Pemkot Pekalongan

Pemkot Pekalongan Follow

Bagi yang mau berbagi informasi bisa kirim ke WA 0877 1171 9625 atau DM

https://pekalongankota.go.id/

4,933 Followers  82 Follow

Share Share Share

6.000an Orang Ikuti Jalan Sehat HGN dan HUT ke 73 PGRI

Dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2018 sekaligus ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 73 ,Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan, seperti Jalan Sehat HGN yang digelar di Kawasan Budaya Jetayu, Minggu pagi (18/11/2018). Jalan sehat yang diikuti oleh 6.000 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, TK, SD, SMP, MTs, SMA, SMK, beserta keluarga ini untuk meningkatkan peran guru dalam penguatan pendidikan karakter pada era milenial. Rute jalan sehat kali ini mulai dari GOR Jetayu -  Jalan WR Supratman - Jalan Kutilang - Jalan Kusuma Bangsa - Jalan Tentara Pelajar - Jalan Veteran - Jalan Kemakmuran - Jalan Diponegoro - Halaman GOR Jetayu. 
Usai memberangkatkan peserta jalan sehat, Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE menyampaikan apresiasinya kepada seluruh insan pendidikan. "Kegiatan ini menjadi upaya untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan insan pendidikan," tutur Saelany. 
Dikatakan Saelany, guru, digugu dan ditiru yang selalu berusaha untuk mencerdaskan generasi bangsa selalu Pemerintah Kota Pekalongan pacu dengan sertifikasi dan kesejahteraan guru. Di samping itu para guru juga ditekankan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitasnya dan mengajar. "Silaturahmi semacam ini perlu dilakukan untuk mewujudkan kebersamaan dalam segala tindak dan laku," ujarnya. 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Drs Soeroso MPd mengungkapkan jumlah peserta jalan sehat dalam HGN sekaligus ulang tahun PGRI ini jumlahnya enam ribu lebih. Banyak insan pendidikan yang ingin turut, tetapi telah dibatasi pesertanya. "Melalui kegiatan ini kami berkumpul untuk mendorong pendidikan di Kota Pekalongan. Kami melihat posisi guru sangat vital dalam dunia pendidikan dan menjadi Muara untuk mengatasi permasalahan," terang Soeroso. 
Staf TU SMAN 4 Pekalongan, Hendi Prasetyo Utomo memperoleh hadiah utama sepeda motor. Selain itu, banyak doorprize yang dibagikan seperti empat unit sepeda, kulkas, mesin cuci, televisi, tablet android, kompos gas, dispenser, kipas angin, seterika, dan hadiah hiburan lainnya. (Tim Komunikasi Publik Kota Pekalongan)
Walikota Pekalongan @saelanymachfudz lepas jalan sehat dalam rangka Milad Muhammadiyah Ke 106 pagi tadi (Minggu/18/11) di halaman Stadion Jendral Hoegeng 
#Rensta #Repost: @humaspemkotpekalongan via @renstapp ···
#Rensta #Repost: @bkppd.pekalongankota via @renstapp ···
“ Sekda @pemkotpekalongan @sriruminingsih memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tes SKD CPNS Kota Pekalongan Tahun 2018 dan Para Peserta serta harapan atas kesuksesan peserta dlm mengikuti Tes SKD di GOR Satria Purwokerto Sabtu (17/11)
@pemkotpekalongan 
@saelanymachfudz 
@inspektorat.pekalongankota ”
Doa Bersama Untuk Kemaslahatan Bangsa (Istigotsah Rob) Rabu, 21 November 2018 Jam 19.30 WIB Halaman Kelurahan Kandang Panjang Kecamatan Pekalongan Utara.
Monggo Bagi ASN, Dharma Wanita, Tenaga Kegiatan Ikuti Lomba Selfie Contest Tentang Layanan Publik atau Aktivitas Pelayanan Publik di instansi masing-masing. 
#korprikotapekalonganmelayani
#korpri
#hutkorpri2018 
#hutkorpri2018kotapekalongan
Angka Kemiskinan di Kota Batik Terendah Se Eks Karasidenan
Kota Pekalongan

