YANG HARUS DISIAPKAN AGAR KITA TIDAK TERMASUK ORANG YANG MERUGI

Terbayar sudah kangen saya dengan KH Ahmad Yani. Setelah sekian lama tidak bersua dengan beliau. Tidak mendengar nasihat-nasihatnya. Kemarin akhirnya bisa bertemu di pengajian menyambut tahun baru Hijriyah di Masjid Kasyful Hikmah Mandungan, Trangsan.

Beliau memulai tausiyah dengan kalimat "Allah suka kepada orang tua yang rajin pergi ke masjid. Namun Allah lebih suka kepada anak-anak muda yang rajin ke masjid.

Kyai Yani mengajak jama'ah yang hadir untuk menirukan potongan ayat yang terdapat di Surah Al Ahqaf ayat ke 15 "robbi auzi'ni an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhohu wa ashlihlii fii dzurriyyatii innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin” 
Selanjutnya beliau juga menyinggung fenomena yang ada di masyarakat saat ini. Orang merasa tenang-tenang saja, tidak ada masalah jika 3 hari tidak membaca al Qur'an. Namun merasa ada yang kurang apabila tidak membaca WA walau hanya 1 jam saja.

Saat ini orang yang ingat Allah lebih sedikit jika dibanding dengan yang lupa ke Allah. Pantas saja Allah mengingatkan dengan banyaknya bencana di muka bumi ini. Kebakaran hutan, angin taufan, badai, dan gempa bumi di beberapa belahan dunia. Tak terkecuali di Indonesia.

Apa korelasi doa yang dibaca di awal tadi dengan datangnya tahun baru 1440 Hijriyah? Tahun baru berarti umur kita bertambah. Namun jatah hidup kita berkurang. Berarti semakin mendekati kematian. Tidak ada pilihan kecuali harus lebih baik amalnya. 
Kyai Yani menyitir kisah khalifah kedua yakni Umar bin Khattab. Suatu hari anaknya pulang sekolah sambil menangis. Ditanyalah oleh Sayyidina Umar,"Wahai anakku, mengapa engkau menangis?" Anaknya menjawab,"Tadi aku diejek oleh teman-temanku ayah. Anak khalifah koq bajunya banyak tambalan". Mendengar jawaban anaknya tersebut, lantas Sayyidina Umar menulis surat kepada bendahara negara. Isinya agar dia diberi pinjaman uang. Soal pengembaliannya Sayyidina Umar meminta untuk dipotong dari gajinya bulan depan.

Bersambung ke comment. .
Yaa Allaah . .
Mengapa Kau Lupakan Orangtuamu ?
.

Di jaman now ini, kebanyakan seorang anak apabila sdh berkeluarga, dia hanya ingat dengan keluarga kecilnya sendiri. Orangtua yg melahirkannya, membesarkannya, mendidiknya sering terabaikan. Terlupakan

Padahal acapkali orangtua kita dulu nggak sempat rileks. Nggak mampu menikmati hari-harinya. Tak lain hari-harinya habis utk banting tulang. Peras keringat. Bekerja siang malam. Agar anaknya bisa sekolah. Bisa senang spt anak-anak lainnya

Sekarang saat kau sdh dewasa. Sdh mandiri. Punya penghasilan. Mengapa kau lupakan orangtuamu?
Seorang pecinta Qur'an, saat terakhir menghadap Rabbnya dengan begini indahnya.

Bagaimana kita kelak? Apa yang paling kita cintai? 😢😢
KINI SAATNYA

Saat kita kecil orangtua selalu mencurahkan semua waktunya untuk kita. Anak-anaknya.

Tak terhitung berapa malam orangtua kita harus kurang tidur. Demi anak-anaknya

Makan selalu paling akhir. Menunggu anak-anaknya.

Kini, saat orangtua sudah senja. Adakah waktu kita untuk beliau? 😢
VIDEO BERSEJARAH SAMPAI YAUMUL QIYAMAH

Video ini ada sejarahnya. Dalam perjalanan mencetak generasi penghapal al Qur'an di keluarga saya. Saya menemukan video ini saat awal-awal Wening masuk Darul Qur'an. Dan saya sudah menyebarkannya ke banyak teman. Karena amat bagus tadi.

Video ini berisi tausiyah dari KH Yusuf Mansur. Live dari Masjid Kampus UGM Jogja. Dalam acara bertajuk Jogja Menghafal Qur'an 2015. Tepatnya di hari Ahad 25 Januari 2015. .

