Zahratul Iftikar

Zahratul Iftikar Follow

Dentist soon to be
Khoiru ummah wanna be

http://www.fahmizahranotes.com/

2,039 Followers  391 Follow

Share Share Share

Kalau ditanya berapa bersaudara, saya kadang masih suka keceplosan jawab 3, padahal harusnya 4. Maklum, yang keempat ini baru lahir setelah usia saya 17 tahun. Karena paut usia yang jauh ini, malu, cemburu dan sebel rasanya punya adek. Seems dunia berpaling ke adek semua.

Tapi malu, cemburu, dan sebel itu akhirnya membuat saya mengakselerasi diri lebih giat demi dapet perhatian dari orangtua. Akselerasi demi akselerasi yang coba saya buat pada akhirnya menyampaikan saya pada akselerasi hakiki yang merubah semuanya. Yakni akselerasi demi mengejar ridha-Nya.

Di situlah kemudian malu, cemburu dan sebel itu sirna, berganti dengan luapan sayang yang luber-luber. Kalau dulu seringnya menghindar dari rumah biar nggak ketemu, sekarang malah pinginnya pulang terus biar bisa main bareng Khansa.

Time flies. Butuh 5 tahun lebih untuk bisa begitu. Nggak kerasa sekarang udah mau masuk SD aja. Meski, yah, meski masih suka rewel dan bikin gemes. Pernah doski nggak mau mandi kalau nggak saya mandiin, dan waktu dishampoin dia bilang
.
"Mbak Zahra, kalo Mbak Zahra punya adek besok adeknya pasti lebih rewel dari aku lho"

Wakakakak iya, dek. Makasih bikin aku belajar banyak. Barangkali hadirnya kamu adalah salah satu cara Allaah mendidik kami untuk sabar 😅

Selamat masuk sekolah baruu. Nggak papa sekolahnya di desa, deket sawah, dan dindingnya tripleks. Pejuang nggak dilahirkan dalam gelimang fasilitas dan tumpukan kenyamanan kok 😄
[MELETAKKAN PENDIDIKAN PADA TEMPATNYA]

Segala penyebab masalah sosial yang terjadi di dunia ini sejatinya bisa dijelaskan dengan satu hal, yakni hilangnya adab (loss of adab). Karena adablah yang akan membentuk manusia menjadi insan yang baik. Sedang, insan yang baik (insan adabi) itulah yang pada akhirnya membuat tatanan kehidupan (peradaban) menjadi baik.

Adalah tugas pendidikan untuk membentuk manusia yang beradab. Tapi hingga hari ini, sosok "manusia beradab" itu masih begitu kabur dan utopis. Pendidikan, alih-alih membentuk insan adabi, justru kini menjadi mesin pembentuk manusia-manusia yang haus akan materi dan apresiasi.

Untuk itu, sudah mestinya kita menempatkan kembali pendidikan pada tempatnya. Dan buku ini, adalah jawab atas segala tanya untuk betul-betul mewujudkannya.

Review lengkap ada di bio :) #pendidikanislam
#adianhusaini
"Dek, barusan Mas Imov telfon. Katanya suruh cariin calon. Terserah sama siapa aja, yang penting nikahnya bulan Syawal. Tolong cariin ya."
.
Sambungan telfon dari Umi pagi itu pada akhirnya memaksa saya untuk meneliti satu per satu kontak di smartphone saya. Jika ada yang sekiranya sesuai kriteria, saya langsung tembak dengan pertanyaan, "Siap nikah Syawal nggak?". Beberapa meminta waktu berpikir, beberapa langsung menolak. Namun, ada satu yang menjawab pasti,
.
"Kalau Bapak ridho InsyaaAllaah aku siap"
.
Setelahnya, saya dan Mas Fahmi menjadi perantaranya dan Mas Imov untuk bertukar CV dan saling lempar pertanyaan. Baru beberapa pertanyaan, eh, sudah ada keputusan. Mas Imov bilang, "InsyaaAllaah aku besok pulang ke Jogja. Besoknya langsung ke Tangerang".
.
Jeng jeng jeng.
.
Dua hari kemudian saya dan Mas Fahmi memaksa diri untuk menjemput Mas Imov di bandara. Sungguh, sepanjang saya tumbuh dewasa, saya baru lihat ekspresi sesumringah itu terpasang di wajahnya. Apalagi setelah drama dilangkahi nikah saya, ditolak beberapa kali oleh bakal calon mertua, dan dibully habis-habisan oleh keluarga besar, sungguh, seperti baru kali itu saya melihatnya kembali bahagia.
.
"Wah malaikat ini, Bah. Aku udah mantep, istikharahku juga mantep sama dia inSyaaAllaah."
.
Seminggu kemudian khitbah dilangsungkan, dan betapa Allaah swt mudahkan prosesnya. Tak sampai sebulan keduanya sudah resmi menikah.
.
Barakallaahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khair, kakak dan teman asramakuu @sulthankarimov dan @sucisuci.wulandari.
.
Saya sama-sama menyaksikan perkembangan dan kiprah keduanya dalam mengemban misi dakwah. Dan somehow, meski jalan ke depan adalah jalan mendaki dan sukar, InsyaaAllaah kalian akan kuat menghadapinya. Yukita mengukir peradaban bersama 💪💪
.
Cerita selengkapnya ada di fahmizahranotes.com (link di bio).
Somehow, lebaran dan acara keluarga yang menyertainya adalah sebuah ujian. Ujian sampai sejauh mana Ramadhan berdampak pada diri kita, pada kebersihan hati kita.

