Jilly AprimaVISTA

Jilly AprimaVISTA Follow

Travell & Learn Everywhere
Beauty Consultant @id.beautezone
Unchooling Diary @kaymozzafa
#CelotehVista
#ParentingAlaVista
#MantraJarvis

http://www.nikivista.com/

2,216 Followers  324 Follow

Share Share Share

TAHUN 2019 ADALAH TAHUN SUKSES SAYA!

Lahir lebih 25 Manager dan 6 Director di Jaringan Vista !
2019 #GengJarvis Berhasil Melesaaat! 🚀🚀🚀
TAHUN 2019 ADALAH TAHUN SUKSES SAYA!

Lahir lebih 25 Manager dan 6 Director di Jaringan Vista !
2019 #GengJarvis Berhasil Melesaaat! 🚀🚀🚀
TAHUN 2019 ADALAH TAHUN SUKSES SAYA !

Lahir lebih 25 Manager dan 6 Director di Jaringan Vista !
2019 #GengJarvis Berhasil Melesaaat! 🚀🚀🚀
[ #ParentingAlaVista - #10_BERBAGI PART 1]

Halo mak Chan! 
Kali ini aku mau cerita tentang "berbagi". Biasanya orang tua biasain anak untuk berbagi sebagai cara untuk membangun rasa peduli. Tapi, tanpa sadar pelajaran itu justru biasain anak jadi memaksa. .
.
Selain karena biasanya orang tua biasain anak berbagi, dengan teknik paksa; juga karena kebiasaan berbagi akhirnya bikin anak juga menuntut orang lain untuk berbagi. .
.
Coba diingat!
Kalau anak dibiasain untuk berbagi mainan, selalu ijinin anak lain pinjem mainan dia,  maka dia juga akan nuntut anak lain pinjemin mainannya, saat dia mau pakai. Minimal, dia akan masalahin anak yang nolak berbagi kepadanya. .
.
Jadi, akhirnya, tujuan membangun kepedulian jadi gagal dicapai dan kebiasaan mencampuri urusan orang lain, dan kebiasaan gak menghargai milik orang lain, yang malah terbangun. Untuk itu, yang sebetulnya perlu dibiasain adalah belajar menghargai kemilikan dan teladan perilaku memberi.
.
"Kemilikan" biasain anak tau apa milik siapa, tanpa toleransi. Jadi, kalau dia mau pakai atau ambil, dia perlu usaha bikin si pemilik setuju. Bukan si pemilik yang wajib mengijinkan atau memberikan. .
.
Biasakan bahwa pemilik berhak penuh atas apa yang dimiliki. Jadi, dia pun berhak nolak kalau ada orang yang mau pakai barang miliknya dan dia gak setuju (catatan: anak juga perlu belajar tentang cara menolak tanpa teknik paksa). .
.
"Teladan Memberi" Orang tua perlu meneladani perilaku memberi, bukan ngajarin perilaku berbagi, karena peduli itu tentang kesanggupan memberi sebagian dari yang kita punya kepada
orang lain. .
.
~Toge Aprilianto

#KataBabangGe #BelajarBarengOmGe
#Oppiwiken #Oppians
.
👉 Lanjutan: PART 2
[ #ParentingAlaVista - #10_BERBAGI PART 2]
.
"Teladan Memberi" Orang tua perlu meneladani perilaku memberi, bukan ngajarin perilaku berbagi, karena peduli itu tentang kesanggupan memberi sebagian dari yang kita punya kepada orang lain.
.
Teladan pada prinsipnya adalah iklan. Jadi, syarat utamanya adalah memikat. Untuk itu orang tua perlu melakukannya dengan sepenuh hati dan lahir batin, supaya anak menangkap kenikmatan yang orang tua rasakan dalam aktivitas memberinya.
.
Kalau orang tua melakukannya tanpa kenikmatan, maka anak gak akan tergoda untuk meniru, karena cuma hal-hal yang dinilai bikin enak, yang akan ditiru. Itu kenapa perilaku yang dinilai buruk biasanya lebih cepat ditiru daripada perilaku yang dinilai baik. .
.
Itu terjadi karena orang-orang yang melakukan perbuatan yang dinilai buruk, biasanya melakukan itu dengan sepenuh hati. .
.
Sementara orang-orang yang melakukan perbuatan yang dinilai baik, biasanya melakukan itu sebagai kewajiban saja, sehingga gak bisa sambil menikmati.
.
Giving is all about finding a courage to deal with the pain.
Forgiving is all about giving the self a courage to heal the pain.
.
~Toge Aprilianto

