sophiamega.com

sophiamega.com Follow

Dapat ditemui di kedai kopi terdekat, kalau ga gitu lagi baca buku di rumah ◇ #TamasyaKedaiKopi ◇ LINK 🔻

https://youtu.be/6iAueEVi7yc

4,003 Followers  1,220 Follow

Share Share Share

Mosok se kamu gak ngerti ini apa? Ngawur ancen 💔 Kan sudah tak kasih tahu di Instagram Stories, mbok dibaca gitu lho :( Ageh bacaen :( Wkwkwk gak gak guyon~
.
Rasanya cukup egois ketika merasa sekarang masih susah dapat buku-buku yang bagus dengan akses yang mudah. Kadang akses mudah pun, duitnya gak selalu ada. Tetap di Indonesia Timur malah lebih susah untuk dapat buku. Pasti di sana gak ada Gramedia rek ;( Tapi ya untung kok ada @pelangibook, makasih lho Mbak @nilatanzil.
.
Nah meski di sana gak ada Gramedia, kita bisa lho ikut nyumbang buku. Gak perlu rumit nyari bukumu yang mana yang udah gak dibaca, tapi cukup beli buku The Art of Giving Back ini, otomatis kamu sudah memberi 1 buku yang lain untuk Indonesia Timur.
.
Info lebih lengkap ke @mizanstore atau @bentangpustaka yaaaa  Cuma sampe 30 november 2018 lhooo!
Tadi aku coba bilang, "Mas aku beli matcha tapi gak pakai sedotan bisa yah?" Lalu Mas Royyan menjawab, "Bisa. Oh berarti nanti langsung diadukin aja gitu ya?" Huumb jawabqu. Demi berusaha mengurangi yang sekali pakai.
.
Terus ternyata Mbak Ariski juga lebih doyan menikmati minuman dinginnya pakai sendok, akupun sepakat! Wgwg kadang rasanya lebih creamy dan enak aja gitu.Sebenarnya sedotan itu memang kebutuhan sekunder.
.
Kenapa sih sedotan? Karena sedotan itu cenderung susah didaur ulang bosq. 91% sampah juga gak didaur ulang dan dibiarkan numpuk huhu. :(
.
#kamipakailagi • ceritain susah dan gampangnya mencoba kurangi plastik pakai tagar ini yhuuuuuuk~ jangan pernah abaikan satu suara, karena satu ditambah satu, samadengan dua. Dua ditambah satu, samadengan tiga, dst.
Jadi percaya gak nih hostel dengan ada kolam renang lucu di Ubud, Bali ini hanya 100rb per-malamnya? Plus, kalau kalian ingin dengar ceritaku menginap di hostel pertama kalinya dan langsung nekat pilih mix dormitory, baca di sophiamega.com atau klik link di bioku ya! 🏕#Bertamasyalah
Hi! Mulai besok aku bakal ceritain #bertamasyalah selama di Bali, ya! Serta pertimbangan apa saja yang perlu kamu punya sebelum ke @ubudwritersfest. Kalau untuk #TamasyaKedaiKopi_Bali yang terbayk: Hungry Bird dan Ubud • UCC. Sampai besok! ❤ 📸: @ridhoswn.
Pertama kali datang ke @hondje.id, membuatku punya keinginan nanti kalau punya rumah ada ruang kecil di depan. Menata buku untuk dapat dibaca siapapun. Heuheuheu.
.
Sempat ngobrol dengan Mbak Icha (semoga tidak salah penulisannya), soal bagaimana Hondje hingga berjumpa pada sebuah rumah lucu ini. Aku juga bertanya, "Jadi mbak suka ngeracik-racik teh gitu ya dari dulu?" Pertanyaan very basic tsb ya tentu saja dijawab iya tho~ yang menarik, Mbak Icha menghadirkan teh-teh yang sekarang susah dicari, misalnya yang memproduksi di sebuah desa yang embuh ada di mana, salah satu namanya "Sepatu Terbang".
.
Aku pesan pokoknya yang rempah-rempah gitu wis, Mba~ yang datang yummy sekali 💛 Ruang kecil tak beri batasan, tapi membangun ruang baru yang menyenangkan meski berada di tempat nongkrong tanpa batas privasi (karena kabeh podo ngumpul).
Beberapa waktu ini aku lebih sering membaca buku kiriman penerbit atau penulis, rasanya jadi agak berdosa sama buku-buku yang dibeli sendiri. Sebelum aku baca buku-buku yang dikirimin lagi (dan bulan ini seru-seru dong kirimannya), aku mau baca ini!
.
Sejak mengetahui buku ini ada di lini masa, aku pengiiiiin banget baca. Pas banget lagi di @griyabukupelangi, jadi beli deh heuheu.
.
Aku tidak sedang belajar gender begitu dalam, di jurusanku tak ada mata kuliah yang mempelajari itu. Tapi sebagai perempuan, yang kerap kali disebut 'second sex' lalu percakapan feminisme menjalar di mana-mana, seperti ada kewajiban tersendiri untuk mengetahuinya.
.
