SabangMerauke

SabangMerauke Follow

Program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia dengan tujuan menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. 🇮🇩

https://www.youtube.com/watch?v=ukdjqhAmLKg

11,931 Followers  345 Follow

Share Share Share

BAGIAN KETIGA

Dalam kesempatan kali ini, izinkan saya mewakili segenap tim SabangMerauke 2018 menyampaikan permohonan maaf ataa segala khilaf dan terima kasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang mendukung kegiatan kami. Program tak akan berjalan sebaik ini tanpa bantuan para relawan, advisor, partner program, donatur, sahabat-sahabat komunitas, media, dan semua yang tak dapat kami sebut satu persatu.
Dalam kesempatan ini izinkan saya mengucapkan SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 2018 mari  bersama-sama membantu negeri untuk merayakan keberagaman, demi masa depan anak-anak Indonesia .

Terima Kasih 
Reynold Hamdani
Managing Director SabangMerauke 2018

SELESAI

#Indonesia
#Bhinneka
#Toleransi
#MenjalinToleransi
#SabangMerauke 2018
BAGIAN KEDUA

Satu persatu ASM mulai masuk ke boarding room hingga tengah hari, dan tibalah saatnya Nona dan Sabitah yang mendapatkan jadwal penerbangan paling malam yaitu pukul 21.55. Pada tanggal 23 Juli 2018, Nona dan Bitah telah mendarat dengan selamat d Sentani. Maka dengan sesampainya Bitah dan Nona di rumah, kami bersyukur karena kedua puluh ASM 2018 telah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
Program pelajar selama tiga mingu dari 2 Juli 2018 – 22 Juli 2018 selesai sudah, tetapi ini menjadi titik awal ASM menjadi  pembawa pesan perdamaian. Mereka akan membagi pembelajaran dan pengalaman yang mereka dapat selama program di daerah masing-masing. -BERSAMBUNG-
BAGIAN PERTAMA

Sepertinya baru kemarin Tim Pendampingan dibuat panik oleh jadwal penerbangan Padma dan Okta yan gagal berangkat dari Bandara Ngurah Rai dikarenakan adanya aktivitas abu vulkanik di  Gunung Agung. Karena insiden tersebut, penerbangan Padma dan Okta yang seharusnya berjalan pada tanggal 30 Juni 2018, mundur ke tanggal 1 Juli pada dini hari. Semangat untuk segera melihat adik-adik tersebut membuat para pendamping yaitu Kak Emilia dan Kak Jennie yang merupakan KSM Okta rela tidak tidur dan menunggu di Bandara Seokarno Hatta.

Pada tanggal 22 Juli 2018 lalu, saatnya 20 ASM kembali ke rumah masing-masing. Sejak dini hari pukul 02.30 WIB, enam ASM yang berasal dari Bulukumba, Palu, Poso, dan Sumbawa Barat telah bertolak ke Bandara sebagai kloter 1 untuk mengejar pesawat pertama di hari tersebut. Mata mereka terlihat lelah. Jelas mereka kurang tidur karena malam sebelumnya mereka menginap bersama di penginapan, dan beberapa ASM sudah menangis sesenggukan ketika acara farewell. Tetapi ada rasa tak sabar dari tatapan mereka untuk segera sampai di rumah dan memeluk keluarga tercinta, serta menjadi duta perdamaian di daerah mereka masing-masing. -BERSAMBUNG-
Yeheskiel Roland Werembinan atau Roland yang berasal dari Bengkayang, Kalimantan Barat nampaknya dapat dinobatkan ASM 2018 yang paling beruntung

Bagaimana tidak? 
Roland memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Negara. Tentu saja pengalaman Roland ini membuat kami turut bangga, sekaligus gigit jari

Selama program, Roland tinggal bersama Daddy Mosidik dan Mommy Firly. Kebetulan pada hari Jumat, 20 Juli 2018 Daddy Mo mendapatkan kesempatan menjadi tamu undangan di Istana Negara bersama dengan pemain fim Kulari ke Pantai lainnya. Beruntungnya, hari itu merupakan Family Day dimana ASM dan KSM mendapatkan hari libur untuk dihabiskan bersama FSM tercinta. Pas saja, Daddy Mo langsung mengajak Roland menjadi tamu Istana sehingga Roland memiliki kesempatan bersalaman dengan Bapak Jokowi dan Ibu Iriana “Waktu disana kan dikenalkan sama Daddy ke Pak Jokowi. Daddy bilang ‘ini anak saya’, terus kata Pak Jokowi ‘oh kok nggak mirip ya?’ Ya iyalah Kak nggak mirip, kan anak angkat” celetuk Roland yang rupanya sudah dapat jurus-jurus stand up comedy dari Daddy Mosidik

Roland dikenal sebagai jenius musik. Dia ahli memainkan alat musik apa saja, termasuk Sapek yang merupakan alat musik khas Kalimantan Barat. Roland bahkan mampu mempelajari alat musik lainnya hanya dengan memperhatikan video di Youtube. Luar biasa bukan?

