Pemkot Pekalongan

Pemkot Pekalongan Follow

Bagi yang mau berbagi informasi bisa kirim ke WA 0877 1171 9625 atau DM

https://pekalongankota.go.id/

5,693 Followers  89 Follow

Share Share Share

Hadiri Diesnatalis, Walikota Bangga Lulusan SMK Bisa Bersaing.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menghadiri perayaan Diesnatalis SMK Negeri 2 Kota Pekalongan ke-52 di halaman SMK Negeri 2  Kota Pekalongan, Selasa (15/01/2019). Dalam sambutannya, Saelany yang juga alumni dari SMK N 2 Kota Pekalongan menyampaikan ucapan selamat dan bangga terhadap lulusan SMK yang sekarang diperhitungkan di dunia kerja dan sukses di berbagai bidang. "Selamat kepada SMK N 2 Kota Pekalongan yang telah melaksanakan HUT yang ke-52, dalam perjalanan ke-52, SMK lebih banyak sumbangsih kepada pemerintah dengan para kader-kader, insan yang banyak menempati di berbagai sisi baik di sisi pengusaha, pegawai, dan sebagainya termasuk saya sendiri, alumni sini sebagai Walikota. Ini yang tentu saja kita banggakan," ucap Saelany.

Saelany berpesan kepada segenap pimpinan dan pengajar SMK untuk menyiapkan sistem dan program belajar mengajar yang berorientasi pada kebutuhan riil dunia usaha. "Saya berpesan kepada pimpinan dan segenap pengajar SMK untuk menyiapkan sistem dan program belajar mengajar yang berorientasi pada dunia usaha sehingga diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki keahlian di bidangnya, dapat menjadi tenaga yang terampil dan produktif dan menciptakan lapangan kerja baru," jelas Saelany.

Hal senada diungkapkan Kepala SMK Negeri 2 Kota Pekalongan, Isniharsih Feriyani, pihaknya berharap lulusan SMK Negeri 2 Kota Pekalongan dapat bermanfaat di tengah masyarakat dan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas "Harapan di Diesnatalis ke-52, SMK N 2 Pekalongan sesuai tema  untuk menyongsong generasi gemilang, anak-anak lulusan SMK N 2 Kota Pekalongan bisa diterima di masyarakat, bermanfaat, diterima di dunia kerja industri sesuai kompetensi keahliannya masing-masing dan tentu baik dari segi kualitas maupun kuantitas bisa lebih baik," tutur Isniharsih.

Diterangkan Isniharsih, rangkaian kegiatan Diesnatalis SMK Negeri 2 Kota Pekalongan telah dimulai sejak Jumat lalu yakni kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh segenap keluarga besar SMK Negeri 2 Pekalongan, alumni dan komite,dilanjutkan kegiatan lomba-lomba.
#smkbisa
#kotapekalongan
#infokotapekalongan
Tingkatkan Kesejahteraan Warga,  Maksimalkan  Program e-Warong. 
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) @dinsosp2kb_pekl Kota Pekalongan terus memaksimalkan upaya pengentasan kemiskinan melalui keberadaan Elektronik Warung Gotong-Royong (e-Warong). Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) DinsosP2KB, Wilda Hamisa, mengatakan bahwa e-Warung merupakan program dari Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Bank BNI sebagai tempat mempermudah bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang beroperasi sejak tahun 2017. “e-Warong sistemnya sebenarnya seperti warung biasa yang difokuskan untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak April 2017. Awalnya cuma 2 warung saat diluncurkan pertama kali, total sampai saat ini e-Warong sudah berjumlah 13 yang tersebar di 4 kecamatan se-Kota Pekalongan,” kata Wilda saat ditemui di Kantor DinsosP2KB, Senin (14/01/2019). Tahun 2019, ada sekitar 4.609 KPM di Kota Pekalongan yang masing-masing akan menerima bantuan senilai Rp. 110.000 per bulan. Uang yang sudah masuk ke setiap rekening penerima hanya bisa digunakan untuk mengambil bantuan dalam bentuk beras dan telur. Pencairan dana bantuan tersebut dilakukan setiap tanggal 25 setiap bulannya.