Dari hasil kajian yang di lakukan,  oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau LPPM Universitas Pekalongan,  menyebutkan,  angka kemiskinan di Kota Pekalongan,  dinyatakan terendah jika dibanding dengan daerah lain, di wilayah Eks Karasidenan Pekalongan .
Hal itu dikatakan oleh Ketua  LPPM Universitas Pekalongan Dr. Mahirun, SE, Msi,  dalam Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Wilayah Pantura,  Rabu (14/11) 2018,  di kampus Unikal.
Menurut Mahirun , berdasakan  dari data yang tercatat di BPS,  angka penduduk miskin di wilayah Jawa Tengah ,  mencapai  sebesar 13.01 persen.
“ Di wilayah karesidenan  dari Brebes hingga Batang,  Kota Pekalongan memiliki jumlah penduduk miskin terendah,  sedangkan daerah dengan penduduk miskin tertinggi ditampati oleh Kabupaten Brebes,” ungkapnya.
Mahirun menambahkan,  angka tersebut juga berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia atau IPM nya,  yaitu Kota Pekalongan yang menempati  urutan kedua se Eks Karasidenan Pekalongan, setelah  Kota Tegal.
“ IPM di Jawa Tengah mencapai 70,15 %, dengan  rangking pertama Kota Tegal, Kota Pekalongan rangking dua, Kabupaten Kendal Rangking III dan Kabupaten Pekalongan rangking IV, “ tandasnya.
Finalis Duta Wisata Jateng Diajak Mengenal dan Mempromosikan Batik Kota Pekalongan 
Kota Pekalongan menjadi tuan rumah Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah tahun 2018 yang akan digelar Selasa (13/11/2018) sampai dengan Kamis (15/11/2018). Kesempatan menjadi tuan rumah dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi Kota Pekalongan seperti kampung batik. Finalis Duta Wisata Jateng melakukan city Tour atau mengunjungi Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon untuk mengetahui sejarah batik, proses membatik, dan pengolahan limbah batik, Rabu (14/11/2018). Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Nurdianto Slamet B SPi MSi menyampaikan tema pada acara ini yakni Duta Wisata Jawa Tengah Bersama Membatik Dunia dengan harapan para duta wisata memiliki kepribadian menarik yang mencerminkan sosok generasi muda Jawa Tengah yang ramah, dinamis, kreatif, komunikasi, serta memiliki wawasan yang luas. "Rangkaian acara Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah ini menekankan tema batik, jadi city tour ini bagian dari pengenalan Kota Pekalongan. Para finalis duta wisata diajak belajar dan praktik membatik. Dengan ini harapannya batik dapat menginspirasi para duta wisata, sehingga ke depannya dapat ikut mengenalkan wisata Kota Batik Pekalongan secara lebih mendunia," tukasnya. 
Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman (PKBK), Muhammad Husni Mubarak menyampaikan bahwa PKBK mengenalkan omah kreatif Batik Kauman kepada para finalis duta wisata. "Omah kreatif dengan arsitektur bangunan lama ini menjadi telecenter Kampung Batik Kauman yang aktivitas membatik dilakukan secara produktif. Ini menceritakan sejarah pertumbuhan batik di Kota Pekalongan," terang Husni. 
Ditambahkan Husni, PKBK juga menunjukkan instalasi pengolahan air limbah batik di Kampung Batik Kauman sehingga ramah terhadap lingkungan. "Kampung Batik Kauman sebagai salah satu cagar budaya ini kami sampaikan ke para finalis dengan harapan ke depannya mereka dapat menginformasikan dan mempromosikan batik ke daerah masing-masing," pungkas Husni.
Selamat Hari Kesehatan Nasional ke 54 
#hkn2018 
#pekalongankotabatik 
#ayohidupsehat 
#kotapekalongan 
#pemkotpekalongan
HKN, RSUD Bendan Siapkan Layanan Homecare

