Zahratul Iftikar

Zahratul Iftikar Follow

Dentist soon to be
Khoiru ummah wanna be

http://www.fahmizahra-notes.com/

1,698 Followers  359 Follow

Share Share Share

[BELAJAR UNTUK DAKWAH]
.
"Abah berjuang lewat podium, Umi berjuang lewat podium, Mas Wafda sama Mas Imov berjuang lewat podium, jangan sampai adek cuma bisa dakwah lewat podium juga. Berdakwahlah dengan tangan, berdakwahlah lewat profesi. Karena itu yang dibutuhkan umat ke depan." - Abah, dalam sebuah perjalanan.
.
Saya pernah bersumpah, bahwa kuliah di FKG adalah pengalaman paling traumatis yang pernah saya alami. Bukan karena beratnya kuliah atau praktikum, tapi karena lingkungan yang kini begitu kapitalistik (untuk tidak dikatakan sekuler).
.
Jika saja Abah tidak bilang begitu, jika saja saya tidak ingat mimpi-mimpi besar nan utopis saya, jika saja tidak menjadikan Allaah sebagai tujuan, barangkali saya sudah hengkang sejak lama dan berada di jalur yang saya suka. Barangkali saya akan kalah dan keluar sebagai pecundang.
.
Tapi rupanya Allaah masih baik sekali sampaikan saya ke hari ini. Allaah masih berkenan sampaikan saya berjibaku di perang bernama skripsi, dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Pemenang atas diri saya sendiri. Karena pun toh perang paling berat adalah perang melawan diri sendiri kan?
.
Maka, teruntuk @khoir.al.fahmi , hutangmu ke orangtuaku lunas satu. Ayo kembali perjuangkan melunasi yang satunya lagi \m/
Katanya, Al-Qur'an adalah solusi dari segala masalah. Tapi bagaimana jika Al-Qur'an digunakan untuk menyelesaikan masalah di kandang?

Adalah Muhaimin Iqbal, yang kemudian mau bersusah payah mengkaji dan langsung mempraktikkan bagaimana Islam menganjurkan umatnya untuk bertani dan beternak. Buku ini hanyalah secuil dari ikhtiarnya membumikan Al-Qur'an. Tapi meski secuil, solusi yang ditawarkannya benar-benar solutif dan masif. Tidak hanya dapat menambah uang di saku kita, tapi juga dapat menyelamatkan dunia.

Truly high recommended book. Review ada di bio :) #Watanathemindset #MuhaiminIqbal
#SomethingtoRead
#FahmiZahraNotes
Beberapa minggu terakhir jadi rajin banget bolak-balik Gunungkidul. Selain nengokin @khoir.al.fahmi yang kesepian di tempat KKN dan sanak saudara, sejujurnya ada beberapa misi akhir zaman yang ingin kami tunaikan. And, yeah, Alhamdulillaah, sejauh ini sedikit demi sedikit Allaah tunjukkan jalan-jalan menuju ke sana 😄
.
.
"Waktunya akan datang bahwa harta muslim yang terbaik adalah domba yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya ia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau pertikaian sesama muslim)." - H.R. Bukhori
.
"Kok tambah kurus, Zah?"
"Kurusan ya, Zah?"
"Ih kamu kok makin kuruuus?" Yea, pertanyaan-pertanyaan di atas kerap menghiasi hari-hari saya 6 bulan terakhir. Di saat hampir semua pasangan yang baru menikah bertambah gemuk, saya (katanya) jadi tambah kurus. Karena merasa biasa saja, saya jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan senyum. Dan bilang kalau itu salah satu upaya saya membahagiakan @khoir.al.fahmi

Saya tidak bohong, sungguh. Tapi sebenarnya, deep down inside, menikah membuat saya stress. Dan yah, stress itulah ternyata yang menyusutkan berat badan saya.

Lebih lanjut link di bio ya :) #Catatan6Bulan
#HidupsamaFahmi
#FahmiZahra
@fahmizahra.notes
Dalam perjalanan Solo-Jogja bersama @khoir.al.fahmi, muroja'ah saya sampai pada surat Al-Baqarah ayat 168 yang membahas tentang perintah memakan makanan yang halal dan thayyib.

Saya begitu tertegun mendapati bahwa perintah bukan ditujukan untuk "ayyuhalladziina amanuu", tapi "ayyuhannas". Artinya, semua umat manusia, apapun agamanya, sejatinya diperintahkan untuk makan makanan halal dan thayyib.

Ada tiga hal yang setidaknya menjadikan term "yaa ayyuhannaas" menjadi relevan. Apa saja ketiga hal itu?

Coba cek bio :) #biargabahasnikahmulu
"Menikahi perempuan itu sama saja dengan menikahi kekurangan-kekurangannya. Jika ada lebihnya berarti itu bonus", he said

#walimahsyari
#niqabibride
#pengantinmuslim
#biarfotoyangituilang
#benerinfeeds
Seorang pendeta bernama Thomas Robert Malthus pernah mengeluarkan statement terkenal mengenai kehidupan di muka bumi ini. Adalah bahwa pertambahan jumlah penduduk mengikuti deret ukur, sedangkan jumlah makanan mengikuti deret hitung. Daya dukung dan daya tampung lingkungan dipastikan akan terus menurun seiring dengan bertambahnya jumlah manusia.

According to Smith dalam bukunya yang berjudul The World in 2050, diprediksi penduduk bumi mencapai 8 miliar pada tahun 2017. Padahal, idealnya bumi hanya mampu menampung 3-4 miliar manusia. Jika sekarang populasi penduduk dunia sudah mencapai 7,4 miliar, maka overpopulation tidak terjadi 2 bulan lagi, tapi sudah kita alami sejak beberapa tahun terakhir.