Disampaikan Wilda, pemilik dan pengelola e-Warong merupakan peserta KPM yang setiap kelompok beranggotakan 10 orang. E-Warong dibentuk untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya yang tak lain merupakan peserta KPM tersebut. Setiap e-Warong melayani 250-400 KPM yang menerima BPNT. “Melalui e-Warong mereka bisa menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan kesejahteraan akan meningkat, yang tadinya tidak bekerja mereka bisa ikut membantu di e-Warong . Tidak hanya yang menerima BPNT , namun masyarakat umum juga dapat berbelanja di  e-Warong. Masing-masing harga barang yang dijual di e-Warong dijual sesuai kesepakatan anggotanya, harganya masih standar seperti warung biasa,” jelas Wilda.
Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol Gelar Roadshow

Nilai etika mulai bergeser dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai dengan kemerosotan akhlak dan degradasi wawasan kebangsaan. Melihat hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) @kesbangpolkotapekalongan Kota Pekalongan menggelar Roadshow Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan 4 Pilar Kebangsaan bagi Generasi Muda Kota Pekalongan ke 20 sekolah untuk tahun 2019 ini. Bulan Januari 2019 ini secara berturut-turut akan ke 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dimulai di SMPN 2 Pekalongan, Senin (14/1/2019). Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekalongan, Bambang Sumitro menyampaikan bahwa pembinaan bagi pelajar dan gernerasi muda ini menekankan pada peningkatan wawasan kebangsaan dengan narasumber dari Kodim 0710 Pekalongan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan tentang pelajar dan pemuda dalam peningkatan wawasan kebangsaan, dan Kesbangpol Pekalongan tentang perannya dalam wawasan kebangsaan. “Ada empat pilar kebangsaan yang selalu saya tanamkan yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” ungkap Bambang.

Bambang berharap dapat menanamkan pendidikan ini ke generasi muda pada era milenial ini serta menyatukan visi dan misi pola pikir segenap unsur komponen bangsa dalam meningkatkan pedoman wawasan kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, dalam diri generasi muda.

Kasdim 0710 Pekalongan, Mayor Inf Hufron menjelaskan bahwa siswa di sekolah harus menjadi agen perubahan bermodalkan wawasan kebangsaan dan bela negara. “Saya mengajak para siswa untuk ikut bela negara dengan melaksanakan kewajiban siswa sepert rajin belajar, disiplin, dan selalu mematuhi peraturan,” tandas Hufron.
#kotapekalongan
#wawasankebangsaan
#infokotapekalongan
47 MI Se-Kota Pekalongan Ikuti Upacara Pembukaan PORSENI 2019

Tidak kurang dari 47 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh Kota Pekalongan mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Kesenian (PORSENI) MI Kota Pekalongan, di Lapangan Mataram, pada Senin (14/1) pagi. Kegiatan yang terselenggara berkat sokongan Kementerian Agama ini dibuka dengan parade dari seluruh kontingen yang akan mengikuti PORSENI pada 12-16 Januari 2019 mendatang.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz turut serta dalam upacara pembukaan PORSENI tersebut, dan bertindak sebagai pembina upacara. Melalui sambutannya, Saelany mengimbau kepada seluruh peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan bisa dijadikan pengalaman dan pembelajaran. "Esensinya terletak pada nilai pendidikan, yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman dan belajar," terang Saelany.

Baginya, lomba ini menjadi ajang pembelajaran, terutama dalam hal olah pikir, olah hati, olahraga, serta pengembangan sikap, seperti sikap saling menghargai, dan solidaritas."Kegiatan ini merupakan momen tepat bagi anak-anak kita untuk berkreasi, berinovasi, dan berprestasi," ujar Saelany. 
PORSENI MI se-Kota Pekalongan diikuti oleh 47 MI, dengan total peserta 1.503. Adapun lomba yang dipertandingkan ada 18 cabang, baik akademik maupun non akademik. Kepala Kontingen dari MSI 02 Keputran, Muhammad Syaifuddin, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan peserta dengan latihan semaksimal mungkin, meski waktunya mepet. MSI 02 Keputran menarget bisa meyabet dua ajang, yaitu di cabang lari dan lompat tinggi."Tentu kita punya target, dari lari sprint dan lompat tinggi," jelas Syaifuddin.
#porseni
#madrasahibtidaiyah
#kotapekalongan
#infokotapekalongan
47 MI Se-Kota Pekalongan Ikuti Upacara Pembukaan PORSENI 2019

Tidak kurang dari 47 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh Kota Pekalongan mengikuti pembukaan Pekan Olahraga dan Kesenian (PORSENI) MI Kota Pekalongan, di Lapangan Mataram, pada Senin (14/1) pagi. Kegiatan yang terselenggara berkat sokongan Kementerian Agama ini dibuka dengan parade dari seluruh kontingen yang akan mengikuti PORSENI pada 12-16 Januari 2019 mendatang.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz turut serta dalam upacara pembukaan PORSENI tersebut, dan bertindak sebagai pembina upacara. Melalui sambutannya, Saelany mengimbau kepada seluruh peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan bisa dijadikan pengalaman dan pembelajaran. "Esensinya terletak pada nilai pendidikan, yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman dan belajar," terang Saelany.

