Risma Ariesta

Risma Ariesta Follow

Javanese '98
📝Melawan kemustahilan dengan menolak menyerah
🗾Magelang - Salatiga

http://sayonalaanata.blogspot.com/

2,011 Followers  944 Follow

Share Share Share

Ma'had Al-Jami'ah IAIN Salatiga  merupakan asrama mahasiswa berbasis pesantren yang berada di bawah naungan kampus IAIN Salatiga sendiri. Diasuh oleh dosen-dosen berpengalaman, membuat para mahasantri, sebutan bagi mahasiswa yang tinggal di Ma'had Al-Jami'ah bisa meningkatkan kualitas dirinya masing-masing.

Ada banyak kegiatan yang bisa mengasah kemampuan mahasantri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, kegiatan lain seperti bimbingan belajar, vocab, hiwar, dan speaking sangat membantu meningkatkan intelektualitas para mahasantri.

Ma'had Al-Jami'ah! JAYA! JAYA! JAYA! "SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL"

@mahad_iain_salatiga
@mahadputriiain

Kelompok : As-Syukron
Anggota :
Aldi Purnama
@aldian.luqman
@nurlailywindriani
@rismariesttt
@anjanimutiaraa
@elisadina_ps
@wahida_nurya15
@nishaa26_____

#harisantrinasional
#darisantriuntuknegeri
#semaraksantrinusantara
Aktualisasi diri dalam rangka membangun peradaban, tidak bisa kita lakukan secara perorangan, atau sendirian. Melainkan, perlu adanya kerjasama yang terkoordinir dalam suatu ikatan.

Melawan kemustahilan dengan menolak menyerah perlu dilakukan demi terbentuknya jiwa militansi yang memiliki gairah, untuk tumbuh dan berkembang melalui terpaan kehidupan.

My name is Risma Ariesta, my major is Arabic Language and Literature, in Salatiga Islamic Institut and Religion (IAIN Salatiga). Also, interest in English language.
.
I'm ready for International Youth Leader 2018 batch 3 Kuala Lumpur.

#internationalyouthleader #IYLkualalumpur
Hi Young Leaders !
Aku siap berkontribusi dalam Lomba Esai Nasional "100 Medali untuk indonesia" yang diadakan oleh Edconex International

Hadiah: Paket Liburan Australia (include Tiket PP, Hotel, Transportasi, Makan, Guide), Trip 3 Negara Singapura, Malaysia, Thailand, Medali Emas, Perak dan Perunggu, Uang Tunai, E-Sertifikat Untuk Semua Peserta, dan 100 Medali untuk 100 terbaik

Deadline pendaftaran : 8 Oktober 2018

Daftar sekarang di bit.ly/100MEDALI (gunakan huruf kapital)

#LombaEsaiNasional100MedaliuntukIndonesia
#100MedaliUntukIndonesia
#BhinnekaTunggalIka
Review cerpen "Memoar Kubah Langgar" karya Heru Sang Amurwabhumi

Membaca judul yang tertulis, awalnya saya mengira akan disuguhkan sebuah cerita religius yang sarat akan makna keagamaan. Namun menjelang pertengahan cerita, ternyata dugaan saya salah.

Tokoh Said yang pada paragraf-paragraf awal digambarkan sebagai seorang sosok yang memiliki pengetahuan agama yang cukup, ternyata jauh dari apa yang ada dipikiran saya sebagai pembaca. Alur cerita selanjutnya berubah tidak terduga sama sekali.

Latar cerita yang diambil saat terjadinya gerakan PKI nampaknya memang berhasil membuat ngeri siapa saja. Apalagi tokoh Said yang akhirnya digambarkan sebagai dalang dari kekacauan di desa Rowolingi. Dimana ia dan teman-temannya menghabisi puluhan nyawa, lantas membuang mayat-mqyat mereka begitu saja di sungai.

Sundari yang dahulu sempat menaruh hati pada Said, telah menikah dengan Tedjo. Namun, Tedjo disinyalir memiliki hubungan dengan organisasi PKI. Yang akhirnya membuatnya menjadi incaran Said dan kawan-kawannya.

Menurut saya, cerpen Memoar Kubah Langgar ini merupakan karya epic yang berhasil menguarkan memori kelam masa  lalu pada imajinasi pembaca. Dimana ketegangan-ketegangan dalam setiap peristiwa berhasil penulis paparkan dengan bahasa yang mudah dipahami, karena terdapat footnote pada tiap kata asing yang dipakai.

