Risma Ariesta

Risma Ariesta Follow

Javanese '98

http://sayonalaanata.blogspot.com/

1,879 Followers  793 Follow

Share Share Share

_Akhir Ramadhan_

Di penghujung Ramadhan kali ini.. Kurasa, Allah telah begitu baik karena telah mengabulkan pinta dan do'aku. Yang kuutarakan, maupun yang hanya di dalam hati. Dan lebih daripada itu

Ramadhan. 29 hari yang lalu ia mengetuk pintu, hendak bertamu katanya. Siang dan malamnya dipenuhi keberkahan dan lipat ganda pahala jika diisi dengan amal sholeh

Tapi apa? Diri tetap saja terbuai dijerat nafsu yang semu

Bahkan, setan, iblis, dan bala tentaranya yang dibelenggu tak dapat menggoda manusia. Namun, setan dari diri sendirilah yang entah kenapa justru lebih hebat tipu dayanya. Lebih maut rayuan pulau kelapanya

Sampai-sampai, diri yang sebelum Ramadhan sibuk mencatat target ibadah yang akan dilakukan tatkala Ramadhan datang, mendadak lalai dan hilang kendali. Astaghfirullah

Duhai diri.. kau tahu hatimu selalu menyuruh akan kebaikan setiap kali. Tapi ragamu, entah kenapa enggan melakoni. Pikiranmu yang bebal atau imanmu yang terlalu ringkih digoyang badai nafsu. Sehingga, begitu mudah hidayah yang pernah secuil kau cicipi, lantas begitu saja berlalu

Ya Rabb.. jika hawa nafsu sendiri saja sulit untuk ditaklukkan, lantas bagaimana dengan ujian-ujian lain yang bahkan lebih berat daripada ini semua?

Lalu, apakah pantas, diri ini disebut sebagai pemenang pada esok hari? Pemenang atas terampuninya dosa dan diterimanya amal?

Ya Rabb.. berbekal iman seadanya dan amal yang tak seberapa, masih bolehkah diri ini berharap kepada indahnya surga? 😢

Taqabbalallahu minna wa minkum.. Selamat hari raya IdulFitri 1439H. Semoga di bulan Syawal esok, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih layak lagi menjadi hamba Allah yang sejati. InsyaAllah

Maafkan lahir dan bathin, Risma Ariesta sekeluarga 🙏
.
📸: Tugu Bunderan Salaman, with bapak tercinta 💚
_Guru Sabar Paling Baik_

Terima kasih untuk segala pengajaran kehidupan yang secara tak langsung pernah kamu bagi

Sebuah pelajaran, dimana diri harus benar-benar mengatur hati dengan baik. Memberikan celah untuk bernapas, mengambil ancang-ancang atau mengatur strategi. Tentang apa langkah selanjutnya yang akan kuambil?

Apakah sesuatu yang pada akhirnya menyakiti orang lain, atau menyakiti diriku sendiri, atau tidak keduanya

Memberi kesempatan pada diri untuk mengalah. Yang bukan berarti sepenuhnya kalah. Melainkan, menepi dari medan tempur yang akan beresiko

Kepadamu, orang-orang yang masih berhati keras dan berlisan kasar

Sekali lagi kuucapkan terima kasih, atas jasa-jasamu selama ini

Berkatmu, aku jadi tahu bagaimana harus bersikap bodo amat dalam menghadapi cibiran dan nyinyiranmu

Bagaimana harus mengendalikan hati agar ikhlas menerima setiap kata-kata yang kau muntahkan itu

Bagaimana harus belajar sabar secara otodidak, hingga akhirnya turut kuajari hatiku sendiri untuk tetap tersenyum, sembari mendoakan kebaikan untukmu

Semoga, kelak kamu akan mendapat hidayah dari Allah

Semoga, kelak perbuatanmu itu tidak berimbas menjadi bumerang untuk dirimu sendiri

Semoga, kelak kau tidak akan mendapat balasan yang sama atas perbuatan-perbuatan yang selama ini kau lakukan

Ketahuilah, sejahat atau senakal apapun dirimu terhadap orang lain, hukum alam tetaplah berlaku. Sebab-akibat itu benar adanya

Maka, pandai-pandailah hidup. Membaiklah, selama apa yang kamu lakukan itu masih dalam taraf wajar untuk dimaafkan

Dan, satu hal

Jangan menunggu pemberian maaf dari orang yang pernah kamu sakiti hatinya. Sebab, kamu tak akan pernah bisa membaca, apalagi menghakimi hati orang lain

Merendahlah, meminta maaflah lebih dulu. Jika pun kau telah berusaha sedemikian rupa namun tidak mendapat sambutan baik, maka selanjutnya bukan lagi menjadi urusanmu. Melainkan, tanggung jawab dia dengan Tuhannya
.
📝rismariesttt
Dalam hidup, kita perlu lebih sering belajar. Karena ujian, datangnya hampir sewaktu-waktu.