Baginya, lomba ini menjadi ajang pembelajaran, terutama dalam hal olah pikir, olah hati, olahraga, serta pengembangan sikap, seperti sikap saling menghargai, dan solidaritas."Kegiatan ini merupakan momen tepat bagi anak-anak kita untuk berkreasi, berinovasi, dan berprestasi," ujar Saelany. 
PORSENI MI se-Kota Pekalongan diikuti oleh 47 MI, dengan total peserta 1.503. Adapun lomba yang dipertandingkan ada 18 cabang, baik akademik maupun non akademik. Kepala Kontingen dari MSI 02 Keputran, Muhammad Syaifuddin, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan peserta dengan latihan semaksimal mungkin, meski waktunya mepet. MSI 02 Keputran menarget bisa meyabet dua ajang, yaitu di cabang lari dan lompat tinggi."Tentu kita punya target, dari lari sprint dan lompat tinggi," jelas Syaifuddin.
Dubes Tiongkok Belajar Membatik

Walikota Pekalongan HM Saelany Mahfudz SE didampingi Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih menyambut kedatangan Duta Besar Tiongkok, Mr Xiao Qian beserta rombongan, Sabtu (12/1/2019). Kunjungan Dubes Tiongkok ke Kota Pekalongan ini ke kediaman Habib Luthfi Bin Yahya dilanjutkan ke Museum Batik Pekalongan.

Usai berkeliling melihat koleksi batik, Mr Xiao Qian mencoba menggunakan canting cap dan mengaplikasikan malam pada selembar kain dan praktik membatik dengan canting tulis. Hal yang membuatnya tertarik yakni ada 12 proses membatik seperti nyungging, yaitu membuat pola atau motif batik, ngelir atau proses pewarnaan kain secara menyeluruh, dan nglorod atau proses meluruhkan malam dengan direbus. 
Sri Ruminingsih menyampaikan bahwa Dubes Tiongkok telah berkeliling di Museum Batik, melihat ragam batik nusantara serta belajar proses membuat batik cap dan batik tulis. “Tentunya dengan kunjungan ini Dubes Tiongkok akan lebih mengenal potensi batik di Kota Pekalongan,” tutur Sri Ruminingsih.

Dubes Tiongkok melakukan kunjungan ke kota-kota di Indonesia seperti Solo, Semarang, Malang, dan Kota Pekalongan. “Mudah-mudahan dengan kunjungan Dubes Tiongkok yang terbatas ini, akan ada hubungan ekonomi, turis-turis dari Tiongkok dapat ke Kota Pekalongan,” ujar Sri Ruminingsih.

Pemandu Museum Batik, Fajar Dewa mengungkapkan, ketika Dubes Tiongkok melihat koleksi dan proses membatik di Museum batik, banyak ungkapan kekaguman yang disampaikan. “Saya melihat Dubes Tiongkok sangat antusias dan kagum betapa menariknya proses pembuatan, keindahan, dan budaya batik Indonesia. Walau tak secara eksplisit Mr Xiao Qian berbicara, tapi berkali-kali mengatakan hebat,” terang Dewa.
Meresahkan Warga, Satpol PP Amankan Anak Punk

Sejumlah anak-anak punk berhasil diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan, Jumat 911/1/2019). Mereka diamankan saat berada di Perempatan Traffic Light Grogolan, Jalan Kartini Kota Pekalongan. “Ada enam remaja yang kami amankan, tiga laki-laki dan tiga perempuan. Kami mendapat laporan dari warga bahwa anak punk mulai meresahkan para pengguna jalan dan masyarakat sekitar Jalan Kartini,” terang Kepala Seksi Penindakan dan Pemberdayaan PPNS, Sapto Widiaspono SH usai melakukan pembinaan kepada anak punk di Kantor Satpol PP Kota Pekalongan.