Namun, beberapa angka footnote di awal kata yang tidak memiliki keterangan seolah menjadi pengganggu bagi pembaca. Sebab, kemungkinan ada pembaca yang tidak mengetahui maksud dari penulisan angka footnote tersebut.

Lebih dari itu, menurut saya cerpen yang menghadirkan latar belakang sejarah selalu menarik untuk diulas dan dibaca dengan seksama. Karena selain menjadi bahan bacaan sekali duduk, juga bisa membuka wawasan pembaca soal kejadian di masa lalu yang mungkin belum pernah diketahui.

#giveawayODOP
#JASMERAH
Kamu tahu sekarang tanggal berapa?

Tanggal 30 September, tepat di mana terjadi peristiwa besar. Benar, peristiwa G30S-PKI.

Demi JAS MERAH, kami mengadakan GIVE AWAY, lho khusus untuk anggota ODOP!

Give Away 2 buku "Secangkir Sahlab Beraroma Surga di Tanah Filistin". Seneng enggak? Seneng dong 😳
.
Nah, simak yuk peraturannya:
.
- Teman-teman harus mereview cerpen "Memoar Kubah Langgar" karya Heru Sang Amurwabhumi. Tulis hasil review di sosmed masing-masing.
.
- Repost tulisan dan poster ini di sosmed masing-masing. Jangan lupa mention 5 temanmu, ya~
.
-Sertakan tagar #giveawayODOP
#JASMERAH
.
- Jangan lupa tag:
FB: Dita Dyah Kimiyuki, Heru Sang Mahadewa, One Day One Post
IG: @dyah_dita dan @komunitas.odop

Review berlangsung sejak hari ini sampai tanggal 5 Oktober 2018

Reviewer terbaik akan menjadi juaranya~

Nb: Penulis "Secangkir Sahlab Beraroma Surga di Tanah Filistin" tidak diperkenankan mengikuti Give Away ini 🌝
Pada sebuah titik bifurkasi, nyatanya sukma kelimpungan menentukan arah mana yang harus dilalui. Otak dan hati pun bekerja melambat untuk menentukan keputusan. Percabangan pilihan itu menghadang di depan sana

Sebenarnya, tidak peduli bendera mana yang nanti akan menaungi, selama Merah Putih tetap menjadi pusat segala konstitusi

Tidak peduli jas dengan warna apa yang akan dikenakan, selama pakaian kebangsaan masih lekat membungkus raga ini

Tidak peduli, formasi macam apa yang akhirnya diikuti, selama masih dalam pelukan ibu pertiwi

Segala perbedaan menjadi samar, dan melebur saat kata persatuan lebih kuat tertanam, dan menguar di dalam pikiran, hati, jiwa, dan raga yang tenang

Sebenarnya, tidak masalah menjadi bagian dari gerakan yang memiliki visi misi memajukan negeri. Yang menjadi masalah, justru mereka yang seringkali hendak melepas atribut NKRI

Perbedaan masalah furu' pun, bukan suatu alasan bagi tiap ikatan untuk enggan bersatu. Karena saat ini, lelah berpisah menjadi bagian dari dakwah yang kian merekah di negeri penuh berkah ini, InsyaAllah

Karena ternyata, rasa penasaran saja belum cukup menjadi penguat bagi diri untuk menyelam dalam tatanan kebanyakan

Sebaliknya, si sukma memilih untuk menjadi berbeda. Baginya, dunianya ada pada sisi yang lain. Karena jati diri bukanlah sebuah pilihan, melainkan naluri

Mungkin, seperti itulah jalan terbaiknya

Kesimpulannya, aku gagal mengecoh diri sendiri. Jiwaku menolak, pikiranku berontak

Akhirnya aku menulis ini. Entah berapa kontemplasi dan pertimbangan macam apa yang mendasari
.
📝rismariesttt
_Hakikat_

Sebesar apa usahamu untuk melawan diri sendiri?

Sebesar apa niat menjelma tekad yang kau punya untuk mengalahkan musuh yang ada dalam dirimu itu?

Bagaimana kau akan menjadi paham jika hanya dirimu sendirilah yang bisa mengatasi segala ketertinggalan itu?

