Rasmita Yulia Mutiarasari

Rasmita Yulia Mutiarasari Follow

567 Followers  620 Follow

Share Share Share

...Reflecting on this week: undur diri setelah semua berjalan lancar dan penuh drama. Semoga berfaedah 🐥
Ada yang komentar kenapa feed instagram dan isi galeri foto di hp dan kamera saya nggak ada kekinian-kekiniannya sama sekali, kadang komentar "mbak mita tuh sering banget cuma pegang buah trus dipoto, kalau nggak ya foto buah menggelinding dari tangan trus dipoto". Hahaha memang benar sih. Saya cuma ngakak sepotong-sepotong ketahan.
.
Ya karena inilah yang bisa saya tawarkan pada dunia...hahaha. Dan foto hanyalah penggalan realita yang nggak utuh kalau kata mas @dede_syarifudin yah. Nggak ada yang tahu kalau di balik tas dalam foto itu adalah kertas-kertas coretan bekas kerja saya. Nggak ada yg tahu sebelahnya ada jemuran yang belum dilipat. Nggak ada yg tahu saya curi-curi waktu belanja sambil kerja di akhir pekan ini. Nggak ada yang tahu kalau dibalik cerita saya milih-milih salak ini sambil nahan nangis. Nggak ada yang tahu yah (Ya sampai dikasih tahu sih Wkk)
.
Yang saya tahu mah orang itu suka kalau orang lain suka apa yang dibagi, orang itu suka diapresiasi, atau sekadar basi basi ttg penggalan hidup. Dan itulah yg saya coba tawarkan dan lakukan utk orang-orang di sekeliling saya, di sini, di sana di situh.
.
Makanya, berbahagialah kalian jadi teman-teman saya. Hahaha
.
Tapi berusaha true acceptance ke orang2 itu yakin susyah ye kadang2. Kalau orangnya emang nyebelin dan level merugikan orang lain ya jadi nyebelin aja gitu yah *malahcurhat #ayomakansalak #gerakansehatdengansalak #salakbikinsembelitgaksih
Matahari, bumi, cakrawala dan pelaksanaan kata-kata.
Jadi beberapa jam yang lalu saya udah pilih-pilih foto buat diunggah ke instagram. Semua foto anak-anak dari hasil riset kmaren-kmaren udah mau ngucapin Selamat Hari Anak Nasional dan bikin catatan kecil soal pendidikan jg. Udah seneng nih, terkumpul, udah bikin tulisannya juga. Pas mau unggah, eh tau-tau bapak satu ini udah posting duluan dan jauh lebih bagus. Yo wis lah foto saya yg sdh dikumpulkan itu buat kapan2 aja.. biar saya gak dikira ikut-ikutan hahahaha.
 #anaknyakonservatif 😂 kita #throwback aja lah yaw #lemparbalik #lemparpasir #anakorang
Utk yg bertanya ttg foto postingan sbelumnya atau yg mau baca #throwback saya.
.
Jd kain ini adalah tenun yg dibuat dgn mesin penenun oleh seorang Ibu keturunan marga raja di Desa Binaus, Kab. Timor Tengah Selatan, NTT, namanya Aleta Kase.
.
Bertemu dgn mama Aleta ini adalah sebuah kbetulan yg berkah, ia salah satu informan sy utk penelitian ttg migrasi anak muda di NTT tahun lalu. Waktu ditemui utk wawancara, mama Aleta lg menenun di ruangan khusus beralaskan tanah. Saat duduk ngobrol dgn mama, sy melihat ada tumpukan kain warna-warni yang rupanya adalah kain tenun kecil yg sudah jadi dan biasa dipakai untuk selendang/pelengkap baju hajatan. Di tumpukan paling bawah, saya melihat kain tenun dengan dasar warna putih dan motif warna warni, di mana ini adalah salah satu warna dasar kain yang saya cari-cari. Jadilah waktu itu 'wawancara'nya ngalor-ngidul gara2 menanyakan tenun dan basa-basi nego harga minta dibuatin ;).
.
Sejak masih muda,mama Aleta sdh gemar menenun dan mewarisi ilmu menenun dari orang tuanya (jadi merasa keren karena bs ketemu mama ini..hehe). Konon mesin penenunnya jg warisan keluarganya. Sbulan biasanya ia cuma bisa buat 1 kain tenun utk selimut (500ribuan) / 2 kain utk selendang (100ribuan). Kain yg ada di foto ini adalah kain tenun selimut yg dibikin 1 bulan. Jd sy waktu itu melihat mama nenun cuma sekitar 1 mingguan. Habis itu minta anaknya mama,Kaka Sarci (yg juga informan sy) utk dikirim dgn ongkir 80ribu rupiah dari Kota Soe Kab. TTS ke Bandung. Untuk info, kainnya itu dibuat dari benang sintetis biasa, bkn bahan natural. Tp mmg jd adem saat dipakai selimutan di udara panas, anget saat dipakai di udara dingin. Entah knp ya mungkin hanya sugesti, tp begitulah. Kl mau cari yg pakai bahan/serat dan pewarna alami,mungkin bisa ke desa2 adat. Jahitannya jg ga rapi2 banget kok. Tp kainnya udah pnh dibeli sm peneliti2 Jepang.
.
Dr beberapa kain yg sy bawa dari NTT maupun kain2 lama yg sy simpan/dikasih pas upacara penyambutan/pulang (bahkan ada yg dikasih oleh org Dinas Pariwisata Provinsi NTT langsung),kain ini yg jadi favorit, karena ada ceritanya..hehe. Kl mau sy msh ada kontaknya.
#memunculkankembaliintuisi #karena #otakkakukebanyakan #brcrzy
Gado-gado yang enak dan tidak basi maupun kedaluwarsa meski sudah ada sejak 1960.
Malam yang lumayan manis dengan obrolan panjang seperti biasa sebelum menghadapi hari-hari ke depan yang agak berat (?) meski lebih berat beban hidup, dibawa santai aja. Harus lebih banyak bersyukur, karena itu mantra. #mantratukangpanik #tapiterlihatkalem
Reflecting on: Lebaran Day 2017... .
----👨👩👧👧💙
Masa kanak-kanak yang begitu asin...
Manusia itu akan selalu beda pendapat dan berselisih. Kecuali orang-orang yang dikasih rahmat, yang bisa mengelola perbedaan itu. Dan untuk itulah orang-orang ini diciptakan. (Quran - Surat Hud ayat 117-119). Semoga serpihan-serpihan tanah liat kayak saya ini termasuk orang-orang yang ingat, yang tenggang, mempertimbangkan pandangan dan sikap orang lain, Ya Allah..... #aamiin #doapagi #kurangtidur #kebanyakankopi #daninigambarkambing