Anak-anak punk ini diamankan karena dinilai sudah menganggu kenyamanan warga, sering meminta uang kepada para pengendara yang melintas di lampu merah. Selain didata identitasnya, anak punk juga dicukur rambutnya agar lebih rapi dan tidak acak-acakan. “Dari hasil identifikasi anak punk, semua dari luar Kota Pekalongan,” kata Sapto.

Usai pembinaan ini Sapto akan menyerahkan anak-anak punk ke (RPSBM) Kota Pekalongan dan mengirimkan layanan surat ke orang tua atau kelurahan mereka. “Saya ucapkan terima kasih untuk masyarakat yang peduli keamanan dan ketertiban di Kota Pekalongan sehingga langsung melapor ke satpol,” tandas Sapto.
Pamit Pindah Tugas, Ridha Ajak Lawan Hoax

Bulan Februari 2019 ini Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Ridha akan pindah tugas ke Jakarta. Usai pamit dengan masyarakat, Ridha mengajak untuk selalu melawan dan tidak menyebarkan berita hoax dalam acara Sepeda K3 dan Sarasehan Bersama Walikota di Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, Jumat (11/1/2019). Ridha mengungkapkan, banyak upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi hoax, masyarajat dituntut untuk lebih jeli dalam memperoleh informasi. “Apalagi mendekati Pemilu 2019 ini, jangan mudah terpengaruh oleh berita yang simpang siur. Kemungkinan adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba pihak satu dengan lainnya,” terang Ridha.

Ridha mengimbau untuk tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya, masyarakat harus cerdas menyikapinya dengan mencari asal atau sumber informasi tersebut. “Jika hal tersebut berhubungan dengan kepemerintahan laporkan pada Pemerintah Kota Pekalongan, jika itu berhubungan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat bisa laporkan ke Porles Pekalongan Kota. Jangan sampai Kota Peklaongan porak poranda karena hoax,” ujar Ridha.

Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz menanggapi pesan Ridha bahwa persoalan hoax itu sangat penting. Saelany meminta agar masyarakat jangan mudah diadu domba. “Selain hoax, kita harus senantiasa membentengi diri dari radikalisme, narkoba, dan pornografi,” tandas Saelany.
Evaluasi K3, Lurah Diminta Ajak Warganya Lebih Giat Jaga Kebersihan Lingkungan.

Ini adalah kegiatan mengawali 2019 terkait di bagian tata pemerintahan mengenai lomba kebersihan kelurahan terbersih dan terkotor yang diadakan 2 bulan sekali, lomba K3 setahun sekali sekaligus Lomba Lingkungan Bersih Sehat atau LBS setahun sekali yang berjenjang sampai tingkat provinsi maupun nasional, lomba seketeng yg memasuki tahun ke-3 yang diadakan menjelang hari kemerdekaan yang sudah digelar tahun lalu dapat dievaluasi. Demikian disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag. Tapem) Setda Kota Pekalongan, Sriyana dalam rapat evaluasi lomba K3 ( Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban) di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Kamis siang (10/01/2019)

Dihadiri segenap lurah dan camat se-Kota Pekalongan dan Dinas terkait yang bertugas sebagai tim penilai yakni Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA). Kabag. Tapem Setda Kota Pekalongan mengatakan bahwa para lurah dan camat ini diundang agar mereka dapat memberikan masukan terkait lomba K3 dan mengevaluasi apa saja yang perlu dilakukan agar pelaksanaan lomba K3 di tahun 2019 dapat berjalan lebih baik lagi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. “Kita ketemu dengan lurah sebagai objek yang melaksanakan lomba-lomba, kami butuh masukan dari mereka terkait dgn lokus yg dilombakan, kriteria, kerja tim yang akan ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan tim penilai sebelum pelaksanaan lomba dimulai. 
Pelaksanaan lomba K3 tahun 2019 akan dimulai pada tanggal 21 Januari dengan pelaksanaan setiap 2 bulan sekali selama 1 tahun yang diikuti seluruh Kelurahan se-Kota Pekalongan . Diharapkan setiap Kelurahan dapat menyiapkan dengan baik.
Sertijab Plt Dinkominfo, Sekda Minta Sinergi

Asisten Administrasi Pemerintah Kota Pekalongan, drg.Agust Marhaendayana MM resmi menggantikan Dr Sri Budi Santoso sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan pada serah terima jabatan usai apel di Halaman Dinkominfo Kota Pekalongan, Kamis (10/1/2019). Apel yang diikuti karyawan Dinkominfo, LPPL RKB, dan LPPL Batik TV ini dipimpin langsung oleh Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih.