Salah satu parameternya adalah ketika ditanya "kapan lulus", "kapan nikah", atau "kok belum ada momongan". Sejauh mana perasaan kita bereaksi, sejauh mana kata-kata kita menimpali, serta sejauh mana kita menanyakannya ekuivalen dengan sejauh mana pula Ramadhan berhasil mendidik diri kita menjadi sebaik-baik hamba.

Taqobalallahu minna wa minkum,
Maaf lahir batin ya netijen,
Semoga senantiasa lulus di setiap ujian yang diberikan-Nya :)
Khansa: Mbak Zahra tasnya di mana?

Z: Di situ dek, mau ngapain?

Khansa: Nggak ngapa-ngapain kok

Setelah di cek, ternyata ada amplop ini di tas 😂

Somehow, dunia pasca kampus saya banyak diisi wacana tentang keluarga. Mulai dari keluarga tempat di mana saya tumbuh, keluarga yang ingin saya tumbuhkan, dan keluarga lain yang akan tumbuh bersama.

Ini bukan hanya tentang kenyamanan, kasih sayang, dan sekelumit nikmat lain. Lebih jauh, adalah tentang memahami peran dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Yuk menumbuhkan keluarga bersama :) @forsalamm @fahmizahranotes

#MenjadiKsatriaIndonesia
[MENDAMBA KETURUNAN]

Tidak banyak buku yang bisa membuat saya menangis tersedu-sedu. Salah satu dari yang tidak banyak itu adalah buku ini. Bahkan membaca 'I Am Sarahza' karangan Mbak @hanumrais ini tidak hanya membuat saya tersedu dan gloomy berhari-hari, tapi juga membantu saya merubah cara pandang terhadap banyak hal.

Lebih lanjut, klik bio :) 📷 : @mutiaraulfah18
"Sayang, itu masih ada nasinya tuh sebutir"
.
"Ih kok kayak gitu sih? Harusnya kan pake koma"
.
"Kok kayaknya di bawah rak sepatu itu masih ada debunya ya?"
.
Seumur-umur, baru kali ini saya diatur sama orang sangat rempong dan cerewet. Bahkan kerempongannya seringkali melebihi "cewek".
.
Awalnya sebal dan depresi. Tapi makin lama, saya sadar bahwa rempong dan cerewet adalah salah satu manifestasi iman paling tinggi.
.
Lebih lanjut di bio yaaa
.
#belajarihsan
Tiap kali ke masjid, pasti nemuuuu aja shaf yang nggak rapet. Entah karena jama'ah pada ngikutin karpet yang udah dikotak-kotakin atau pake sajadah sendiri-sendiri. Nggak jarang juga celah antara jama'ah satu dengan yang lain lebar banget sampe bisa diisi satu orang. Kalau udah gini rasanya gemeeeees banget.
.
Bu Cut Suhera, guru agama di SMA dulu, pernah bilang kalau shaf shalat itu ibarat kapal. Ia harus senantiasa rapat kalau mau mengarungi lautan. Kalau bolong, ya airnya masuk dong. Jadi even ada yang berusaha rapet, tapi yang lain enggak, ya tetep aja bakal tenggelam. Dan somehow, shaf yang kayak gitu bikin pahalanya nggak jadi 27 derajat.
.
Trus shaf nggak rapet itu juga bikin nggak khusyu'. Ya gimana, kan setan bakal masuk ke celah shaf, jadi bakal gampang dia mencuri kekhusyu'an shalat kita.
.
Duh maaf bahasanya kayak gini. Tapi kegemesan ini sudah memuncak rasanya. Maka, untuk teman-teman, please, selagi kita masih punya daya dan upaya untuk merapatkan shaf, bagaimanapun caranya, lakukanlah. Jangan biarkan kapal kita karam hanya perkara sesepele ini.
.
Karena kalau dalam shalat saja barisan kita tidak kokoh, bagaimana kita akan membangun barisan yang kokoh di luar shalat?
[RAMADHAN IDAMAN]