UYM, begitu beliau biasa disebut mengawali tausiyahnya dengan mengajak jama'ah yang hadir untuk membayangkan suatu hari nanti menemui Rasulullah. Lantas mengucap salam kepada beliau, "Assalamu'alaikum yaa Rasulullah". Untuk sampai ke sana, UYM terlebih dahulu mengajak jama'ah membayangkan saat ada orang tua yang mengajak putra putrinya untuk menemui UYM. Saat diterima UYM, orangtua tadi sudah senang. Tersenyum terus. Perasaan seperti itu nggak beda saat UYM bertemu dengan imam-imam dari Masjidil Haram dan Madinah. Nggak beda juga saat beliau bertemu dengan guru-guru beliau.

UYM menggarisbawahi bahwa cerita ini tidak untuk menunjukkan siapa UYM. Tapi untuk membawa alam fikiran kita apa yang selama ini jadi motivasinya.

Saat bertamu tadi, sang orang tua sudah seneng melihat UYM yang hendak ditemuinya berada di rumah. "Alhamdulillah ustadznya ada", begitu katanya lirih. Perasaan senang ini akan bertambah saat kemudian orang tua tadi dipersilakan masuk oleh UYM. Lantas orang tua tadi mengucapkan salam,"Assalamu'alaikum Ustadz". Dan Rasulullah lantas menjawab ,"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh". Seperti apa kira-kira perasaan kita? Pasti seneng. Pasti bahagia. Tak terkira.

Lantas orangtua yang membawa anak tadi, walaupun hapalannya baru 1 juz. Ataupun baru 4 surah. Atau berapa saja kepingin bacaan anaknya didengar langsung oleh UYM. .

Seorang juara Musabaqah Hifdzil Qur'an International di Mesir, Adduali pada tahun 2000an. Ketika dia menerima hadiah, dia nggak menangis. Nggak keluar air matanya. Dia hanya bingung. Kenapa dia yang menang. Anak tersebut bukan dari negeri Arab. Bukan dari negeri yang lisanul Arab. Dia dari negeri Tajikistan. Pecahannya Uni Soviet. 
Bersambung di comment. .
HIJRAH MENUJU ORANG YANG BERUNTUNG

2 hari lag kita memasuki tahun baru. 1440 Hijriyah. Pergantian hari dengan kalender Arab dan Jawa dimulai saat waktu Maghrib tiba. Jadi Senin maghrib sudah terhitung hari Selasa. Sudah masuk tahun 1440 Hijriyah. Beda dengan hitungan kalender Masehi. Pergantiannya tengah malam.

Saat ini kata hijrah tak asing lagi bagi kita. Sering kita lihat dan dengar di medsos. Si A sekarang sudah hijrah. Tak mau bermain musik lagi. Lebih senang mendalami dakwah.

Si B sekarang sudah hijrah. Sekarang sudah berhijab. Tidak lagi tampil terbuka seperti sebelumnya. Si C sekarang sudah resign dari perbankan. Sudah hijrah dari hal-hal yang berbau riba. Dan masih banyak lagi lainnya.

Apa sebenarnya makna dari hijrah itu? Bisa diambil dari "min al-dlulumat ila al-nur" Dari kebodohan, kegelapan menuju cahaya dan ilmu.

Penerapan makna hijrah saat ini bisa dipraktikkan dalam banyak hal. Jika seseorang saat ini bekerja namun tidak memungkinkan bisa melaksanakan sholat 5 waktu dengan baik misalnya, dia perlu hijrah. 
Jika saat ini tinggal di lingkungan yang kurang nyaman. Sering gaduh. Sering ribut. Kurang mendukung untuk perkembangan anak-anak. Maka perlu pindah ke tempat lain yang lebih baik. Bagi saya, itupun sudah termasuk hijrah.

Tentang tema hijrah ini, hadits nabi yang paling sering diangkat adalah jika seseorang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang orang yang merugi. Jika hari ini sama dengan kemarin maka sesungguhnya dia tertipu. Namun yang lebih parah adalah jika hari ini malah lebih jelek dari kemarin, maka benar-benar dia adalah orang yang celaka. 
Menurut Ahmad Syakir, seorang ulama asal Mesir yang hidup di abad 14, ciri-ciri orang yang beruntung itu setidaknya ada 5, diantaranya:

Pertama, orang tersebut sudah tidak terlihat berbuat maksiat. Dia paling malu jika sampai mengerjakan maksiat dan apalagi sampai diketahui oleh orang lain

Kedua, dia akan merasa tidak nyaman dan sedih jika melihat kemaksiatan.

Ketiga, dia selalu berusaha mencari dan mendekati orang baik. Hal ini dilakukan agar dia semakin tertular hal-hal baik dari orang tersebut.

