Women's March Yogyakarta

Women's March Yogyakarta Follow

LONG MARCH , SABTU 10 MARET 2018 | PARKIRAN ABU BAKAR ALI | 10.00 WIB

http://womensmarch.id/yogyakarta/

876 Followers  32 Follow

Share Share Share

Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
Women's March Yogyakarta telah terlaksana dengan sukses kemarin. Terima kasih banyak teman-teman atas semua partisipasinya. Semangat! Perjuangan tidak hanya sampai di sini. Sampai ketemu tahun depan!
BESOK!!! Simpan tenaga untuk besok! Ayo #lawanbersama !! Sampai ketemu teman-teman
Bersiap siaplah untuk turun ke jalan besok! 
Agar lebih siap, teman-teman harap baca semua tips yang kami berikan ya :) Semangat!!!
Women's March Yogyakarta sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah berpartisipasi sejauh ini. Selanjutnya, bagi teman-teman yang ingin berdonasi dalam bentuk uang tunai, teman-teman bisa menghubungi narahubung di atas. Terima kasih!
(Mengutip dari @lbhyogyakarta ) 
Kebijakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yang Membina Mahasiswi Bercadar Diskriminatif dan Berpotensi Melanggar Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama

Diberitakan oleh Harian Jogja, Selasa, 6 Maret 2018, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga membina 41 mahasiswi bercadar di lingkungan kampus. UIN Sunan Kalijaga akan mengeluarkan mahasiswa yang kekeh bercadar lantaran alasan ideologi dan politik. Serupa, di Tribun Jogja, Rektor UIN Sunan Kalijaga menyatakan yang kurang lebih, ketika sudah dikonseling sampai tahap terakhir, tapi tidak ada perubahan, maka mahasiswa bercadar itu diminta pindah kampus. Selain itu kami juga menerima surat nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tanggal 20 Februari 2018 yang garis besarnya adalah pembinaan mahasiswi bercadar.

Terhadap hal tersebut, kami menilai Rektor UIN Sunan Kalijaga telah gegabah dalam membuat kebijakan, tidak mencerminkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan cenderung diskriminatif. Pertama, dari pemberitaan yang beredar, alasan rektor terkesan sangat asumtif dan tidak berdasar. Kami mencatat beberapa pendapat rektor tersebut. Misal, disampaikan oleh rektor, dari sisi keamanan, cadar berpotensi dipakai secara manipulatif karena tak ada yang bisa menjamin mahasiswi bercadar saat ujian adalah mahasiswi bersangkutan. “Karena wajahnya tertutup. Jangan-jangan orang lain,” kata Yudian seperti ditulis Harian Jogja. Rektor juga mengklaim pembatasan cadar berguna untuk menyelematkan generasi muda. Dikatakan, wanita bercadar acap bergaul di komunitas tertutup dan cenderung eksklusif. Di samping itu latar belakang pembinaan mahasiswa bercadar adalah untuk menghapus stigma UIN sebagai tempat berkembangnya paham atau kelompok tertentu yang sudah dibubarkan pemerintah tidak sesuai hukum. Kami sangat menyayangkan pendapat rektor yang terkesan sebagai praduga tak berdasar tersebut. Semestinya hal ini tidak diucapkan oleh seorang rektor.
(Mengutip dari @lbhyogyakarta )
Siaran Pers
Kebijakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yang Membina Mahasiswi Bercadar Diskriminatif dan Berpotensi Melanggar Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama

Diberitakan oleh Harian Jogja, Selasa, 6 Maret 2018, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga membina 41 mahasiswi bercadar di lingkungan kampus. UIN Sunan Kalijaga akan mengeluarkan mahasiswa yang kekeh bercadar lantaran alasan ideologi dan politik. Serupa, di Tribun Jogja, Rektor UIN Sunan Kalijaga menyatakan yang kurang lebih, ketika sudah dikonseling sampai tahap terakhir, tapi tidak ada perubahan, maka mahasiswa bercadar itu diminta pindah kampus. Selain itu kami juga menerima surat nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tanggal 20 Februari 2018 yang garis besarnya adalah pembinaan mahasiswi bercadar.

Terhadap hal tersebut, kami menilai Rektor UIN Sunan Kalijaga telah gegabah dalam membuat kebijakan, tidak mencerminkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan cenderung diskriminatif. Pertama, dari pemberitaan yang beredar, alasan rektor terkesan sangat asumtif dan tidak berdasar. Kami mencatat beberapa pendapat rektor tersebut. Misal, disampaikan oleh rektor, dari sisi keamanan, cadar berpotensi dipakai secara manipulatif karena tak ada yang bisa menjamin mahasiswi bercadar saat ujian adalah mahasiswi bersangkutan. “Karena wajahnya tertutup. Jangan-jangan orang lain,” kata Yudian seperti ditulis Harian Jogja. Rektor juga mengklaim pembatasan cadar berguna untuk menyelematkan generasi muda. Dikatakan, wanita bercadar acap bergaul di komunitas tertutup dan cenderung eksklusif. Di samping itu latar belakang pembinaan mahasiswa bercadar adalah untuk menghapus stigma UIN sebagai tempat berkembangnya paham atau kelompok tertentu yang sudah dibubarkan pemerintah tidak sesuai hukum. Kami sangat menyayangkan pendapat rektor yang terkesan sebagai praduga tak berdasar tersebut. Semestinya hal ini tidak diucapkan oleh seorang rektor.
(Mengutip @lbhyogyakarta ) 
Kebijakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yang Membina Mahasiswi Bercadar Diskriminatif dan Berpotensi Melanggar Kebebasan Berkeyakinan dan Beragama

Diberitakan oleh Harian Jogja, Selasa, 6 Maret 2018, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga membina 41 mahasiswi bercadar di lingkungan kampus. UIN Sunan Kalijaga akan mengeluarkan mahasiswa yang kekeh bercadar lantaran alasan ideologi dan politik. Serupa, di Tribun Jogja, Rektor UIN Sunan Kalijaga menyatakan yang kurang lebih, ketika sudah dikonseling sampai tahap terakhir, tapi tidak ada perubahan, maka mahasiswa bercadar itu diminta pindah kampus. Selain itu kami juga menerima surat nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tanggal 20 Februari 2018 yang garis besarnya adalah pembinaan mahasiswi bercadar.

Terhadap hal tersebut, kami menilai Rektor UIN Sunan Kalijaga telah gegabah dalam membuat kebijakan, tidak mencerminkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan cenderung diskriminatif. Pertama, dari pemberitaan yang beredar, alasan rektor terkesan sangat asumtif dan tidak berdasar. Kami mencatat beberapa pendapat rektor tersebut. Misal, disampaikan oleh rektor, dari sisi keamanan, cadar berpotensi dipakai secara manipulatif karena tak ada yang bisa menjamin mahasiswi bercadar saat ujian adalah mahasiswi bersangkutan. “Karena wajahnya tertutup. Jangan-jangan orang lain,” kata Yudian seperti ditulis Harian Jogja. Rektor juga mengklaim pembatasan cadar berguna untuk menyelematkan generasi muda. Dikatakan, wanita bercadar acap bergaul di komunitas tertutup dan cenderung eksklusif. Di samping itu latar belakang pembinaan mahasiswa bercadar adalah untuk menghapus stigma UIN sebagai tempat berkembangnya paham atau kelompok tertentu yang sudah dibubarkan pemerintah tidak sesuai hukum. Kami sangat menyayangkan pendapat rektor yang terkesan sebagai praduga tak berdasar tersebut. Semestinya hal ini tidak diucapkan oleh seorang rektor.