Tidak sadarkah kau, bahwa sesuatu akan bisa kau dapatkan, jika ia sungguh-sungguh kau perjuangkan. Jika ia telah menjadi prioritas dirimu untuk maju dan bertahan

Lantas, salah besar jika kamu berpikir bahwa keberhasilan atau kesuksesan itu datang jika kamu sudah bersama dengan orang lain. Tidak, langkah menuju sukses itu, harus kamu mulai dari dirimu sendiri, saat ini

Seberat apapun masalahmu, pikirkan tentang bagaimana kamu akan menjadi tangguh setelahnya

Serunyam apapun tantangan yang harus kau selesaikan, pikirkan tentang kekuatan mental yang akan kau dapatkan pasca semua telah menjadi cerita

Sepilu apapun derita yang harus kau tanggung, pikirkan tentang setiap hal buruk, atau hal yang ingin kamu ubah dari dirimu itu sirna, hilang, tiada, kemudian berganti dengan sesuatu yang memang bukan sempurna, namun mendekati luar biasa

Butuh waktu untuk seekor burung kecil yang baru lahir, untuk belajar terbang hingga mahir

Begitu juga setiap orang. Selalu ada proses menyakitkan yang harus dilewati terlebih dahulu, sebelum menjadi benar-benar terbiasa pada sesuatu

Adakalanya, air mata menjadi bulir-bulir penggugur rasa sakit yang menghimpit dada

Maka menangislah, lantas bangkit dan menguatlah

Jika orang lain bisa, maka kamu juga harus bisa. Karena Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan yang sama

Tinggal seberapa tangguh kita mau dan mampu bertahan

Juga seberapa puguh kita mengambil pelajaran
.
📝rismariesttt
Catatan 13 Muharram 1440 Hijriyah

Langit menampilkan pemandangan bulan purnama sempurna malam ini. Membulat penuh, bersinar cantik sekali

Tidak ada guratan kesedihan yang tergambar di sana. Kami seakan mampu dibuatnya mematung di tempat kami berdiri ketika menatapnya merajai malam ini. Indah, nan memesona

Padahal, pernahkah kita melihatnya dalam kurun waktu sebelum menjelang pertengahan bulan, atau ketika pertengahan bulan telah usai?

Adakah kita benar-benar mengamati sebuah proses sebelum terjadinya keberhasilan dengan baik?

Satu bulan biasanya terdiri dari 30 hari. Butuh waktu sekitar 27 hari untuk menciptakan dan menuju pada lingkaran penuh purnama

Seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari fenomena alam yang terjadi. Menerapkannya dalam hidup kita, menjadi sebuah pelajaran yang berharga

Belajar dari semesta, meningkatkan rasa peka terhadap setiap tanda yang ada, melatih diri menjadi lebih dewasa

Sama halnya dengan kesuksesan yang selalu kau idamkan itu. Tidak bisa jika kau harap datang hanya dalam satu waktu. Harus ada perjuangan yang mungkin berarti untuk kau jalani

Selalu ada rintangan dan hambatan yang mungkin menghalangi

Namun inilah kehidupan. Orientasi kita haruslah seimbang antara dunia dan akhirat

Bukan. Bukan aku berusaha menggiring opini menuju kecintaan dunia. Tapi, bukankah ketika aku menulis ini, dan kamu membacanya, menandakan kita masih berada di dunia?

Memang benar bahwa mengkaji ilmu akhirat itu perlu. Tapi melihat ketertinggalan umat Islam pada saat sekarang ini, apakah lantas kita menyerahkan setiap takdir hanya kepada Allah, tanpa usaha?

Acapkali kita gagal memaknai do'a dan usaha yang dilakukan bersamaan. Padahal, seharusnya jika kita konsisten melakukan do'a berikut usaha, hasil yang didapat mungkin akan bisa lebih dari yang orang lain dapat

Mungkin, bahkan kita bisa menemukan teknologi baru yang akan menandingi smartphone di masa depan. Atau, menciptakan sebuah penemuan baru yang tidak hanya berbau religi, yang bisa bermanfaat untuk setiap orang yang masih hidup dan bernafas di bumi ini

Bukankah kita percaya bahwa, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya?"
.
📝rismariesttt
_Senandika_