Sri Ruminingsih berharap dengan pergantian jabatan ini, koordinasi dan komunikasi di dinkominfo dapat berjalan dengan baik, berbagai tugas dan layanan informasi dapat lebih maksimal, serta SDM-nya dapat difungsikan. “Selama ini berbagai penghargaan sudah diterima seperti Top IT dan penerapan keterbukaan informasi publik terbaik di Jawa Tengah, ini atas upaya yang dilakukan olah Dinkominfo Kota Pekalongan,” tutur  Sri Ruminingsih.

Sri Ruminingsih berpesan kepada SBS agar lebih fokus dan maksimal dalam tanggung jawab SBS sebagai Kepala Satpol PP Kota Pekalongan agar dapat mewujudkan Kota Pekalongan yang madani dan lebih tertata. Selain itu, Sri Ruminingsih yakin SBS dapat membawa perubahan dan mendapatkan karir yang lebih baik. “Pak Agust telah menjabat sebagai Asisten Administrasi yang memiliki tugas berat di Pemkot Pekalongan, tentu dengan tambahan tugasnya menjadi Plt Dinkominfo harapannya dapat amanah dan sinergi dengan OPD-OPD, RKB, dan Batik TV,” ungkap Sri Ruminingsih.

Plt Dinkominfo Kota Pekalongan, drg Agust Marhaendayana MM mengaku jabatan ini adalah amanah dan tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Ia menekankan agar selalu berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan di Dinkominfo. “Mari selalu pertahankan hal-hal terbaik yang telah dicapai dan hal yang belum baik harus kita tingkatkan,” ajak Agust.

Kepala Satpol PP atau Pejabat Plt Dinkominfo yang lama, SBS menyampaikan layanan di dinkominfo sangat dinamis karena layanan yang diberikan adalah teknologi, informasi, data dan statistik, keterbukaan informasi, keamanan cyber persandingan, dan layanan komunikasi publik melalui tv, radio, kelompok seni tradisional.
Tahun 2019, Penataan Alun-Alun Sisi Timur Mulai Dikerjakan

Penataan Alun-alun Kota Pekalongan sebagai ruang publik akan semakin cantik dan nyaman kedepan sebab Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan akan kembali melanjutkan penataan alun-alun bagian timur di tahun 2019. Hal itu disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Slamet Mulyo saat ditemui di kantornya, Kamis siang (10/01/2019). Penataan Alun-alun kota agar semakin cantik dan tertata merupakan program Pemkot Pekalongan melalui DPUPR  guna menunjang kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung dan mempercantik Kota Pekalongan. “ Alun-alun kota memang sebagai ruang publik yang di tahun 2018 kita laksanakan di sebelah barat, di tahun 2019 ini kita percantik disebelah timur. Ini masih proses di tahun 2019,” ucap Slamet.

Disampaikan Slamet, ditahap awal penataan alun-alun bagian barat telah selesai dilakukan berupa fasilitas publik seperti tempat duduk, lampu taman, tanaman hias, spot foto menarik dan lain-lain yang dapat digunakan masyarakat untuk menikmati keindahan dan bersantai di Alun-alun Kota Pekalongan

Slamet menuturkan anggaran yang digelontorkan Pemkot Pekalongan untuk mempercantik sisi timur Alun-alun Kota Pekalongan sebesar Rp 2,5  Miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembuatan gapura, penataan tempat parkir, pengadaan kamar mandi dan toilet. 
Lebih lanjut, kata dia, rencana realisasi mempercantik Alun-alun Kota Pekalongan bagian timur akan selesai pada akhir 2019 mendatang. DPU-PR akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi & UKM Kota Pekalongan untuk membantu menata para Pedagang Kali Lima (PKL) yang berjualan di sekitar Alun-alun “Anggarannya 2,5 milyar nanti yang sebelah timur, ada gapura, parkir dan kamar mandi dan toilet di sebelah timur. Kita rencanakan di akhir tahun 2019 bisa selesai, karena pelaksanaannya harus berkoordinasi dengan Dindagkop, masih ada PK5 yang masih berjualan disitu nanti mereka yang akan menata ulang untuk PK5 nya,” terang Slamet.
#kotapekalongan 
#infokotapekalongan 
#tatakota
#tamanpublik
#videografis 
Pemkot Kejar Tahap Lanjutan Tanggul Rob

#lawanrob 
#lawanabrasi 
#atasirob
#rob
#tanggul
#kotapekalongan 
#infokotapekalongan