#hanyamenulis
.
📝rismariesttt
_Majenun?_

Mereka bilang aku gila. Sebagian yang lain, katakan diriku bodoh. Entahlah. Apakah aku benar-benar bebal seperti apa yang mereka bilang, atau sebaliknya

Memaafkan seseorang yang telah sebegitu sering menyakitiku, rasanya merupakan hal yang sulit mereka terima. Sehingga perspektif mereka terhadap diriku cenderung merendahkan dan tidak suka

Padahal, sebelum aku bisa selapang ini dalam memaafkan, aku pun pernah terjerembab dan jatuh berkali-kali dalam jurang kejahilan sebagai seorang manusia

Mengumpat, memandang sebelah mata, egois, mendendam, dan lainnya

Lalu pada suatu masa, entah bagaimana Tuhan menghadirkan berbagai macam peristiwa dan orang-orang yang akhirnya membuatku berpikir, "Sampai kapan aku akan seperti ini?"
.
Karena ketahuilah, memiliki sifat dan pemikiran yang buruk kepada seseorang atau diri kita sendiri itu, berakibat yang sama juga dengan kondisi fisik dan psikis kita

Bagiku, tubuh kita ini seperti medan magnet amat kuat. Yang mampu menarik segala macam benda asing kepadanya. Tanpa disaring. Tanpa tedeng aling-aling

Bukankah pepatah bijak pernah mengatakan bahwa, "Ketika Anda berpikir bisa, Anda benar. Dan ketika Anda berpikir tidak bisa, Anda juga benar."
.
Ya, sama halnya dengan pikiran positif dan negatif. Ketika pikiran kita senantiasa memikirkan hal-hal positif dalam hidup, niscaya elemen-elemen pendukungnya akan didatangkan Tuhan dari arah yang tak pernah kita duga. Sama halnya ketika kita berpikir negatif

Jadi, lebih baik memikirkan hal-hal yang baik saja, kan dalam hidup ini?

Intinya, sekeras apapun diri dan hati kita saat ini, ada masanya kita harus berubah menjadi yang begitu lembut dan penyayang pada tempatnya

Sebagaimana keteladanan yang dicontohkan Rasulullah SAW, sang pembawa rahmat, bagi semesta alam

Berbuat baik kepada siapa saja tanpa mengharap balasan yang sama, itu salah satu cara membuat Allah ridha kepada kita atau tidak. Namun, jika justru mendapat balasan yang buruk, maka itu urusan dia dengan Allah

Campurtangan kita hanya sebatas berusaha menjadi yang terbaik diantara yang baik
.
📝rismariesttt
_Empan Papan_

Seorang teman pernah berkata  demikian padaku, "Empan papan." Istilah dalam bahasa Jawa yang artinya adalah "Menempatkan diri."
.
Kita, manusia. Harus pandai-pandai menempatkan diri menjadi mahluk individu dan mahluk sosial dalam kehidupan ini

Menjadi yang mandiri, atau pandai bersosialisasi. Kadang bisa srawung dan nyedulur, dan kadang bisa juga tenggelam dalam kontemplasi dengan diri sendiri

Apalagi perempuan. Kita harus pandai-pandai menempatkan diri sesuai dengan keadaan yang sedang kita alami

Menjadi yang tidak terlalu banyak bertanya pada pasangan, ketika wajahnya terlihat kusut seolah banyak sekali beban berat yang dipikulnya

Menjadi yang tidak cerewet pada anak, adik, atau saudara yang membuat kesalahan, walau pun kecil

Menjadi yang tidak mudah cengeng ketika orang lain merendahkan, walau hanya dengan sindiran

Iya, peka itu adalah kelebihan kita. Tapi, tetaplah empan papan, dan gunakan kemampuan itu sesuai keadaan

Intinya, jangan menjadi egois dan paling banyak menuntut untuk bisa dimengerti. Sedangkan diri kita saja belum tentu bisa mengerti sepenuhnya pada kemauan kita sendiri

Kenali, dan pahamilah diri sendiri

Maafkan dan terima segala kesalahan dan kekurangan yang kita miliki. Kembangkan kelebihan dan kemampuan yang telah Allah beri

InsyaAllah.. Hari-hari masa depan yang akan kita jalani terasa lebih ringan dengan perasaan tak terlalu bahagia juga tak terlalu bersedih, biasa saja. Dan hati yang lebih semeleh daripada sebelumnya

Be positif, girls. Allah always with us 🤗
.
#hanyamenulis
.
📝rismariesttt
Terimalah dirimu sepenuhnya, seutuhnya. Bagaimanapun rapuh dan lelahnya ia. Dirimu adalah sebagian dari hebatmu yang tertunda

