Yayasan Titian Lestari

Yayasan Titian Lestari Follow

Lembaga untuk riset biodiversitas dan penyebaran Informasi @yayasantitian #borneo #wildlife #care

http://yayasantitian.org/

557 Followers  511 Follow

Share Share Share

#Repost @vegan.femme.new (@get_repost)
・・・
LATEST PETITION
STOP WHALING, ICELAND
Icelandic whale hunters will resume their murders for the endangered fin whale this year, with a target of 191 kills for the season. Iceland only fin whaling company Hvalur, will develop UNNECESSARY medicinal products, from blubber and bones. 
Iceland’s whaling season opens on 10 June. They will slaughter 191 whales. Please sign  to demand an end to the slaughter:
--------------
https://www.change.org/p/iceland-hvalur-ehf-stop-whaling-iceland
#Repost @pontianakviral (@get_repost)
・・・
Berite luar kote #Ketapang
.
.
Temuan Penyu Mati di Pantai Pulau Sawi Kecamtan Kendawangan Ketapang... Seekor penyu sisik ditemukan mati di Pulaw Sawi Kecamatan KendwanganKabupaten Ketapang.

Penyu mati tersebut ditemukan sejumlah wisatwan lokal saat menyusuri pantai saat berkunjung Kepulau Sawi 22 /4/ 2018

From @ketapangterkini
#ketapang #kalimantanbarat #Pontianakviral
Jika kita tak dapat menemuinya, dengarkanlah suaranya, jika kita ingin "terus" melihatnya, mari jaga dan lestarikan mereka (Bumi, Hutan, Tumbuhan, dan Satwa Liar di Alam). #yayasankehati
#tfcakalimantan
#titianforchange
#titianlestari
#earthday
#earthday2018
#soundforest
#soundpeople
#soundearth
#kalbar

Follow : @yayasantitian
Follow : @yayasantitian

Like - share - comment

Backsound
1. Ikson New
2. Jungle Sound Animals
3. Source :Youtube.com/watch?v=wrap_z2wuLI
Anak-anak dan hewan boleh dikata sangat akrab, tetapi para periset mengatakan rasa saying anak-anak terhadap satwa liar sebenarnya bisa mengaburkan pandangan umum bahwa satwa-satwa itu sedang terancam punah.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology menyebutkan apa yang dikatakan oleh para penulisnya sebagai 10 satwa paling karismatik di dunia, yaitu harimau, singa, gajah, macan tutul, macan kumbang, jerapah, panda, beruang kutub, serigala abu-abu, dan gorila.

Para penyelidik itu mengatakan penggunaan hewan-hewan ini dalam kartun, film, dan mainan telah menyebabkan tumbuhnya "populasi khayalan," karena orang percaya bahwa hewan-hewan ini tidak terancam kepunahan di alam bebas karena mereka tampakada di mana-mana.

Studi ini menggunakan mainan bayi Perancis "Sophie the Giraffe" sebagai contoh. Sebanyak 800 ribu mainan Sophie dijual di Perancis pada 2010 atau sama dengan delapan kali jumlah jerapah asli yang hidup di Afrika.

Para penulis laporan itu menganjurkan agar perusahaan mainan dan siapapun yang menggunakan jenis- jenis hewan langka sebagai merek dagang, menyumbangkan sebagian dari keuntungan mereka untuk perlindungan satwa liar. [sp/ii]

sumber: https://www.voaindonesia.com
Salah satu cara yang diajarkan anak didik di SAC dengan mengadakan kegiatan ‘Time To Stand For Wildlife With Literate’ melalui literasi karya sastra.
CIBUBUR – Dewasa ini, ancaman global keanekaragaman hayati sedang menjadi sorotan dunia, terutama masalah yang mengancam kelangsungan hidup satwa liar.

Faktor utama adanya kelangkaan pada satwa adalah karena pertumbuhan populasi manusia. Selain itu,  semakin tingginya tingkat konsumsi sumber daya yang ada sehingga mengakibatkan kerusakan hutan serta perburuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu, menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang ada. Dimana, akan mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain.

Dengan adanya ancaman seperti itu, Sekolah Alam Cikeas (SAC) mengajak para siswa untuk lebih sadar tentang pentingnya konservasi satwa liar.

Hupron Fadilah S.Pd, Kepala Sekolah SMA Sekolah Alam Cikeas (SAC) mengatakan, konservasi sudah menjadi hal penting karena dengan cara ini sumber daya alam khususnya satwa liar akan lebih terjaga.

Maka dari itu, dalam menyambut Hari Buku yang jatuh pada tanggal 23 April mendatang, pihaknya sudah mempunyai kegiatan tahunan yaitu BOOKWEEK.