Seorang Guru Besar Fakultas Filsafat pernah berujar pada kami,
.
"Kalau kamu puasa tapi masih lapar dan haus, berarti puasamu belum benar"
.
Beberapa tahun setelahnya, saya masih belum mengerti puasa yang tidak lapar dan haus itu yang bagaimana. Sampai di satu titik, saya paham juga apa maksudnya.

Lebih lanjut, cek bio 📷: foto lebaran tahun lalu bersama kakak dan dikadik baru
"Aaa aku bisa ga ya bawain materi ini?"
.
"Wah ngisinya sama Mbak yang keren itu, mindeeeer"
.
"Aa gimana yang, audiensnya high class banget"

Somehow, yang di atas itu seringkali terucap kalau diminta jadi pembicara. Cemas, takut, nervous, grogi, semuanya jadi satu.
.
"Jalani aja. Jangan fokus sama yang lain, fokuslah untuk siapin materi. Kalau kita diminta jadi pembicara itu, artinya mereka percaya sama kita, sama apapun yang kita katakan. Jangan mengecilkan diri dengan pikiran yang enggak-enggak.

Kita punya Allaah. Biarin Allaah yang lancarkan lisan kita dan bukain pintu hidayah buat audiens", he said.

Yah, dan semua memang berjalan baik-baik saja. Terkadang kita tidak sadar, bahwa kita bahkan tidak hanya sering mengecilkan diri sendiri, tapi juga mengecilkan Allaah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
.
📷 : @_oqnunyjawara2018
Waktu diminta mengisi sendiri tentang Quran, tapi akhirnya duet dengan persiapan kurang dari setengah jam. Biggest thanks for the support, sampai dibela-belain  naik ke panggung segala 😅
[Yang Hilang dan Yang Datang]

Dua bulan lalu, Allaah uji kami dengan kehilangan. Sebuah kehilangan, yang bahkan sebetulnya belum pernah kami miliki. Sedih? Jelas. Terpuruk? Hmmm, ya sedikit.
.
Tapi kemudian kehilangan itu membangkitkan semangat yang lain, semangat untuk melahirkan karya. Semangat untuk, menuju visi yang sama dengan ikhtiar mewariskan keturunan.

Dan hari ini, tepat setahun setelah kami ditakdirkan bersama, karya kami lahir. Seolah menjadi obat atas kehilangan kami, dan seolah menjadi batu loncatan atas bersatunya kami setahun lalu.

Barangkali jauh dari sempurna, tapi semoga ada manfaatnya :)
.
Info pemesanan: @fahmi.zahra.notes
"Mbak Zahra udah berapa berapa bulan?"
.
"Sehat-sehat ya Mbak, dedeknya"
.
"Mbak Zahra kok perutnya belum besar?"
.
Barangkali memang banyak yang belum tahu, hingga banyak pertanyaan datang. Dan barangkali karena saking sering ditanya dan makin banyak hikmah terungkap, saya makin biasa menanggapinya.

Yah, somehow, kejadian kemarin itu mungkin memang adalah sarana terbaik Allaah untuk mendidik kami. Ia rupanya masih ingin melihat ikhtiar kami untuk bersiap, untuk memperbaiki diri demi membangun generasi terbaik.

Bismillaah, kita kencangkan ikat kepala lagi ya @khoir.al.fahmi. Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik kita 💪💪