#hanyamenulis
.
📝rismariesttt
_Jangan Berlebihan_

Setelah kamu melewati masa-masa tersulit dalam kehidupan asmaramu dengan seseorang, sejatinya kamu masih bisa menjalani hidup dengan sebagaimana biasa

Walau pun pada permulaannya, sedikit terasa hampa tanpa kehadiran sosoknya yang dulu selalu meramaikan notifikasi hpmu

Tidak penting memikirkan bagaimana dia harus kembali menjadi yang selalu membersamaimu. Atau memikirkan kenapa dia menjauh dan memilih meninggalkan, daripada mempertahankanmu

Justru, kamu harus lebih bersemangat menggapai impian-impianmu. Dan fokus pada apa-apa yang sebelumnya ingin kamu raih dan cita-citakan sejak kecil

Seorang perempuan, tidak boleh terlalu lama bersedih karena menangisi seorang laki-laki yang bahkan tidak peduli padanya. Karena seorang perempuan, wajib dan harus menjadi yang paling tangguh pada akhirnya. Yang mampu mengobati luka-lukanya sendiri dengan sebaik-baik penyembuhan

Karena nantinya, itu pula yang harus ia ajarkan pada anak cucunya di masa depan. Menjadi manusia hebat. Sukses dunia dan akhirat

Bertemu dengannya, mungkin memang bukanlah suatu kebetulan. Pasti. Ada sesuatu yang Tuhan rencanakan disebaliknya. Entah apa, tapi ada saatnya kamu akan mengetahuinya. Namun, pada setiap pertemuan, tidak harus juga berakhir pada kebersamaan, kan?

Jangan mudah geer pada apa-apa yang kamu pikir akan indah pada akhirnya. Karena bersikap elegan sedari awal adalah salah satu cara untuk membuatmu menjadi benar-benar berharga

Tenang saja, setelah segala kecengengan yang kamu lakukan hari ini, ada hari dimana nanti kamu akan tersenyum dengan bangga dan hati yang lebih ringan daripada biasanya

Kepada semua orang, termasuk dia yang selalu kamu doakan dan harapkan itu. Termasuk dia, yang malah jadi dengan orang lain. Termasuk dia, yang meninggalkanmu saat masih sayang-sayangnya. Termasuk dia, yang berhasil melemahkan separuh nalar dan warasmu

Lalu, kamu akan berterima kasih pada Tuhan dan hatimu sendiri. Yang tidak sekalipun membiarkan luka-luka itu menganga, dan membasah terlalu lama

Pada sebuah perjalanan
#hanyamenulis
📝rismariesttt
_Skala Prioritas_

Menurutku, orang-orang di luar sana yang sangat berhasil pada kehidupannya adalah mereka yang paling bersungguh-sungguh dalam mewujudkan apa yang mereka inginkan. Seperti cita, dan cinta barangkali

Mungkin, mereka rela memangkas apa-apa yang menghalangi langkah mereka untuk segera sampai ke tujuan. Menebas segala halang rintang yang ada kalanya hampir membuat mereka tumbang. Mengokoh-kuatkan kaki dan pendirian, serta semangat yang berasal dari diri sendiri, agar tidak mudah melambai seperti nyiur di tepi pantai yang diterbangkan angin sepoi-sepoi
.
"Posisi menentukan prestasi. Niat menentukan esensi," mengutip kata-kata berkesan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya
.
"Skala prioritas itu penting. Tentukan apa-apa yang menjadi prioritasmu dahulu, sebelum kamu mengerjakan hal lainnya," kata ibuku yang baru-baru ini kembali teringat dalam ingatan, setelah sekian lama terlupakan

Semua seakan berkelebat begitu saja di dalam kepala. Ingatan-ingatan tentang motivasi untuk bersungguh-sungguh saat memperjuangkan sesuatu

Semacam cambukan tersendiri untuk pribadi yang sedang berada di level ter-nglokro dalam wacana penggapaian mimpinya. Haha. Seolah lupa atau pura-pura lupa, begitu ujarnya dalam hati

Pada akhirnya, sesosok diri yang memutuskan untuk berjuang itu mungkin memang harus rela kehilangan beberapa kebahagiaan semu yang selama ini ia kejar, untuk sesaat. Demi keberhasilan nyata yang akan ia dapatkan di hari kemudian, InsyaAllah

Harus jua menabahkan hati. Jikalau hasil yang didapat nantinya tidak memuaskan. Sembari percaya, bahwa apa-apa yang datang dari Allah adalah baik
.
📝rismariesttt
😌😌😌 Pindah haluan genre? Ntahlah. Masih berproses kok. Iseng aja. 😁
_Yang Tak Akan Menyerah_