Mungkin bacaan ini akan pas untuk lebih kritis pada perbincangan akhir-akhir ini. Beberapa perbincangan yang secara enggak sadar mengkonstruk bahwa di luar lebih bisa menghargai perempuan daripada di Indonesia, apakah begitu? Akan kucoba baca terlebih dahulu.
Kalau video #DialogSophia kemarin kurang cukup menjawab pertanyaan terkait "Mata di Tanah Melus", aku baru saja menulis di blog terkait apa yang kudapatkan dari diskusi novel yang Mbak @okkymadasari tulis sebagai bagian dari perjuangan kritik sosial, bahkan di novel anak-anak sekalipun. Selengkapnya ada di sophiamega.com atau klik link di bio yah! ❤
Berdialog dengan Mbak Okky, memberi energi baru dalam menulis. Bahwa kemampuan menulis bisa lebih dari 'keren deeechhhh tulisan kamu, bikinin aku caption Instagram dong', tapi menjadi sebuah kekuatan dalam kritik sosial, perjuangan melawan keadilan dan menghidupkan kemanusiaan.
.
Terima kasih Mbak @okkymadasari sudah berkenan diajak ngobrooool! ❤ Rasanya masih enggak nyangka, setiap hari aku lihat Mata menari di Instagram Stories, melihat progres Mbak Okky menulis serta membaca buku-bukunya.. lalu sekarang bisa berjumpa.
.
Lalu terima kasih kepada @pelangisastrabooks yang turut membantu banyak. Video lebih lengkap di Youtube atau klik link di bioku yaaah. #booktubeid #booktube
Menggerakkan perempuan untuk "bebas" dari stereotipe 'lembut, harus punya malu, tidak rokokan' tapi membentuk stereotipe baru dengan 'bold, rokoan bole dongz, dan berani'.
.
Di buku ini menceritakan soal apa sih womanhood yang sesungguhnya itu, kzl taw kalau kamu dikit-dikit bilang harusnya cewek tuh sopan, di lain sisi ada yang bilang harusnya cewek tuh berani. Dan Kak Ebi menulis: "women are many things".
.
Dalam beberapa waktu, aku capek kalau dikit-dikit harus membicarakan perempuan yang ada hubungannya dengan pihak luar: sexual harrastment, misalnya. Padahal, aku saja belum menyelesaikan banyak hal terkait diriku sendiri sebagai perempuan.
.
Dan buku ini, beri jeda untuk memikirkan siapa kita sebagai perempuan.
Apakah kalian pernah beli kecap menggunakan aplikasi online? Aku pernah hhhhhh. Waktu itu aku udah kzl banget, pengin segera masak karena waktu terbatas, udah belanja dong... eh garamnya habis. Beli lah keluar. Eh udah lanjut masak, kecapnya abis. Agak kzl dan syedih ~ akhirnya yowislah beli pake aplikasi online lah.
.
Nah sekarang Happy Fresh udah ada di Malang doooong! Di mana ini aplikasi khusus buat kita bisa belanja kebutuhan rumah tangga di banyak supermarket terdekat yang ada di Malang pakai aplikasi Web/Apps @happyfresh_id.
.
Pakai kode IDSPHGRTS kamu bisa dapat free ongkir buat yang pertama pakai ~ Cuma buat satu orang nichhh. Mantap nggak tuh #BelanjaTinggalKlik #HappyFreshID ~
Is Seniman Coffee worth the hype? I guess no alias nga juga kok. Setiap bertanya coffee shop di Bali pasti ujung-ujungnya: Titik Temu dan Seniman Coffee. Dua ini sama-sama punya nama besar dan sama-sama mahal bosq.
.
Aku dibelikan cappuccino oleh Kakak Eva di UWRF, Seniman Coffee membuka booth di sana. Cappuccinonya oke tapi bukan yang favoriiiittttt banget. Experience rasanya tak terlalu membuat berkesan. Bijaklah saat mengopi di Bali, karena mending uangnya dibuat belanja buku #Yha. Nanti aku akan share kedai kopi lain yang aku datangi yah selama di Bali! 💖
.
#TamasyaKedaiKopi
#TamasyaKedaiKopi_Bali
Akhirnya memutuskan membeli buku ini, meskipun setiap lembar selalu sambil bergumam, "Apakah buku ini worth it atau tidak?" Tapi rasa penasaran terhadap Bali (atau secara spesifik buku ini menceritakan soal Jimbaran Selatan) membuatku mantap untuk membeli ini wgwg.
.
Mungkin kita merasa bahwa kita harus terlihat selau baik-baik saja, selalu happy. Tapi sepertinya ada kultur Bali yang mengajarkan bahwa semuanya selalu ada dua sisi, tidak ada yang berat sebelah. Masih sepertinya, tapi aku akan baca lebih banyak lagiiiiiii karena melihat daftar isinya begitu banyak hal yang bisa didapatkan dari Jimbaran Selatan.
.
Ini kali pertama baca buku non-fiksi tentang budaya secara spesifik (karena kita dan semua buku adalah produk budaya), semoga betaaaah dan bakal belajar banyak! 😂