Bersambung di comment
Senja di Cirebon. Yuk doa sore..
Ada yang baru di FB yaa. Langsung intip saja
Tanah Dijual

Siapa butuh tanah di sekitar Daleman, pinggir jalan menuju Serenan? Bagus untuk investasi. Bagus juga untuk bangun gudang

Luas 2200 m2, lebar muka 13 m. Harga 400 juta sadja

Yang minat saya hubungkan langsung dengan pemiliknya
Mestinya memang tidak ada alasan untuk tidak jadi orang yang qonaah. Merasa cukup. Sekali lagi, merasa cukup. Artinya, bisa jadi saat ini kita belum benar-benar jadi orang yang berkecukupan secara materi. Namun kalau mau menghitung begitu besar karunia Allah sejak tadi kita membuka mata, sebenarnya apa yang masih kurang?

Begitu bisa bangun dari tidur, yang sebenarnya kita baru saja mati beberapa jam, lantas Allah hidupkan kita lagi? berapa nominalnya dalam rupiah? Tak terhitung

Masih bisa bersih diri, dengan paket ekonomi,  hanya dengan gosok gigi dan wudlu saja lalu tahajud. Atau dengan paket istimewa. Ini yang sudah sering saya praktikkan dan share untuk ditiru. Mandi besar dan ganti semua pakaian yang dikenakan lantas tahajud. Berapa nilai rupiahnya? Tak bisa dihitung lagi

Janji Allah, Dia akan menaikkan derajat orang yang suka tahajud. Allah akan menyayanginya. Kelak akan dimudahkan dalam urusan hisabnya. Dia akan memasukkan kita ke golongan orang shaleh. Sungguh priceless, tak ternilai harganya.

Menjelang adzan Shubuh berkumandang sudah bisa jalan kaki menuju masjid. Setiap ayunan kaki, dinaikkan derajat kita. Ayunan kaki satunya dihapuslah dosa kita. Masya Allah

Masih sempat tahiyatul masjid. Selepas adzan masih bisa sholat fajar. Apa yang Allah sudah siapkan untuk kita? Allah hadiahkan ke kita dunia ini beserta isinya. Bahkan lebih baik dari itu. Jadilah kita orang terkaya di muka bumi ini. Mengalahkan konglomerat yang kemarin datang ke Indonesia. Jack Ma. Yang katanya total kekayaannya lebih dari 570 trilyun

Selepas Shubuh masih bisa berdiam diri di masjid. Pilihannya bisa baca Qur'an, berdzikir hingga matahari terbit. Nggak lama dari sholat Shubuh usai. Kurang dari 60 menit. Kita bisa lanjut dengan sholat Ishroq atau dhuha di awal waktu. Allah sudah siapkan pahala haji dan umroh sempurna untuk kita. Subhanallah

Pertanyaannya, masih kurang apa lagi? Sebegitu berlimpah karunia bagi orang yang mau mengatur waktu paginya. Tidak ada alasan untuk tidak selalu tersenyum

Selamat menikmati jamuan Allah yang begitu sempurna. Setiap hari dihamparkan dihadapan kita. Tinggal kembali ke kita. Ambil atau abaikan begitu saja
Renungan Pagi Ini

Kalo pagi tadi kita bangun tidur, tahu-tahu mendapati motor atau mobil kesayangan kita hilang, apa yang terjadi? Pasti kita ribut. Heboh. Kelabakan. Orang sekampung langsung tahu semua

Setiap kita bangun tidur, sejatinya kita telah kehilangan waktu. Umur kita sudah berkurang 1 hari. Tapi apakah kita juga merasa kehilangan, heboh, kelabakan seperti kehilangan motor atau mobil kesayangan kita di atas?

Sejatinya setiap hari kita bergerak mendekati ajal kita. Mendekati akhir dari kontrak kita ada di dunia ini

Namun mungkin karena banyaknya urusan dan dosa yang kita punya, kita seolah-olah tidak kehilangan apapun. Kita masih tenang-tenang saja

Ayo kawan kita ingat kembali begitu berharganya waktu. Begitu mahalnya nikmat sehat yang kita terima dari Allah, sang Maha Pemurah dan Penyayang itu

Kita gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Beribadah. Menebar kasih sayang. Menjalin persaudaraan. Kita berusaha lebih kuat lagi untuk tidak suka melihat kekurangan bahkan mencari-cari kejelekan kawan kita. Saudara kita

Selamat pagi. Semoga Allah selalu membersamai dan meridlai setiap langkah kita, aamiin