Jangan pernah membuatku berharap, jika pada akhirnya kau tidak ingin membuatku menetap
Usah bersikap sok perhatian, jika pada akhirnya kau jadikan aku pilihan bukan tujuan
Simpan saja buhul-buhul rasa nyaman yang akan, sedang, atau telah kau tiupkan itu
Aku tidak butuh pada belas kasih, bercampur kepalsuanmu

Selama ini, telah kudidik diri sendiri sebagaimana kerasnya hidup menempaku
Jangan coba kau runtuhkan benteng pertahanan itu dengan hanya sepotong janji semu
Selalu camkan bahwa waktu kita teramat berharga

Aku tahu kita sudah melewati sekian banyak peristiwa sebelum semua ini terjadi
Terlalu banyak waktu terbuang percuma hanya untuk sosok-sosok yang tak mengerti makna setia dan kesungguhan hati

Jikapun semesta lah yang menggerakkan langkah kakimu mendekat
Maka biarkan semesta pula yang mengerakkan diri ini merapat

Bahkan ketika pada akhirnya aku dan kamu lantas diam, kemudian berhenti pada suatu titik yang bersebrangan,
Jangan kau paksa untuk menerjang batas-batas itu demi sesuatu yang masih dapat kita sebut bayangan

Tetap percayakan jalan hidup kita pada semesta dan Penciptanya
Jika benar takdirku adalah kamu, dan takdirmu adalah aku,
Maka biarkan sang waktu menyelesaikan tugasnya, lantas menyederhanakan segalanya
.
📝rismariesttt
.
_Tersesat_

Adakah petualangan ini membawaku ke sebuah tempat asing yang membawaku tersesat?

Entahlah. Sejauh ini, tak kutemukan kerikil terjal atau jalan belokan menanjak tajam, atau yang lainnya, semala perjalanan selama menuju ke sini

Mungkin, Allah menuntun tiap langkah ini untuk bisa bersetia dan mengabdi kepada ilmu yang mana aku selalu merasa haus padanya

Lantas, hari ini aku bersyukur. Karena rasa dahaga ini terobati secara perlahan. Alhamdulillah

Meski aku tahu bahwa tidak ada yang benar-benar mudah untuk mencapai kesuksesan, namun entah bagaimana caranya takdir Allah seolah mempermudah segalanya

Langkah demi langkah mulai kutapaki, satu demi satu

Mimpi-mimpi baru, perlahan memenuhi kepalaku

Harapan-harapan untuk bisa mencapainya, adalah sebuah keniscayaan yang insyaAllah akan aku kejar dan wujudkan

Bismillah 🙏
.
📝rismariesttt
Menjadi seorang penulis yang bisa dan mampu bermanfaat untuk orang lain adalah cita-cita dan mimpi besar saya sejak kecil

Karena hal tersebutlah, maka hari ini saya terus menerus menumbuhkan dan memupuk mimpi itu melalui pikiran positif, dan tindakan yang nyata

Menulis setidaknya 1 post sehari di instagram pribadi saya adalah sebuah tantangan untuk diri saya sendiri

Sebuah komitmen yang mau tidak mau harus saya ambil demi menapaki tiap jenjang proses yang mudah-mudahan akan mengantarkan saya pada keberhasilan sebenar nantinya

Saya percaya bahwa sebuah peluru mungkin bisa menembus 1 kepala

Lantas, bagaimana dengan tulisan?

Yang saya tahu, rangkaian kata-kata justru mampu mengalahkan senjata paling canggih abad ini sekalipun. Pasalnya, ianya mampu menembus jutaan, bahkan ratusan juta kepala dengan cara membacanya

Saya juga ingin menyampaikan pesan perdamaian melalui tulisan-tulisan yang saya buat nantinya. Mencurahkan isi hati, mengubah nestapa menjadi bahagia, mengubah bahagia menjadi lebih bahagia

Saya ingin diketahui dunia melalui tulisan. Mengkristalkan momen dalam setiap goresan pena. Abadi dalam kebaikan, meskipun raga ini telah tiada. Serta sebagai proposal saya ketika menghadap Allah kelak

InsyaAllah

Perlahan tapi pasti, mulai dari hari ini, saya selalu berkomitmen pada diri saya untuk menepati, menyelesaikan, dan membayar lunas sebuah janji. Meski entah kapan bisa benar-benar lunas, semoga saja saya mampu menyelesaikan tiap amanah yang diberi

Aamiin
.
📝rismariesttt
.
#kenangan #malmingan #faedah #mahadputriiainsalatiga #asambesi