#KataBabangGe #BelajarBarengOmGe
#Oppiwiken #Oppians
.
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,

yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun,

yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? ~ Q.S Al-Mulk (67:1-3)
.
#QuranToday
#AyatToday
#BoosterToday
#MantraJarvis
Untuk bahagia, memang tidak ada ukurannya. Terlepas dari bagaimana orang yang berlimpah duit masih saja tidak bisa merasa bahagia atau orang yang tampaknya biasa-biasa saja dalam segi ekonomi tapi hidupnya berlimpah kebahagiaan.

Kalau harus memilih, aku selalu memilih untuk berlimpah kebahagiaan dan kaya raya 😁

Mari kita realistis saja. Semakin banyak duit, semakin besar kesempatan kita untuk bahagia bahkan untuk MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN. Kalau duit pas-pasan saja bisa bahagia, apalagi kaya raya?
*pantang dibalik loh ya.. .
.
"Lebih baik hidup sederhana aja mbak..daripada punya duit tapi foya-foya!"
.
Loh ya betul itu..
Sederhana adalah gaya hidup, tapi bukan berarti nggak mau kaya raya kan?
Banyak toh orang uang sukses, kaya raya, duitnya "berserakan" tapi gaya hidupnya minimalis, sederhana.

Namun yang pasti, kunci kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri. Mau mensyukuri atas fakta yang diberikan Tuhan dan memaknai sebagai berkah, serta selalu tersenyum.. *kamu makin manis loh kalau mau senyum setengah sentimeter aja 😊

#KataVista
#CelotehVista
#UpgradeHidupBarengVista
[ #ParentingAlaVista - #9_SEKOLAH ]

Halo MakCan!
Secara umum sekolah memang sudah jadi halte di kehidupan kita. Jadi, sebagian besar orang tua akan titip anaknya ke sekolah. Padahal, anak-anak tidak butuh sekolah. Anak-anak cuma butuh FASE BELAJAR. Jadi, kalau ada anak yang dititip ke sekolah, itu artinya orang tua butuh dibantu dan orang tua pilih sekolah sebagai alat bantu.
.
Untuk itu, begini urutan berpikirnya :
1. Orang tua pahamin dulu apa tujuan asuh didik yang akan atau sedang dilakukan. Apa hasil akhir yang orang tua harapkan.
.
2. Orang tua pikirin, untuk mencapai tujuan itu, apa yang perlu ditanam ke dalam benak anak, apa yang perlu ditampilin dalam keseharian anak supaya jadi kebiasaan dan keterampilan.
.
3. Orang tua periksa, apa yang sudah ada dan apa yang belum ada. Untuk yang sudah ada, apa perlu dirawat. Untuk yang belum ada, apa perlu dibuat, dibeli, dicari, atau diajarin ke anak-anak. .
.
4. Orang tua tanya ke diri sendiri, sanggup tidak sediain atau lakuin semuanya tanpa bantuan pihak lain? Kalau iya, berarti tidak butuh melibatkan pihak lain. Kalau tidak, berarti butuh melibatkan pihak lain.
.
5. Orang tua bikin daftar bantuan apa yang orang tua butuh, kalau orang tua menilai butuh dibantu. Lalu, bikin juga daftar berisi siapa yang bisa dipilih sebagai alat bantu.
.
6. Kalau ada alat bantu selain sekolah, berarti tidak harus pilih sekolah. Kalau tidak ada, berarti sekolah sebagai alat bantu tunggal. Kalau pilih sekolah, baru deh orang tua cari sekolah apa yang sesuai dengan kebutuhan orang tua, bukan kebutuhan anak.
.
(catatan: buat tambahan, bisa baca #2_CARA_PILIH_SEKOLAH ).
.
7. Orang tua pastikan kebijakan sekolah selaras dengan pola asuh-didik orang tua karena tidak masuk akal kalau orang tua titip anaknya ke orang-orang yang tidak orang tua percaya atau ke orang- orang yang cara asuh-didiknya tidak selaras dengan pola asuh-didik yang dipakai orang tua, karena sekolah adalah alat bantu, bukan halte yang perlu disinggahi.
.
~Toge Aprilianto

#KataBabangGe #BelajarBarengOmGe
#Oppiwiken #Oppians #Ruasdito
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.

Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh. ~Q.S Adh-Dhaariyat (51:56-58)
.
#QuranToday
#AyatToday
#BoosterToday
#MantraJarvis
[ #ParentingAlaVista - #8_GANTI_RUGI PART 1 ]
.
Halo MakCan!
Ganti rugi itu temannya konsekuensi dan hukuman, yang perlu dilakukan sebagai sarana latihan bertanggung jawab. Jadi, latihan bertanggung jawab bukan dengan membiasakan berucap maaf dan
memaafkan orang yang sudah mengucapkan maaf.
.
Kalau latihan bertanggung jawab dilakukan dengan biasakan mengucap maaf dan memaafkan, akhirnya yang akan terjadi adalah perilaku menuntut ucapan maaf dan nuntut pemberian maaf.
.
Sementara, tanggung jawab muncul selalu karena ada yang mengalami kerugian dan ada yang menyebabkan kerugian. Jadi, tanggung jawab itu soal siapa yang menanggung kerugian.
.
Kalau latihan bertanggung jawab dilakukan pakai ucapan maaf dan maafkan, maka kerugian tetap ditanggung pihak korban (yang dirugikan). Soalnya mengucapkan maap itu cuma kesopanan, bukan menanggung kerugian. Sementara orang yang bertanggung jawab adalah orang yang sanggup menanggung kerugian saat perilakunya bikin orang lain dirugikan, sengaja atau tidak. .
.
Ganti rugi adalah hukuman yang muncul saat kerugian sudah terjadi, padahal di awal tidak ada kesepakatan tentang konsekuensi. Ganti rugi beda dari hukuman karena ganti rugi adalah hasil
kesepakatan kalau hukuman sifatnya paksaan.
.
Ganti rugi berbeda dari konsekuensi karena muncul saat kerugian sudah terjadi. Kalau konsekuensi muncul di awal, menjadi bagian dari klausul-klausul sepakatan yang dibuat sebelum aktivitas atau perilakunya dilakukan.
Ganti rugi adalah konsekuensi dari hasil kesepakatan. Jadi, ganti rugi tidak bisa
terjadi kalau akhirnya gagal sepakat.
.
~Toge Aprilianto

#KataBabangGe #BelajarBarengOmGe
#Oppiwiken #Oppians
#HomeSchooling #UnSchooling #Ruasdito
.
👉 Lanjutan: PART 2
[ #ParentingAlaVista - #8_GANTI_RUGI PART 2 ]
.
Cara membangun kebiasaan bertanggung jawab dengan ucapan maaf dan bayar ganti rugi adalah diteladani. Jadi, sebelum orang tua mulai membiasakan anak untuk bayar ganti rugi dan ucapan maaf, orang tua perlu mencontohkannya terlebih dahulu.
.
Bisa sengaja bikin situasinya, bisa pakai situasi alami, yang tidak layak buat belajar dan bahaya. Jadi, karena kalau situasinya tidak layak buat belajar dan bahaya, orang tua boleh paksa anak lakuin yang orang
tua mau, maka setelah situasi sudah aman dan layak buat belajar, orang tua urus tanggung jawabnya.
.
Orang tua ceritain (bukan jelasin) apa yang bikin si anak dipaksa, lalu bilang bahwa maksa adalah salah karena bikin orang lain rugi, lalu bilang bahwa karena orang tua sudah bikin si anak jadi rugi (ngerasa tidak enak), maka orang tua perlu bayar ganti rugi. Pantang mikir si anak ngerti atau tidak, karena tujuan orang tua adalah MENELADANI, bukan jelasin supaya anak ngerti.
.
Harapannya, anak akan terbiasa dengan polanya, yaitu : saat orang tua bikin dia ngerasa tidak enak, lalu orang tua sebut kata ganti rugi, lalu dia dapat enak. Kalau dia sudah terbiasa, nanti dia akan minta ganti rugi saat ngrasa dirugiin. Itu tanda kalau dia sudah siap dimintain ganti rugi kalau perilakunya bikin orang lain merugi.
.
~Toge Aprilianto

#KataBabangGe #BelajarBarengOmGe
#Oppiwiken #Oppians
#HomeSchooling #UnSchooling #Ruasdito
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.

Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
.
~Q.S Al-Ahqaf (46:13-14) .
#QuranToday
#AyatToday
#BoosterToday
#MantraJarvis