Ada kalanya, sebuah cita dan impian yang besar itu memaksa untuk diperjuangkan. Dengan kegigihan dan kekuatan yang sebenarnya ada dalam diri setiap kita. Kekuatan untuk menjadi apa yang kita inginkan, menjadi diri kita sendiri

Ada kalanya, keadaan menempatkan kita pada posisi tersulit. Untuk memperjuangkan yang belum pasti, atau tetap bertahan pada zona nyaman yang sudah pasti

Namun, pada akhirnya kita jualah yang harus memilih

Mempertahankan zona nyaman, jika itu membuat diri kita bertumbuh menjadi pribadi yang semakin baik. Memang adalah baik. Namun bagaimana jika sebaliknya?

Berada di zona nyaman, tapi banyak faktor yang acapkali membuat diri tertekan. Apakah bisa begitu saja kebahagiaan didapatkan?

Sementara keluar dari zona nyaman, memanglah tantangan kehidupan mendatang akan tidak terduga sama sekali. Hari-hari masa depan belum tentu akan baik-baik saja. Pun, mungkin akan ada perasaan deg-degan karena peristiwa-peristiwa menakjubkan yang tiba-tiba saja menjelma menjadi kenyataan

Tapi, jika demikian adalah pilihan terbaiknya, kenapa tidak?

Berjuang pada hal-hal yang telah kutetapkan menjadi keyakinan. Kupikir akan menyenangkan

Bagiku, tidak penting kapan keyakinan itu datang, menelusup begitu saja di dalam hati. Menjelma menjadi sebuah kekuatan besar yang selanjutnya menggerakkan senti demi senti langkah kaki

Tentang sebuah mimpi masa depan yang sejak dulu selalu kusemogakan. Tentang sebuah harap yang beberapa tahun terakhir selalu kupanjatkan kepada Allah. Keyakinan itu, menguatkan tiap benih impian yang mulai berani kusemai pada tetanah yang dua tahun lalu mendadak gersang karena ulah cuaca yang begitu menyesakkan

Lihat saja nanti! Pada akhirnya akan menjadi seperti apa diri ini. Keluar sebagai pecundang, atau bertahan menjadi pemenang

Bismillah 🙏
.
📝rismariesttt
_Mawar_

Sebut saja namanya Mawar. Perempuan baik dengan senyum yang meneduhkan. Pemilik kecantikan sederhana tanpa bermacam riasan. Seorang sahabat, sekaligus kakak yang kukenal begitu tabah dan menabahkan

Aku mengenalnya saat kami sama-sama menjadi kontributor sebuah majalah pelajar yang hanya terbit satu kali dalam setahun, habis itu sudah. Tragis? Mengenaskan! Ya, apa mau dikata, ketika idealisme tidak diimbangi dengan pernak-pernik pendukungnya. Sarana prasarana, terlebih pasar yang dirasa tak cukup berpotensi. Menciptakan peluang? Sudah pernah. Hanya saja, memang takdirnya harus sirna, pupus begitu saja

Kembali pada Mawar. Perempuan tangguh dengan jilbab yang selalu terjulur di bawah dada. Pemilik kekuatan yang menguatkan orang lain. Retorika bicaranya, begitu persuasif. Kepalanya dipenuhi ide segar tidak terduga. Cerminan seorang muslimah yang kemudian menjadi begitu kukagumi secara diam-diam

Mawar, dirinya lebih indah daripada bunga Mawar yang sebenarnya. Begitu tersembunyi, tertanam di dasar jurang dengan duri menyelubungi. Begitu sulit didapat, karena memang sangat berharga

Tapi, sebelum aku pergi, kudengar kabarnya telah dipinang sahabat dia sendiri. Merangkap kakak kelasku yang pernah bercerita jua tentangnya. Dan yang paling kuingat, adalah bagian dimana ranting pohon patah menjadi perantara kalian berpegang tangan. Haha. Manis, ya?

Ah, jadi bagaimana rasanya menikah dengan sahabat sendiri? Ntahlah, sampai hari ini aku tak pernah dengar lagi kabar baiknya. Pun tidak lagi kulihat di sosial media. Kuharap, semoga dia baik saja. Kerana do'a-do'a baik itu juga selalu terjuntai ke langit dengan baiknya

Mawar, semoga ketika kelak aku pulang, ada jodoh kita untuk bersua kembali. Berbincang barang sebentar ditemani secangkir kopi. Mungkin, akan ada sikecil yang nantinya turut membersamai

Ini, hanya sepenggal kerinduan dari pengagum rahasiamu yang perlahan-lahan ingin menjadi sepertimu. Seperti bunga Mawar yang indah, namun sulit didapatkan 📝rismariesttt
Pernah terbersit?