Atas dasar tersebut, Sekolah Alam Cikeas juga mengadakan rangkaian kegiatan salah satunya adalah aksi penyelamatan satwa yang bertemakan, ‘Time To Stand For Wildlife With Literate’ melalui literasi karya sastra. “Tujuannya dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca dan juga kreatifitas sejak dini kepada para siswa SAC serta menggali rasa keingintahuan anak-anak dalam keanekaragaman satwa liar,” ujarnya kepada Infonitas.com, Senin (16/4). Hupron menambahkan, dalam kegiatan itu diharapkan para siswa semakin sadar akan pentingnya melestarikan satwa liar. “Membudayakan kebiasaan membaca di lingkungan SAC dan warga sekitar itu sudah menjadi mimpi kita bersama melalui kegiatan seperti ini. Semoga dengan rutinnya melakukan kegiatan ini bisa menginspirasi siswa untuk menyajikan ceritanya masing-masing menjadi bentuk karya sastra yang beragam,” pungkasnya.

sumber: http://infonitas.com
#Repost @indozone.id (@get_repost)
・・・
Ternyata, nelayan ini sedang melakukan operasi caesar, setelah induk hiu ini diserang secara fatal oleh predator lainnya.

Dikutip dari Dailu Mail, Mathew Orlov mengklaim bahwa hiu sevengill itu sudah mati ketika dia menariknya ke atas kapalnya di lepas pantai Victoria, Australia.

Namun ketika Matthew meletakkan hiu di dek kapal, dia menyadari bahwa perutnya masih bergerak.

Dia kemudian melakukan c-section dadakan pada induk hiu, dalam upaya untuk menyelamatkan bayi-bayi di dalam.

Mathew, dari Geelong berhasil mengeluarkan sekitar 98 anak hiu dan langsung dibebaskan ke alam liar, selama operasi yang berlangsung sembilan menit.
⠀
"Begitu dia berada di perahu kami melihat tujuh bekas gigitan dari hiu lain. Saya bisa merasakan ketika dia sedang diserang dari garis di kulitnya. Ketika saya melihat perut bergerak, naluri berkata. Saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, tetapi saya sudah cukup lama untuk mengetahui bahwa kami harus mengeluarkan anak-anaknya secepat mungkin," kata Mathew.

Meskipun Mathew belum pernah melakukan operasi caesar sebelumnya, tapi sering mendengar cerita dari sesama nelayan.
⠀
"Saya suka lautan dan menghormati mereka adalah bagian penting dari ekosistem. Saya pikir peluang anak-anak untuk bertahan hidup tinggi - mereka berenang dengan cukup sehat," tambahnya.

Hiu Sevengill umumnya melahirkan 70 hingga 90 anak setelah kehamilan yang berlangsung sekitar 12 bulan. (Source: Balabala10)
⠀
Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys!
Dengan rambut ala mohican warna hijau yang mencolok, kura-kura Sungai Mary ini tentu menarik perhatian. Fotonya sontak menghiasi dunia maya dan menjadi viral. Sayangnya, satwa unik ini langsung masuk ke dalam daftar hewan terancam punah versi lembaga konservasi hewan, Zoological Society of London (ZSL). Tak hanya berambut hijau, keanehan lain dari satwa ini adalah adadua tonjolan panjang seperti jari yang tumbuh di bawah dagunya. Dan yang paling aneh adalah iabernapas melalui kloaka atau lubang untuk saluran pencernaan, urine dan alat kelamin pada spesies hewan tertentu.

Kura-kura sungai Mary adalah salah satu makhluk paling mencolok di planet ini, dan juga salah satu yang paling terancam punah. Seperti dilansir The Guardian, kura-kura ini berada di posisi 30 pada daftar Evolutionarily Distinct and Globally Endangered (Edge) ZSL untuk kategori reptil.

Kura-kura sepanjang 40cm yang hanya ditemukan di sungai Mary di Queensland, Australia. ‘Rambut jabrik’ warna hijaunya berasal dari untaian alga yang juga tumbuh di tubuhnya. Sifatnya yang jinak membuatnya secara historis populer menjadi hewan piaraan.

Organ-organ di dalam kloakanya – sebuah lubang yang digunakan oleh reptil untuk ekskresi dan kawin – memungkinkannya tetap di bawah air selama tiga hari, tetapi tidak dapat bersembunyi dari para kolektor hewan peliharaan yang menyerbu sarangnya selama tahun 1960-an dan 1970-an. Inilah salah satu yang membuat populasinya menurun drastis.