Profil Roland merupakan profil Adik SabangMerauke ke-20, sekaligus sebagai penanda berakhirnya program pertukaran pelajar SabangMerauke 2018

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #MenjalinToleransi #SabangMerauke2018
Petang itu pada tanggal 21 Juli 2018 menjadi puncak acara program selama tiga minggu terakhir. Bertempat di Grha XL Mega Kuningan, seluruh ASM, KSM, FSM, relawan, donator, teman-teman fotografer, dan teman-teman komunitas berkumpul bersama untuk menyaksikan momen-momen terakhir program pertukaran pejalar yang dihelat sejak 2 Juli 2018

Sesungguhnya tak banyak kegiatan di hari itu. Kami berkumpul bersama, saling berpelukan dan mengucapkan kata terima kasih serta sampai jumpa. Ada persembahan penampilan dari Kakak SabangMerauke yaitu flashmob yang cukup mengguncang gedung Grha XL. Juga ada pembacaan sajak oleh Adik SabangMerauke yang diakhiri dengan pelukan dan tetesan air mata. Tangis haru tak hanya datang dari ASM maupun KSM saja, FSM juga merasa kehilangan dengan berakhirnya program ini

Di kesempatan yang sama kami berterima kasih atas para donatur yaitu The Body Shop Indonesia, Wahana Generasi Bintang, serta Indika Foundation yang bersedia hadir dan memberikan sambutan dalam acara farewell dinner

Dengan farewell dinner ini, maka usailah sudah program pertukaran pelajar SabangMerauke 2018. Adik-adik segera bertolak ke penginapan dan persiapan kembali ke kampung halaman, tidak lagi ke rumah famili. Mulai ada celetukan sedih dari FSM seperti “kamar kosong nih,” dan “Kok rumah sepi yaa”. Kakak-Kakak SabangMerauke juga satu persatu akan kembali ke kotanya masing-masing, dan kembali disibukkan dengan kegiatan kuliahnya.

Farewell

Bukan perpisahan. Hanya perjumpan kembali yang sedikit tertunda

Sampai jumpa lagi

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #MenjalinToleransi #SabangMerauke2018
Bukan perpisahan, hanya perjumpaan kembali yang sedikit tertunda karena  ada tugas yang harus dilakukan sebagai duta toleransi

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #MenjalinToleransi #SabangMerauke2018
Ailsa atau akrab disapa Elsa merupakan salah satu ASM yang pendiam dibandingkan kawan-kawan lainnya. Elsa tidak terbiasa dikelilingi oleh teman-teman yang selalu aktif dan banyak berbicara. Tetapi menuju hari kepulangan, Elsa justru merasa canda gurau 19 ASM lainnya akan sangat ia rindukan

Sebelum ke Jakarta, Elsa khawatir apabila ia tidak akan bisa memiliki teman, atau tidak ada yang akan menemaninya selama kegiatan sehari-hari. Ternyata sesampainya di Jakarta teman-temannya sangat seru dan menerima Elsa dengan hangat. Tak terkecuali Kak Jahe sebagai KSM Elsa yang selalu setia menemaninya selama program

Ada cerita yang menarik ketika Elsa pertama kali mencoba naik Trans Jakarta. Ternyata Elsa memiliki rasa simpati yang cukup besar, dan ketika berada di dalam bus dia memilih memberikan kursinya kepada orang lain yang membutuhkan meskipun saat itu Elsa dalam keadaan sangat lelah setelah melakukan kegiatan seharian

Dewasa kelak, Elsa memiliki cita-cita menjadi seorang dosen. Beruntungnya sebelum kembali ke Pangkalan Bun, Elsa sempat diajak oleh Mama Lidya jalan-jalan di Universitas Indonesia hingga ngobrol dengan salah satu Professor disana untuk memberikan gambaran yang lebih luas kepada Elsa mengenai dunia akademik

Setelah kembali di Pangkalan Bun, Elsa juga akan segera melaksanakan programnya yaitu menggunakan madd
ing sekolah sebagai meda bercerita dan menyebarkan toleransi di sekolahnya

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #MenjalinToleransi #SabangMerauke2018
Senang sekali ketika seluruh ASM, KSM, dan FSM 2018 dapat berkumpul bersama dalam suatu ruangan dan mengevaluasi apa saja yang telah mereka pelajari dalam tiga minggu terakhir

Pada sesi ini juga, baik ASM, KSM maupun FSM saling bertukar surat satu sama lain. Air mata mulai berjatuhan ketika membaca deretan kata terima kasih di setiap lembar kertas

Terima kasih

Karena telah menerima dan mengasihi

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #SabangMerauke2018 #MenjalinToleransi
Reorientasi, 21 Juli 2018