Berbagai solusi sudah dicanangkan untuk mengatasi hal ini, termasuk yang paling feasible dan konkrit adalah menekan angka kelahiran. Tapi ada lagi satu solusi menarik, yakni migrasi manusia ke luar angkasa. Solusi terakhir itu mungkin terdengar utopis dan 'kartun abis', tapi ada satu anak manusia yang mendedikasikan dirinya untuk benar-benar mewujudkan hal tersebut dengan langkah-langkah nyata tanpa meninggalkan aspek paling manusiawi.

Nama orang itu adalah Elon Musk.

Here's a review of Elon's biography written by Ashlee Vance:
(Link di bio)

#ElonMusk
#BookReview
#Repost
#PindahBlog
"Berapa kali coba kita berangkat dari rumah, niat beli baju, tapi ternyata sampe rumah nggak bawa apa-apa? .

Nggak tega rasanya beli barang mahal tapi liat di rumah masih banyak anak-anak yang butuh dikasih makan, yang bajunya itu-itu aja, yang tidur aja harus sempit-sempitan .

Nggak pernah Ummi itung-itungan kalau buat orang lain, tapi bahkan buat diri sendiri mau nelen aja nggak bisa.

Kebahagiaan itu bukan untuk diri kita sendiri. Bahagia yang haqiqi itu adalah ketika kita bisa berbuat yang terbaik untuk Allaah, untuk ummat, untuk sesama."
. . - Ummi, di suatu perjalanan -
[MELANGITKAN DOA]

Kami percaya bahwa do'a adalah langkah paling awal dalam mewujudkan life plan. Karena bagaimanapun juga, masa depan bukanlah milik kita. Sehingga mau diikhtiarkan sekeras apapun, jika Allaah tidak berkehendak maka rencana itu tidak akan terwujud. Maka, peran do'alah yang kemudian 'merayu' Allaah untuk mewujudkannya. Kalaupun ternyata Allaah belum mewujudkannya juga, berarti ada skenario yang lebih baik yang telah Ia siapkan. Jadi tinggal terima saja bagaimana baiknya. .
.
Menyadari pentingnya do'a, di awal nikah dulu, selain menyatukan life plan masing-masing, kami juga menyatukan do'a masing-masing dan menjadikannya do'a rutin kami. Jadilah buku ini sebagai kumpulan do'a-do'a kami.

Penyatuan do'a ini kami rasa penting supaya apa yang kami mintakan kepada Allaah tidak saling bertentangan dan punya kekuatan ganda. Do'a ini juga yang mendekatkan kami di kala jauh. Karena kalaupun raga tidak bersatu, yang penting dalam do'a kami bertemu 😄

#relationshipgoals
Alkisah, saat perang Hunain, Rasulullaah beserta kaum muslimin dikepung oleh orang-orang kafir di antara dua bukit. Mereka diserang dari segala penjuru sehingga suasana menjadi begitu kalut dan kalang kabut

Di tengah kepanikan itu, Rasulullaah berteriak, "Wahai para penghafal Qur'an, berdiri dan buatlah barisan". Hanya sedikit para penghafal Qur'an yang saat itu tersisa. Tapi yang sedikit itu, nyatanya mampu memenangkan perang yang tadinya mustahil untuk dimenangkan.

Kisah ini menyiratkan, bahwa para penghafal Qur'an adalah orang-orang dengan kualitas terbaik yang unggul di banyak aspek. Kehadirannya begitu berharga dan dinanti di tengah-tengah umat.

Dan di sini, di Rumah Tahfidz Al-Falah Minomartani inilah, upaya kami membentuk orang-orang terbaik itu dimulai... . ........ (link di bio)
Banyak sekali kejutan yang Allaah berikan kepada kami tahun ini. Mulai dari ikut dauroh Qur'an, wisuda kakak, menikah, wisuda suami, lamaran orang-orang terdekat, haji orangtua, dan  sederet kejutan lainnya berturut-turut diberikan Allaah  tahun ini. Saking banyaknya kejutan yang Allaah berikan sekaligus, terkadang kami jadi begitu penasaran kejutan apa yang Allaah siapkan setelah ini.

Begitu pula dengan kejutan dibalik tertundanya wisuda saya. Do'a dan ikhtiar yang terpanjat ternyata belum mengizinkan saya membersamai sahabat-sahabat terbaik saya memakai toga di foto itu. Tapi saya bahagia, sungguh. Bahagia untuk mereka yang juga berbahagia, serta berbahagia karena berarti Allaah telah siapkan kejutan terbaik sebagai ganti permintaan kekanakan saya. Tinggal bagaimana sabar dan syukur menjadi teman yang senantiasa mengiringi.

Selamat wisuda, kalian. Semoga 4 tahunnya menjadi bekal terbaik untuk membuat saudara-saudara kita memiliki senyum terbaiknya 😘😘
Barangkali banyak yang bertanya, bagaimana bisa seorang mahasiswi semester akhir yang akan menjalani ko-ass kedokteran gigi memutuskan untuk menikah dengan mahasiswa ko-ass kedokteran yang hampir setiap semester mengajukan keringanan UKT,

Barangkali banyak yang bertanya, bagaimana bisa mereka bertahan hidup tanpa dibiayai orangtua kecuali untuk biaya pendidikan saja,

Barangkali banyak yang bertanya, bagaimana mereka......... .......selengkapnya di bio :)