Sesuai namanya, satwa ini hanya dapat menemukan di Sungai Mary di Queensland, Australia, tetapi jumlahnya telah menurun karena pembangunan bendungan dan pengumpulan telur untuk industri hewan peliharaan. Satwa inipun terdaftar sebagai terancam punah oleh IUCN.

sumber : http://www.mongabay.co.id
#Repost @walhi.nasional
・・・
Saksikan, malam ini...
#PulihkanTelukBalikpapan #SaveTelukBalikpapan #Balikpapan #KalimantanTimur #WALHIkaltim #AdildanLestari
Tumpahan minyak yang berasal dari bocornya pipa bawah laut milik PT Pertamina mencemari dan merusak 12.900 hektar perairan Teluk Balikpapan. .
.
Lambatnya pengakuan Pertamina akan kebocoran ini menyebabkan luasnya sebaran tumpahan minyak yang seharusnya dapat diminimalisir bila Pertamina jujur mengakui kebocoran ini sejak awal. .
Saat ini lebih dari 34 hektar hutan mangrove mengalami kerusakan parah akibat tumpahan minyak, dimana diketahui mangrove Balikpapan merupakan ekosistem yang dihuni oleh berbagai kehidupan, seperti monyet Bekantan, kepiting, burung-burung, buaya dan berbagai jenis ikan. .
.
Selain ratusan nelayan traditional tidak dapat melaut di wilayah teluk, dan terganggunya kesehatan ribuan penduduk pesisir, para nelayan ikan dan kepiting kerambah juga mendapatkan kerugian besar akibat matinya peliharaan mereka di dalam kerambah. .
.
Mereka harus menganggur saat ini karena lokasi kerambah mereka di hutan mangrove tidak dapat digunakan memelihara ikan dan kepiting lagi.
.
Greenpeace menyerukan @pertamina untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan ini.
.
.
Caption @greenpeaceid
#oilspill #waterpollution #mangrove #environtment
BREAKING NEWS from @international_animal_rescue ! 
Iceland Foods in the UK, is the first supermarket to remove palm oil from their own brand products.
In addition, for every share of their post, they will donate £1 to our orangutan rescue project so please help spread the word and share far and wide!
We thank Iceland for taking a stand against the devastating effects of deforestation and we hope this will encourage progress and change industry-wide.
#notopalmoil #palmoilfree #icelandfoods#trailblazer #thatsthewaytodoit
#Repost @orangutan_foundation (@get_repost)
・・・
The wonderful proboscis monkey (Nasalis larvatus) is endemic to the island of Borneo. A primate species that is often found in orangutan habitat, especially along the rivers in ​​Tanjung Puting National Park and the Lamandau Wildlife Reserve, which we work to conserve. Protect orangutan habitat and you protect many other threatened species too. #wildife #monkey #Borneo #kalimantan #orangutan #forests #tropical #Indonesia #tanjungputing
Sebanyak 21 penyu hijau dan sisik di kawasan perairan Pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mati karena keracunan tar aspal. Peristiwa tersebut terjadi sepanjang bulan Februari hingga April 2018. “Penyu-penyu yang mati karena keracunan tar aspal tersebut ditemukan di sepanjang pantai pendaratan penyu di luar kwasan TWA (Taman Wisata Alam) Tanjung Belimbing,” ujar Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta di Pontianak, Senin (9/4), seperti diberitakan Antara.

Sadtata menambahkan, gumpalan tar aspal dan sampah dengan volume cukup banyak di pinggir pantai ditemukan tim ketika patroli. “Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan pada lima sampel penyu yang terdiri dari empat penyu hijau, dan satu penyu sisik, terdapat empat penyu positif terdapat endapan tar aspal pada organ tubuh penyu sehingga kuat indikasi kematian penyu disebabkan karena menelan tar aspal itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kejadian penyu mati di sepanjang pesisir Pantai Paloh, tidak hanya terjadi baru-baru ini, dalam kurun waktu dua bulan, di bulan Februari-Maret 2018, ditemukan totalnya sebanyak 21 bangkai penyu dan tiga di antaranya telah dilakukan nekropsi.

Menurut dia, BKSDA Kalbar akan mengambil tindak lanjut, antara lain mengumpulkan data dan informasi terkait asal-usul tar aspal dan sampah yang mencemari perairan sekitar pesisir Paloh, dan aksi bersih-bersih pantai bersama para pihak, bahkan jika dipandang perlu akan dilakukan penelitian Iebih lanjut terkait kualitas air laut dan uji kimia sampel cairan hitam yang diduga aspal tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKSDA Kalbar juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Kalbar untuk Iebih peduli terhadap kelestarian penyu maupun satwa-satwa liar lainnya.

Pantai sepanjang 63 kilometer di Pesisir Paloh merupakan habitat pendaratan terbesar penyu di Kalbar. Tidak hanya populasi penyu yang saat ini terancam, bahkan habitat penyu pun ikut terancam dengan adanya aktivitas konversi lahan untuk berbagai peruntukan seperti pengembangan dan pembangunan wilayah.

Sumber tulisan: merdeka.com

#yayasankehati #tfcakalimantan #titianforchange #borneowildlifecare #ular #bksda #Borneo #animalrescue #animal #cintasatwa