Sesi learning mengenai tiga nilai dasar SabangMerauke yaitu toleransi, keindonesiaan, dan pendidikan. Serta Kaizen mengenai apa yang telah didapatkan dan dapat diperbaiki selama program

#Indonesia 
#Bhinneka 
#Toleransi 
#MenjalinToleransi 
#SabangMerauke2018
Rimta terbiasa pergi ke sekolahnya di Payakumbuh diantar dengan sepeda motor setiap pagi. Tetapi selama program, Rimta tinggal di rumah Bunda Puspa yang berlokasi di Bekasi dan menggunakan KRL setiap paginya menuju meeting point. Rimta harus cepat beradaptasi dengan hiruk pikuk Jakarta, hingga menjadi ROKER alias rombongan kereta "Kata Bunda Puspa, kalau kita bisa menguasai Jakarta maka kita bisa menguasai seluruh dunia. Karena Jakarta ini keras. Makanya Bunda nggak mau antar-antar aku. Aku dan Kak Berti dibiasakan naik KRL dari Bekasi ke Jakarta" jelas Rimta

Kak Berti sendiri merupakan KSM yang berasal dari Bandung dan juga sama seperti Rimta, dia harus cepat beradaptasi dan berjibaku dengan pengguna KRL lainnya. Ketika ditanya mengenai pengalamannya naik KRL, Rimta merasa empati dengan nenek-nenek dan anak kecil yang tidak kebagian tempat duduk "Kasian yang nenek-nenek dan anak-anak. Karena kan berdesak-desakan, lalu susah dapat tempat duduk. Belum lagi kalau mau keluar juga susah" jelas Rimta. Tapi perjuangan naik KRL tentu tidak menghalangi Rimta untuk datang tepat waktu setiap harinya lhooo 😊😊 #Indonesia
#Bhinneka
#Toleransi
#MenjalinToleransi
#SabangMerauke2018
#Repost from @bppkkemenkeu with @regram.app ... Simak cuplikan keseruan dan keharuan Seminggu Bersama Keluarga Kemenkeu (SBKK). Belajar toleransi, belajar melapangkan hati, dan belajar membuka cakrawala diri agar mengerti bahwa manusia Indonesia memang beragam bervariasi.

cc: @SabangMerauke

#LebihdariDiklat
#BelajartanpaBatas
#SBKK
Di tengah-tengah berjalannya program, Hafis muncul dengan perban di kedua jari tangan kanannya. Ada apakah? 
Ternyata jari telunjuk dan jari tengah Hafis terluka saat bermain Ice Skating.
“Udah nggak apa-apa kok. Udah mulai kering. Tadinya disuruh dijahit, tapi Hafis tidak mau” ujarnya

Rupanya Hafis bukanlah seorang pemain Ice Skating yang awam. Bermain Ice Skating adalah hobi Hafis, dan beruntungnya hobi tersebut didukung oleh sekolahnya. Setiap tiga bulan sekali Hafis bertolak ke Palembang untuk berlatih Ice Skating. “Harus ke Palembang Kak, karena di Bengkulu tidak ada tempat bermain Ice Skating” jelas hafis

Kejadian bermula ketika Hafis mengajarkan Anas bagaimana berseluncur di atas es. Saat itu Anas berada di belakang Hafis dengan berpegangan ke pinggang Hafis. Di tengah-tengah, Anas sempat kehilangan keseimbangan dan berhenti mendadak hingga terjatuh. Alhasil Hafis ikut terjatuh dan kedua jarinya menyentuh pisau di sepatu Anas “Hafis langsung panik dan pergi ke toilet bersama Faiz dan Anas. Di toilet tanpa sadar hafis marah-marah sendiri dan meminta untuk dipanggilkan petugasnya. Hafis juga nggak tau kenapa jadi ngomong-ngomong kasar. Panik soalnya kan. Ketika tangan Hafis dicuci di toilet itu Hafis hampir pingsan. Tetapi Faiz tetap nenangin Hafis. Jadi Faiz itu seksi sibuk Hafis saat itu. Dia yang paling perhatian”

Ketika ditanya apakah Hafis trauma untuk main Ice Skating lagi, Hafis menjawab tidak. “Itu pelajaran juga buat Hafis. Biarkan saja Hafis tetap main ice skating. Toh walau tangan Hafis terluka, Hafis masih bisa main-main dan bercanda. Hafis juga tetap bermain bersama Anas kok”

Untung saja ada Faiz dan Anas yang sigap menolong Hafis yaa. Semangat terus Hafis berlatih Ice Skatingnya. Semoga dengan kejadian ini kedepannya Hafis menjadi lebih waspada, dan makin jago bermain Ice Skating

#Indonesia #Bhinneka #Toleransi #MenjalinToleransi #SabangMerauke2018