Pemerintah Kota Pekalongan menggelar upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54 di Halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan, Senin (12/1 /2018). Dalam peringatan ini RSUD Bendan berkomitmen untuk menyiapkan layanan homecare secara gratis sebagai bentuk layanan prima kepada masyarakat. 
Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE menjadi inspektur upacara HKN yang dihadiri oleh Forkopimda, Kepala OPD Kota Pekalongan, dan jajaran RSUD Bendan. Pada upacara tersebut Saelany didampingi Direktur RSUD Bendan memberikan penghargaan bagi para pemenang serangkaian lomba peringatan HKN. Usai penyerahan, Saelany menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang HKN ke-54 dengan tema Aku Cinta Sehat, Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita. 
Saelany menyampaikan bahwa ini sejalan dengan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) yang  menyadarkan masing-masing individu untuk senantiasa menjaga kesehatannya. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya, pembangunan kesehatan dengan peningkatan mutu layanan dan kemudahan akses kesehatan. "Permasalahan tingginya angka kematian ibu, kurang gizi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular harus secara proaktif puskesmas sosialisasikan agar semakin menurun," ujar Saelany. 
Saelany mengatakan bahwa pada peringatan HKN ini untuk mengobarkan semangat melayani, menggerakkan, menampung aspirasi, dan, memandirikan masyarakat karena kesejahteraan kesehatan tidak lepas dari peran masyarakat dan lintas sektoral. "Saya berpesan kepada masyarakat untuk berusaha mencegah penyakit, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Mari untuk menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat agar bisa melahirkan generasi yang cerdas," ungkap Saelany. 
Menurut Saelany komitmen pemerintah untuk melayani di bidang kesehatan sangat bagus, anggaran yang dialokasikan juga baik. Tentunya pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dioptimalkan dan ditingkatkan. "Masyarakat juga harus mulai sadar pentingnya kesehatan, menjaga kesehatan harus mulai dari diri sendiri," imbau Saelany. 
#kotapekalongan 
#pemkotpekalongan 
#hkn2018
#Rensta #Repost: @humaspemkotpekalongan via @renstapp ···
“ Doa Bersama Untuk Para Pahlawan

Dalam rangka memperingati hari Pahlawan Walikota Pekalongan (tengah) bersama Habib Luthfi dan unsur Forkompinda Kota Pekalongan, Forum Kerukunan Umat Bersama (FKUB) , para Ulama dan Santri melakukan doa bersama di makam pahlawan Prawiro Rekso Kota Pekalongan, Jum'at sore (9/11). Doa tersebut dilakukan guna mengenang sejarah jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan mendoakan para pahlawan. karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. ”
Jelang Hari Pahlawan 10 November 2018 Mari Kibarkan Bendera Merah Putih di Halaman Rumah Kita, Besok Sabtu 10/11 Mulai pukul 06.00-18.00 WIB. "Semangat Pahlawan di Dadaku"

Mari warisi keteladanan para pahlawan sebagai  modal bagi segenap komponen bangsa dalam menjaga, memelihara, dan memperkokoh persatuan dalam membangun negeri. Mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil jerih payah, cucuran keringat dan tetasan air mata, serta tumpahan darah para pahlawan.
Walikota Pekalongan Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 
Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE melantik enam Pejabat Eselon Dua pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Jumat (9/11/2018). Jabatan baru pejabat eselon dua ini yakni Joko Purnomo ST sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, drg Agust Marhaendayana MM sebagai Asisten Administrasi, Sutarno SH MM sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora), Drs Tjuk Kushindarto sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs Muadi MSi sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dan DR Sri Budi Santoso MSi sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. 
Penandatanganan pelantikan dan sumpah jabatan ini dihadiri oleh Walikota Pekalongan, Sekda, seluruh Asisten, Kepala OPD, camat dan lurah, dan saksi rohaniawan. Sekretaris DPRD Kota Pekalongan, Bambang Nurdiatman SH menjadi Saksi I dan Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih menjadi Saksi II. 
Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE yakin bahwa dengan jabatan baru yang diemban oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama akan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan, peningkatan kinerja, dan pembenahan pelayanan prima kepada masyarakat. "Saya ucapkan selamat dengan perpindahan rotasi jabatan ini, saya percaya bahwa mereka akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tugas yang diberikan," tuturnya. 
Saelany menjelaskan bahwa jabatan untuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ini tidak bisa diubah sebelum dua tahun. Jabatan ini tentu menggunakan banyak pertimbangan agar dalam menduduki jabatan sesuai dengan proporsinya. "Mendekati tahun politik ini saya juga mengimbau untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pekalongan untuk fokus bekerja secara profesional dan mengutamakan pelayanan publik," terang Saelany 
HM Saelany mengaku optimis mewujudkan Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya sesuai dengan nilai-nilai religius. Tentu harus didukung dengan melaksanakan tugas secara optimal, bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.